
Mendengar cerita Liona, Lyna juga sempat memikirkan hal yang tejadi padanya. Suatu hal yang membuatnya selalu bertanya-tanya. Ia tidak ingin terlalu cepat mengambil kesimpulan dari apa yang ia lihat, ia takut itu akan membawa pengaruh buruk bagi hubungannya dengan Aron.
Mereka pergi ke angkringan kota yang letaknya tak jauh dari lokasi mereka sebelumnya. Mereka minum hingga larut malam, Lyna yang tak kuat minum pun sadar akan kemampuan minum dirinya. Ia mencoba meminta bantuan Dion untuk menjemput dan mengantarkan mereka pulang.
“Wahhh, kalian rupanya habis minum banyak” ucap Dion sambil melihat keadaan Liona yang tak sadarkan diri karena ia minum terlalu banyak, sedangkan Lyna dan Etta, yang masih setengah sadar.
Dion mengantarkan Etta pulang terlebih dahulu, dan setelah itu baru ia mengantarkan Lyna. Ketika ia berada di perjalanan, Lyna yang saat itu setengah sadar, ia sempat berbicara sendiri tanpa ia sadari dan ia mengungkapkan keluh kesah hatinya.
“Yahhh aku telah melihatnya, mengapa kau tak mengatakan apa-apa denganku, mengapa harus kau tutup-tutupi. Huhff ini sangat mengganggu pikiranku.” Gumam Lyna tanpa ia sadari
Saat Dion mendengar ocehan-ocehan yang keluar dri mulut Lyna, ia menduga pasti sesuatu terjadi antara Lyna dan Aron. Ia menatap wajah Lyna yang terlihat begitu sedih dan kesal ketika mengatakah hal tersebut.
Mereka telah sampai di rumah Lyna, dan Dion mengatakan sesuatu padanya “jika terjadi sesuatu padamu, kau bilang padaku. Aku akan ada di belakangmu”. Lyna hanya mengangguk, karena ia tak sepenuhnya mendengar perkataan Dion.
~
Keesokan harinya
__ADS_1
Lyna mendapat telepon pagi-pagi sekali dari Aron.
“Kau kemana saja, kenapa baru sekarang mengangkat telepon dariku” ucap Aron
“Aku kemaren habis minum bersama Etta dan Liona, dan ketika pulang aku langsung tertidur. Aku lupa mengisi betrai ponselku. Maaf Aron telah membuatmu khawatir.” Sahut Lyna
“Baiklah, Lyna nanti aku jemput kau” ucap Aron
Di tempat yang berbeda,
Dion yang menghawatirkan keadaan Lyna, lalu menghubunginya dan pada saat ia menghubungi Lyna ia mendengar seperti ada suara Aron bersamanya.
Tak lama setelah itu Dion pergi menghadiri rapat dan pada rapat itu ia terpilih sebagai ketua tim perencana yang akan memimpin kerja sama dengan PT. Tan Andrea, yang akan dipimpin langsung oleh direkturnya sendiri yaitu Zoe Tan Andrea
__ADS_1
Di hari berikutnya dan di tempat yang berbeda. Diadakan sebuah pertemuan 2 keluarga, yaitu keluarga Ronald J. Sunjaya dan keluarga Willian Tan Andrea. Mereka bertemu untuk membicarakan perjodohan putra putri mereka. Perjodohan tersebut telah direncanakan sudah jauh-jauh hari, bahkan tanpa sepengetahuan Aron Sunjaya.
Para orang tua telah mengatur sebuah pertemuan besar antar keluarga dengan mengajak anak-anak mereka untuk saling bertemu dan membicarakan perjodohan tersebut.
Hari pertemuan itu pun tiba. Sebuah restoran mewah dipilih sebagai tempat pertemuan itu, dan disana terlihat Aron dan Zoe. Mengetahui maksud dari pertemuan itu adalah sebuah perjodohan bagi dirinya dan Zoe. Aron sangat terkejut dan ia terlihat sangat kesal.
“Perjodohan? Tapi saya belum mengetahui apapun soal ini. Bagaimana bisa ada sebuah perjodohan?” tanya Aron
“Perjodohan ini untuk mempererat hubungan kita dan tentunya bisnis keluarga” sahut Ronald J. Sunjaya
“Tapi ini kan urusan antar orang tua, mengapa harus diadakan perjodohan. Lagian apa semua pihak akan setuju dengan perjodohan yang kalian rencanakan” ucap Aron
“Tenang saja, kami telah membicarakannya dan Zoe setuju dengan itu. Lagi pula kita tidak perlu terburu-buru, biarkan mereka untuk saling mengenal terlebih dahulu” sahut Willian Tan Andrea
Aron yang sangat mencintai Lyna ia khawatir jika Lyna mengetahui perjodohan dirinya dnegan Zoe.
Bagaimana perasaan Lyna kalau ia mengetahui perjodohan tersebut . . .
"Aku dan Lyna baru memulainya, mengapa harus ada hal seperti ini" gumam Aron yang begitu marah
__ADS_1