Sekretaris Sang Prsedir

Sekretaris Sang Prsedir
Bab 19


__ADS_3

Tiga puluh menit kemudian.


"Kirana! Aku tau kau ada di dalam,buka pintu dan ambil ini."Ucap Firgo yang kini sudah berdiri di depan pintu toilet dengan menenteng paper bag dari Fey.


Mendengar suara Firgo, Kirana membuka pintu toilet tersebut dan dengan cepat mengambil paper bag itu lalu kembali menutup pintu toilet nya.


"Astaga, buru-buru sekali."Gumam Firgo yang terus menunggu di depan pintu toilet.


Tidak membutuhkan waktu lama, Kirana pun akhirnya keluar dari dalam toilet dengan dress cantik berwarna biru muda,dia benar-benar anggun memakai semua pakaian merek terkenal dan sudah seperti model papan atas saja.


"Boss,elap air liur mu itu."Ucap Fey yang memperhatikan Firgo.


"Apaan? Ayo sayang."Ucap Firgo mengengam tangan Kirana dan pergi dari toilet itu.


"Romantis di depan orang jomblo itu termasuk dosa."Ucap Fey kesal.


Mereka pun kembali berjalan bersama-sama ke ruang pameran lukisan.


"Wahh, cantik dan anggun Sekali!"Ucap orang-orang yang hadir di pameran.


Semua mata tertuju pada Kirana yang terlihat sangat cantik, termasuk kepala menejer yang kini sudah seperti kambing kebakaran jenggot.


"Awas saja kau Kirana!"Batin nya kesal.


Pameran lukisan hari ini pun berjalan lancar, Kirana cukup menikmati nya dengan tenang bersama Firgo.


Keesokan harinya.


"Kepala menejer, bilang kepada semua karyawan jangan masuk ke dalam ruangan ini, karena pak boss sedang miting dengan kolega bisnis."Ucap Fey kepala kepala menejer.


"Baik pak Fey."Jawab kepala menejer sambil tersenyum.


Setelah itu Fey pun meningal kan ruangan tersebut dan menyuruh kepala menejer yang menjaga ruangan tersebut.


Saat ini lah kepala menejer mulai melancarkan aksinya.


Dia pergi dari pintu ruang rapat tersebut, untuk menghampiri Kirana.


"Kirana, pak boss bilang,dia butuh berkas ini untuk miting kau antar kan segera ya."Ucap kepala menejer menjebak Kirana.


"Baik buk "Ucap Kirana yang kemudian berdiri dari duduknya dan mengambil berkas-berkas itu.


Namun sat Kirana berbalik, kepala menejer memasukkan sesuatu ke dalam saku rok yang di gunakan Kirana.


Kirana yang tidak tau apa-apa pun berjalan pergi menuju ruang meeting.

__ADS_1


Dia pun masuk ke dalam ruangan tersebut dengan wajah polos nya.


"Pak ini berkas yang anda minta."Ucap Kirana memberi kan itu kepada Firgo.


Firgo yang merasa tidak meminta berkas apapun sontak kebingungan harus mengatakan apa.


Namun tiba-tiba kepala menejer datang sambil marah-marah.


"Kirana! Kau ini apa-apaan sih? Aku kan sudah bilang, jangan masuk ke ruang meeting."Ucap kepala menejer dengan sandiwara nya.


"Tapi kan ibuk yang menyuruh saya masuk ke dalam ruangan ini untuk mengantarkan berkas-berkas itu."Jawab Kirana jujur.


"Kau ini! Itu apa di saku mu!"Ucap nya buru-buru mengambil sesuatu dari saku Kirana.


"Apa itu?"Tanya Kirana kebingungan.


"Perekam suara?Kau ingin mencuri rahasia kantor?"Tanya kepala menejer.


"Ini bukan punya ku."Jawab Kirana.


"Pak boss, bukti sudah ada, orang ini seharusnya di pecat kan?"Ucap kepala menejer memainkan tarik kuno nya.


"Memang harus di pecat."Ucap Firgo berdiri dari duduknya dan menghampiri Kirana.


Sementara kepala menejer tersenyum puas merasa sudah menang.


"Paman!"Ucap kepala menejer kepala Paman nya.


