
Kerinduan yang selama ini menghantui mereka. Akhirnya Lyna kembali merasakan kehangatan dalam pelukan Aron. Bahkan Ia tak ingin Aron melepaskannya. Lyna memegang kedua tangan Aron dan ia berbalik memeluk Aron.
“Aku juga merindukanmu, sangat merindukanmu” bisik Lyna
Aron tersenyum dan ia juga mengatakan bahwa dia mencintai Lyna dan tak ingin kehilangannya, ia ingin berada di sisi Lyna. Aron sempat bertanya pada Lyna, jika suatu hari nanti hubungan mereka diterpa suatu masalah, apakah Lyna akan pergi meninggalkannya atau ia akan berjuang mempertahankan cinta mereka?
Suasana saat itu seakan-akan mereka akan pergi ke tempat yang berbeda, dan entah kapan akan berjumpa kembali.
Lyna merasa Aron ingin mengatakan sesuatu padanya, tapi ia sulit untuk mengatakannya. Kemudian Lyna menjawab pertanyaan yang Aron berikan padanya, Lyna mencoba meyakinkan Aron pada dirinya.
“Jika suatu hari nanti terjadi masalah dalam hubungan kita. Aku ingin kita saling jujur, saling terbuka. Aku yakin sebesar apapun masalah itu jika sebuah hubungan dilandasi kejujuran dan kepercayaan. Maka, dengan kekuatan cinta masalah itu akan dapat diatasi” sahut Lyna
“Apakah terjadi sesuatu padamu” tanya Lyna
Aron merasa ia tak bisa menyembunyikan masalahnya lagi dari Lyna, ia khawatir Lyna akan semakin jauh darinya. Lyna harus mengetahui masalah perjodohan ini dari Aron sendiri. Ia tak ingin Lyna mengetahuinya dari orang lain dan membuat Lyna tak mempercayainya.
“Emmm, aku ingin bicara serius padamu. Kau dengarkan aku, ini sesuatu yang bukan kehendakku. Aku tak menginginkannya, dan mungkin perlu waktu untuk menyelesaikannya. Jujur ini sangat sulit, aku tak tahu bagaimana aku harus mengatakannya.”
__ADS_1
“Orang tuaku telah mengatur perjodohan untukku dan itu tanpa sepengetahuanku. Mereka telah merencanakan ini dari jauh-jauh hari, aku sendiri tak menyetujuinya. Kau tahu orang yang aku cintai itu hanyalah kau Lyna”
“Lyna setelah kau mengetahui ini apa kau akan tetap bersamaku? Aku janji padamu aku akan berusaha membatalkan perjodohan itu. Tapi aku perlu beberapa waktu untuk menyelesaikannya. Apa kau mau menungguku dan tetap disisiku?” ucap Aron sambil memegang kedua tangan Lyna
~
Lyna tak pernah menyangka akan terjadi hal seperti ini dalam hubungannya dengan Aron. Ia pun merasa sangat sedih dan kecewa, tapi ia tak ingin menyalahkan Aron, karena itu juga bukan kemauannya melainkan kemauan dari orang tuanya.
“Kau benar” sahut Aron
Lyna menyadari ternyata di saat ia mengunjungi kediaman orang tua Aron, mereka bersandiwara di belakangnya. Ia merasa sangat kecewa dan kehadirannya pada saat itu apakah suatu yang tak di harapkan.
__ADS_1
Lyna tak mampu menahannya dan ia sempat meneteskan air matanya. Aron yang melihat raut wajah Lyna pada saat itu ia langsung memeluk Lyna.
“Lyna aku tau perasaanmu padaku saat ini, mungkin kau kecewa padaku, kau marah padaku, aku mengerti. Tapi kau yakinlah hanya kau yang ada di hatiku, bagaimanapun caranya aku akan mempertahankanmu agar tetap bersamaku. Lyna aku tak ingin melihatmu bersedih, kau bisa jaga ucapanku ini” ucap Aron sambil mengelus halus rambut Lyna
Aron mencoba menemani Lyna, menenangkan Lyna, meyakinkan hati Lyna.
Sementara Lyna yang menyandarkan kepalanya pada Aron, ia hanya terdiam mendengarkan perkataan-perkataan Aron. Lyna tak sanggup berkata-kata, setelah apa yang terjadi dibelakangnya selama ini.
"Aku mengerti perasaanmu, aku berharap kau percaya padaku" ucap Aron sambil menenangkan Lyna
Aron menemani Lyna yang sendiri di rumah sampai ibunya kembali. Ia kemudian melihat Lyna yang tertidur sambil menyandarkan kepalanya di bahunya.
“Aku tahu perasaanmu saat ini, dan aku juga tahu kau mencoba menutupinya dariku. Aku janji padamu, aku akan berusaha agar perjodohan ini dibatalkan. Aku akan selalu berada disisimu” gumam Aron dalam hatinya.
Tak lama setelah itu, ibu Lyna kembali ke rumah. Ibu melihat Aron yang sedang duduk disamping Lyna dan menemaninya hingga ia kembali ke rumah.
“Lyna benar-benar bersama orang yang tepat” gumam ibu
__ADS_1