
Aron yang dikenal dengan banyak akal, ia tidak ingin rencananya gagal dan tidak ingin membatalkan perayaan kemenangan mereka. Ia pun berinisiatif untuk mengadakan makan malam di villa saja dengan membuat sendiri hidangannya, tentunya lebih spesial karen dibuat sendiri olehnya.
“Ini di luar rencana awal, dan perayaan kali ini berbeda dengan apa yang telah direncanakan . . . begini saja, aku akn membuat hidangan spesial untukmu dan kita bisa makan malam bersama” ucap Aron
“Baiklah, tidak apa dengan hal itu, begitu juga menyenagkankita bisa lebih santai, mungkin jika kita pergi keluar kita akan terjebak badai” sahut Lyna
“Kamu jangan panggil saya pak, panggil saja Aron jika tidak sedang lagi bekerja” ucap Aron
Melihat Aron yang sibuk memasak hidangan, Lyna pun menghampirinya dan membantunya menyiapkan masakannya. Ia memandangi Aron dengan tatapan kagum, sosok yang tampak hebat ketika bekerja ternyata bisa sangat luar biasa juga ketika memasak (sambil memperhatikan Aron)
Hidangan pun telah siap, Lyna menata dengan sangat cantik. Mereka menikmati makan malam bersama dan minum bersama.
“Suasana seperti ini lebih menyenangkan, seperti makan malam romantis bersama kekasih” ucap Aron
Lyna tersedak mendengar ucapan Aron “ahh iya iya. Bukankah anda sering makan malam seperti ini dengan kekasih anda” sahut Lyna
“Kekasih??? Kekasih yang mana” tanya Aron
__ADS_1
“Wanita yang datang ke kantor waktu itu, dia kekasih anda kan” sahut Lyna
Mendengar itu Aron langsung tertawa, ia tidak menyangka bahwa Lyna juga mengira Yura aalah kekasihnya. Ia lupa memberitahukan Lyna rencana sebenarnya.
“Ohh ituu...apa kamu cemburu mengetahui Yura kekasihku” tanya Aron dengan nada menggoda
“Mana mungkin saya cemburu, itu kan hak anda berkencan dengan siapapun dan bukan hak saya ikut campur” sahut Lyna dengan perasaan sedikit cemburu
“Iya...iya...iya...kita makan saja dulu ini, nanti akan saya beritahu kamu hal yang sebenarnya. Kamu mau nonton bersama setelah ini” tanya Aron
Setelah makan malam selesai, Aron mengajak Lyna untuk nonton film bersama, mereka saling ngobrol dan saling bercerita, diiringi suara derasnya hujan yang membuat suasana lebih dalam antara Aron dan Lyna.
“Sepertinya aku harus memberitahukan sesuatu padamu” ucap Aron
“Apa yang ingin kamu bicarakan” sahut Lyna
“Kamu mengira Yura, wanita yang datang ke kantor waktu itu adalah kekasihku kan” ucap Aron
__ADS_1
“Iya, wanita itu sendiri yang mengatakannya bahwa dia kekasih kamu” sahut Lyna
“Kamu jangan salah paham dulu, Yura sebenarnya dia adalah adik sepupuku” ucap Aron
Entah apakah harus percaya atau tidak dengan ucapan Aron
“Tapi mengapa dia mengatakan kalau dia kekasih kamu” tanya Lyna
“Aku sendiri yang memintanya datang ke kantor waktu itu, dan juga memintanya untuk pura-pura menjadi kekasihku” jawab Aron
“Benarkah dia memang kekasihmu, tapi kenapa kamu melakukan hal itu” tanya Lyna
“Kamu tidak percaya dengan apa aku katakan” tanya Aron
Aron pun menunjukan foto-foto kebersamaannya dengan Yura dan keluarganya.
Melihat foto-foto yang ditunjukan Aron dan kesungguhan Aron menjelaskan semuanya, Lyna pun percaya dengan apa yang dikatakan Aron.
__ADS_1
Tapi Lyna masih bingun mengapa Aron melakukan hal tersebut? “Kenapa Aron tidak memperkenalkan saja kekasih sungguhannya? Mengapa ia harus repot-repot menyuruh Yura berpura-pura sebagai kekasihnya? apa Aron masih sendiri??? Tapi mana mungkin orang seperti dia tidak punya kekasih” pikir Lyna
“Banyak pertanyaan tentang dirinya dan bukan hakku juga untuk mengetahuinya. Sudahlah...itu bukan urusanku” gumam Lyna dalam hati.