"Pak Firgo, anda percaya dengan orang itu, anda seharusnya percaya keponakan ku, kalau begitu proyek sepuluh milyar ini kita tahan dulu saja."Ucap paman nya kepala menejer.


"Cukup, aku rasa tidak perlu di tahan, Fey musnah kan surat kontrak itu sekarang juga."Ucap Firgo kepada Fey.


Fey pun mengangguk kan kepala nya dan mencabik-cabik surat kontrak kerjasama sama tersebut.


"Pak! Pak Firgo maaf,aku hanya bercanda aku benar-benar ceroboh."Ucap paman nya kepala menejer yang tidak menyangka Firgo akan benar-benar membatalkan kerja sama mereka.


"Pak Firgo, hanya karena karyawan kecil seperti dia, anda membatalkan proyek sepuluh milyar!"Ucap kepala menejer.


"Dia bukan Karyawan kecil,dia adalah pacar ku, siapa pun tidak boleh menindas nya, termasuk kalian."Ucap Firgo merangkul pundak Kirana.


Mereka semua pun hanya bisa tercengang dan menjadi patung hidup mendengar ucapan Firgo barusan.


"Sekarang silahkan bawa keponakan anda keluar dari perusahaan saya."Ucap Firgo kepada paman nya kepala menejer.


Mereka pun dengan penuh rasa malu keluar dari ruangan itu dan perusahaan itu, kini tidak ada lagi orang yang akan menganggu kehidupan Kirana dan Firgo.

__ADS_1


"Sayang, siang ini, Nora ingin mengajak kita makan siang bersama, dia ingin bertemu dengan mu."Ucap Kirana sambil merapikan dasi Firgo.


"Siang ini? Baik lah, di restoran mana?"Tanya Firgo sambil memegang tangan Kirana.


"Restoran depan kantor."Jawab Kirana singkat.


Firgo mengangguk kan kepala nya tanda menyetujui ajakan Kirana.


Siang itu pun tiba.


Kirana, Firgo dan juga Nora saat ini sudah duduk di kursi meja pojok restoran tersebut.


"Semoga Nora dan Firgo tidak berkelahi."Batin Kirana sambil meneguk teh nya dan menatap Firgo dan Nora secara bergantian.


"Langsung saja,aku tidak begitu suka dengan mu!"Tegas Nora menatap tajam Firgo.


"Sahabat pacar ku tidak suka aku, itu hubungan yang paling aman."Jawab Firgo Santai.


"Kalau teman-teman mu tidak menyukai Kirana bagaimana?"Nora kembali melontarkan pertanyaan.


"Maka mereka bukan lah teman ku lagi."Jawab Firgo.


"Kalau Kirana jadi tua,jelek, rambut rontok apa kau masih menyayangi nya?"Ucap Nora benar-benar ingin menjamin kebahagiaan sang sahabat.


"Kalau dia jadi tua,jadi jelek, rambut rontok,itu artinya aku tidak berhasil jaga dia ,dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi."Ucap Firgo kepada Kirana.


"Emm, Gimna Firgo baik kan?"Tanya Kirana setengah berbisik.


"Hmm, itu cuma kebetulan, apapun bisa di bicarakan, sekali lihat,aku sudah tau kalau dia itu akting."Ucap Nora masih tetap tidak suka.


"Kamu begitu apa tidak berlebihan?"Tanya Kirana.


"Diam lah, sekarang bagaimana jika kita pergi nonton ke bioskop."Ucap Nora kembali menguji Firgo.


"Boleh! Siapa takut,sayang kau mau film apa?"Tanya Firgo semangat.


"Kirana suka film horor."Ucap Nora lagi.


Kedua nya pun saling menatap Kirana dan kemudian ...


"Kiranya,kau mau nonton apa?"Tanya Nora dan Firgo secara bersamaan.


"Aaa,aku,aku mau makan ayo kita makan dulu."Ucap Kirana yang kemudian melanjutkan makan siang nya.


Hal ini tentu membuat Kirana khawatir, bagai tidak, sahabat dan pacar nya ternyata tidak bisa akrab sama sekali, malah terus bertengkar dan saling menindas untuk mencari perhatian Kirana.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2