Selesai Sebelum Memulai

Selesai Sebelum Memulai
Page 15


__ADS_3

Lyna bingung dengan sikap Aron, apa yang ingin dilakukannya sebenarnya. Lyna terus bertanya-tanya dalam pikirannya,


“Ahhh...sudahlah itu bukan urusan ku, mengapa aku terus memikirkannya dan ingin mengetahui tentangnya” gumam Lyna dalam hati


Aron mencoba mengatakan yang sebenarnya pada Lyna dan ia ingin mengungkapkan perasaanya pada Lyna. Namun belum sempat ia mengatakan apapun pada Lyna, tiba-tiba listrik di area villa tersebut padam.


Aron dan Lyna terkejut, Lyna sangat ketakutan berada di tempat yang gelap, Aron pun mencoba menenangkannya dengan memegang erat tangannya. Mereka mendapat panggilan dari staf villa bahwa terjadi korsleting listrik akibat hujan deras, dan memerlukan beberapa jam untuk memperbaikinya.


Di tengah hujan yang begitu deras denga petir, ditambah lagi listrik yang padam. Sebenarnya Aron menyukai suasan seperti itu, berduaan dengan orang yang ia sukai. Tapi tidak dengan Lyna, ia sangat takut kegelapan dan ia juga enggan untuk membuka matanya.


Aron tidak mengetahui bahwa Lyna sangatlah takut dengan kegelapan, ia memcoba menenangkan Lyna dan mengurangi rasa takutnya, ia memegang erat tangannya dan memluk Lyna sambil menepuk-nepuk pundaknya.


“Lyna kau baik-baik saja? Kau tak perlu takut ada aku disini. Aku akan menemanimu sampai listriknya kembali menyala” ucap Aron


Sikap Aron sangat lembut pada Lyna, sehingga berada dalam pelukan Aron membuat Lyna merasa lebih nyaman, walaupun ia masih takut untuk membuka matanya.


“Aku harap bisa seperti ini sampai besok pagi” gumam Aron dalam hatinya. Ia sangat senang bisa memeluk Lyna, ada untuk Lyna.


Dua jam pun telah berlalu, akhirnya listrik area villa kembali normal, melihat Lyna yang tertidur di pelukannya Aron pun langsung menggendongnya dan membawanya ke tempat tidurnya. Ia meletakan Lyna di atas kasur, sambil memandang wajah Lyna dengan penuh kehangatan.

__ADS_1


“Aku mencintaimu, dan sangat mencintaimu Lyna” ucap Aron sambil mengecup manis kening Lyna


.


.


.


Pagi hari pun tiba


Hmmm. . .bangun Lyna dari tidurnya


“Wahhh anda sendirian yang menyiapakan ini semuanya” tanya Lyna


“Tentu, tunggu sebentar lagi sarapan sudah siap. Kau tunggu saja di meja makan” sahut Aron


Tidak hentinya Lyna memandangi Aron dari meja makan


“Malam tadi mengapa aku bisa tertidur pulas, bukankah kami sedang menunggu listrik yang tengah padam. Apa mungkin Aron yang membawaku ke kamar malam tadi? Benarkah dia (sambil memandang wajah Aron)? Ahhh apa harus kutanyakan padanya?” pikir Lyna sambil memandang Aron

__ADS_1


“Kata orang-orang dia orang yang sangat perfeksionis dan juga sangat misterius, aku juga melihatnya seperti itu. Hmmm, tapi ternyata dibalik itu semua dia juga sangat perhatian, sangat lembut terhadap wanita. Tidak...tidakk...ada apa denganku? Kenapa aku begitu menyanjungnya? Mungkin saja dia baik kepada semua wanita bukan hanya aku...sudahlah Lyna kamu itu hanya sekertarisnya saja dan dia itu bosmu, mana mungkin dia perduli padamu, pastilah dia punya selera yang tinggi.” Gumam Lyna dalam hatinya


“Makanan sudah siapp...mari makan” ucap Aron


“Lyna apa tidurmu nyanyak?” tanya Aron


“Ahh iya, saya tidur dengan nyaman . . . Emmm, seingat saya malam tadi waktu kita nonton, listrik sempat padam dan saya sempat ketiduran. Lalu waktu saya bangun kok bisa berada di kamar? Apa saya tidur sambil jalan” tanya Lyna


“Hahaha,,,kamu tidak ingat” sahut Aron


“Tidak” Lyna menggelengkan kepalanya


“Pada saat listrik padam kamu sempat ketiduran, terus gak lama setelah itu listriknya kembali menyala, dan kamu langsung pergi ke kamar. Aku pikir juga pada saat itu mungkin kamu tidur sambil jalann” ucap Aron sambil tertawa


“Ahh, benarkah. Memalukan sekali” ucap Lyna dengan muka merah karena malu


Melihat Lyna yang tersipu malu membuat Aron merasa senang, dan ia berhasil menggoda Lyna...


"Kamu sangat menggemaskan, aku senang melihatmu yang seperti ini" ucap Aron kembali menggoda Lyna

__ADS_1


__ADS_2