
Aron yang ikut makan bersama Lyna dan ibunya juga asik saat mengobrol dengan ibu Lyna. Ia menceritakan tentangnya, kesehariannya yang selama ini tinggal sendiri terpisah dari orang tuanya yang harus mengurus dirinya sendiri.
“Aku sangat menikmatinya. Aku bersyukur bisa makan bersama Ibu dan Lyna, suasana seperti ini sangat kurindukan” sahut Aron
“Ibu senang mendengarnya. Ibu mohon maaf sebelumnya karena tidak mengetahui kalau nak Aron ternyata manajer Lyna di kantor” ucap Ibu
“Ahh ibu tak perlu sungkan, aku manajer Lyna saat aku berada di kantor saja. ketika ketika aku diluar aku juga orang biasa. Apa boleh aku memanggil anda ibu” ucap Aron yang ingin mengambil hati ibu Lyna
“Tentu saja, kau bisa panggil aku ibu. Kapan-kapan kalau kau punya waktu luang kau boleh mampir kemari” sahut Ibu
Mendengar percakapan Aron dan Ibunya membuat Lyna berfikir bahwa Aron sedang berusaha mengambil hati ibunya. Bahkan Aron ingin memanggil Ibu Lyna dengan sebutan Ibu agar ia bisa lebih dekat dengannya.
Keseokan harinya...
Setelah cuti beberapa hari, Lyna pun akhirnya kembali bekerja. Ia ingin memulai aktifitasnya lagi. Melihat sekertaris Lyn yang sudah kembali masuk kerja membuat teman-temannya di kantor merasa senang
__ADS_1
“Sekertaris Lyn, lama tak jumpa. Senang melihatmu kembali” ucap salah seorang pegawai
“Lama tak jumpa, aku juga senang akhirnya bisa kembali bekerja. Aku ucapkan terima kasih karena telah berhadir ke pemakaman ayahku” sahut Lyna
Lyna pun menyelesaikan beberapa pekerjaannya, dan menyerahkannya segera ke Aron. Melihat kedatangan Lyna membuat Aron sangat terkejut. Ia sangat senang melihat Lyna kembali masuk kerja, ia juga senang melihat Lyna yang bangkit kembali, tidak larut dalam kesedihan.
“Sekertaris Lyn, senang melihatmu kembali” ucap Aron
“Iya, saya sangat senang bisa kembali bekerja” sahut Lyna
Aron kemudian mengajak Lyna untuk makan siang bersamanya
Mengetahui Aron yang begitu baik padanya, dan sangat peduli padanya terutama di saat ia berduka karena kehilangan ayahnya kemaren, Lyna pun tidak menolak ajakan Aron. Lyna rasa ia harus berterima kasih pada Aron dengan cara yang pantas.
Mereka pergi ke sebuah restoran yang jaraknya tidak jauh dari perusahaan. Mereka ngobrol, dan sebenarnya Aron sangat ingin mengungkapkan perasaannya lagi pada Lyna. Namun ia tahu kondisi Lyna, ia baru saja kehilangan orang yang sangat disayangnya, pasti perasaannya masih sedikit sedih. Ia tidak ingin mengganggu pikiran Lyna untuk saat ini. Aron pun mencoba menahannya hingga waktu yang ia rasa tepat untuk mengatakannya kembali.
Mereka menikmati makanannya bersama. Lyna pun mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Aron karena kebaikan Aron padanya dan ibunya.
__ADS_1
“Kau tak perlu sungkan. Aku akan membantu selagi aku bisa. Jika kau dan ibumu membutuhkan sesuatu kau bisa hubungi aku kapanpun itu” Ucap Aron.
Mereka kembali ke kantor, dan melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing
.
.
.
Setelah beberapa hari kepergian ayahnya, Lyna mulai membuka kembali dirinya, ia terlihat lebih ceria lebih terkbuka dengan orang-orang di sekitarnya, dan tentunya ia mulai merespon sikap baik dari Aron.
Aron pun merasakan perubahan itu dari dalam diri Lyna, semenjak kepergian ayahnya, Aron merasa Lyna lebih terbuka dengannya, lebih santai saat berbicara dengannya, dan juga lebih hangat pada dirinya.
Pada suatu ketika, beberapa minggu setelah kepergian ayah Lyna. Dion dan Liona mampir ke rumah Lyna, mereka bertemu dengan ibu Lyna ngobrol panjang lebar dengan ibu Lyna, dan juga mereka meminta izin kepada ibu Lyna...
Apa yang mereka bicarakan, dan utuk apa mereka meminta izin ibu Lyna???
__ADS_1