Selesai Sebelum Memulai

Selesai Sebelum Memulai
Page 11


__ADS_3

Melihat Lyna yang tampak begitu lesu Aron merasa khawatir. Ia pun langsung kembali ke kantor dan meninggalkan Yura makan sendirian di restoran.


Aron menghampiri meja kerja Lyna, dan kemudian memintanya untuk segera ke ruangannya.


“Ada yang bisa saya bantu pak” tanya Lyna


“Sekertaris Lyn kamu tunggu sebentar di sini” ucap Aron menyuruh Lyna duduk di kursi yang lebih nyaman


Tak lama serang dokter pun datang dan memeriksan keadaan sekertaris Lyn. Dokter tersebut memeberi resep obat kepada Lyna dan memintanya agar tidak terlalu banyak pikiran dan jangan terlalu kecapean.


Mengetahui hal tersebut Aron pun meminta Lyna untuk pulang lebih awal dan meminta asistennya untuk mengantarkan Lyna pulang.


Sesampainya di rumah, Lyna pun langsung istirahat. Menjelang malam, tiba-tiba ada seseorang yang bertamu ke rumah Lyna, seseorang yang berpenamapilan rapi, dan ternyata dia adalah Aron.


“Mencari siapa yaa” tanya Ibu Lyna


“Saya teman Lyna di kantor, saya dengar ia kurang sehat dan saya ingin menjenguknya” sahut Aron


Melihat penampilan Aron, ibu Lyna berfikir pasti dia laki-laki yang baik. Ibu Lyna kemudian mempersilahkan Aron masuk dan mengantarnya kekamar Lyna untuk melihat keadaan Lyna.


Melihat Aron yang datang ke rumahnya dan masuk ke kamarnya Lyna pun terkejut.


“Pak Aron ada perlu apa anda datang ke mari” ucap Lyna


“Saya kemari untuk melihat keadaan sekertaris Lyn” sahut Aron

__ADS_1


“Ahh, bapak tak perlu repot-repot sampai harus datang kesini, saya baik-baik saja dan besok juga pasti akan kembali bekerja” sahut Lyna


“Kau tak perlu memaksakan untuk bekerja kalau keadaan kau masih belum pulih” ucap Aron


“Iya, terima kasih untuk pengertian dari bapak” sahut Lyna


Selagi Lyna dan Aron mengobrol, datanglah Etta, Liona dan juga Dion menjunguk Lyna.


“Tante bagaimana keadaan Lyna” tanya Etta


“Ahh dia sekarang masih kurang sehat, kalian silahkan masuk. Lyna ada di kamarnya” ucap Ibu


“Baik tante” sahut Etta


Etta, Liona dan Juga Dion langsung ke kamar Lyna dan mereka melihat ada Aron yang sedang ngobrol bersama Lyna.


“Iya benar, mungkin juga mau menjenguk Lyna” sahut Etta


Melihat teman-teman Lyna datang menjenguknya, Aron pun merasa dia harus pergi.


“Kalian berdua bukannya pegawai dari divisi pemasaran juga kan” Tanya Aron melihat Etta dan Liona


“Iya benar pak” sahut Liona


“Ohh, saya sering melihat kalian bersama” ucap Aron

__ADS_1


“Kami bertiga teman sejak masuk kuliah, makanya kami sering bersama” sahut Liona


“Terus Dia (menunjuk Dion) saya baru pertama kali melihatnya” tanya Aron


“Ini Dion sepupu saya dan teman kami juga, dia baru saja datang ke kota A” ucap Liona


“Oh iya, iya. Kalian lanjutkan saja, saya permisi pulang duluan” sahut Aron


Melihat Dion datang menjenguk Lyna Aron pun merasa Jealous, tapi iya enggan menunjukannya. Aron pulang setelah itu dan ia berpamitan dengan orang tua Lyna.


“Dia seperti mirip seseorang...” ucap ayah Lyna


“Siapa” tanya Ibu Lyna


“Entahlah, aku pun lupa siapa orangnya. Dia teman Lyna di kantor? Tanya Ayah


“Iya, baru sebentar Lyna bekerja di kantot sudah ada saja laki-laki ynag begitu perhatian padanya” sahut Ibu


Setelah Aron pergi dari rumah Lyna, Etta, Liona, Dion dan juga Lyna mengobrol bersama.


“Apa benar hubungan kalian hanya sebatas bos dan sekertarisnya saja” tanya Liona


“Benar, kalian jangan salah menduga karena kedatangan Aron kesini” ucap Lyna


“Wajar saja ada pemberitaan yang macam-macam, melihat sikap pak Aron yang begitu perhatian terhadapmu” ucap Liona

__ADS_1


“Memang ada gosip apa” tanya Dion yang penasaran juga


__ADS_2