
Aron dan Lyna kembali dari kincir angin tersebut, mereka berjalan mengitari taman hiburan dengan suasana yang sedikit canggung.
Aron mencoba untuk berbicara lagi dengan Lyna, namun Lyna tiba-tiba langsung mengubah topik pembicaraan. Ia sudah sangat bingung dan gugup menghadapi sikap Aron. Ia pun mengatakan bahwa ia sudah lelah berjalan dan mengajak Aron kembali ke villa.
"Ini sudah larut, apa sebaiknya kita kembali saja" ucap Lyna
“Apa kau sudah lelah? apa mau aku bantu gendong” sahut aron
“Ahh tidak, tidak, kita kembali ke villa saja” sahut Lyna kembali
Mereka pun kembali ke villa, di tengah perjalanan Lyna hanya terdiam sambil memandangi jalanan dari jendela mobil, begitu juga dengan Aron. Aron merasa Lyna tidak ingin ia membicarakan mengenai pernyataan cintanya.
“Aku rasa aku harus mencari waktu yang tepat, untuk mengungkapkannya kembali. Aku harus membuktikan bahwa perasaanku padanya itu benar, mungkin itu akan membuat Lyna menyadarinya” gumam Aron dalam hati.
Mereka tiba di villa, Lyna pun langsung masuk ke kamarnya, tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Aron.
“Mengapa dia mengatakan itu? Akan menjadi sangat canggung berada di dekatnya sekarang” gumam Lyna sambil guling-guling di kasur, hahaha
__ADS_1
“Apa yang barusan dia lakukan, apa dia sedang mabuk. Ahhh....sudahlah ”ucap Lyna
Lyna terus saja memikirkan perkataan Aron padanya, begitu juga dengan Aron ia juga terus saja memikirkan keadaan Lyna.
“Apa aku salah? Apa aku terlalu cepat mengungkapkannya?” pikir Aron
“Bagaimana jika Lyna marah denganku, apa yang harus aku lakukan agar ia bisa nyaman dekat denganku...JEBALL” gumam Aron
Pagi hari pun tiba, dimana pada hari ini kepelungan Lyna dan Aron ke Kota A. Mereka pun bersiap-siap untuk berangkat ke Airport.
Ketika dalam perjalanan menuju Airport, suasana yang masih sama seperti sebelumnya, terlihat sangat canggung antara mereka berdua, tidak ada sepatah kata pun yang mereka lontarkan, hanya menyapa satu sama lain. Aron pun mencoba berbicara pada Lyna
“Iya tidur saya sangat nyenyak” sahut Lyna, padahal yang sebenarnya ia bahkan hampir tidak bisa tidur semalaman karena memikirkan perkataan Aron
“Lyna mengenai malam tadi Hmmmm, saya.....” belum sempat Aron menyelesaikan perkataannya Lyna langsung memotong pembicaraan
“Ahhh kita sudah sampai di Airport...” ucap Lyna yang langsung turun dari mobil yang mereka tumpangi.
__ADS_1
Lyna bersyukur karena ia duduk terpisah dari Aron ketika berada dalam pesawat. Lyna menyadari bahwa Aron ingin membicarakan perasaannya pada Lyna. Namun Lyna belum siap untuk membicarakan hal itu dengan Aron, ia mencoba menjaga jaga jarak dengan Aron, ia sangat gugup ketika berada dekat Aron.
Sebenarnya Lyna merasa senang jika beneran Aron menyukainya. Akan tetapi, memikirkannya lagi ia masih belum percaya dengan perkataan Aron. Karena Lyna berfikir mana mungkin orang hebat seperti Aron bisa menyukainya yang hanya sebagai sekertaris dan gadis dari kalangan orang yang biasa.
“Lyna jangan berfikir terlalu jauh, fokus saja pada pekerjaanmu dan bantu kedua orang tuamu sampai ayahmu mendapatkan proyek baru lagi” gumam Lyna
Setelah menempuh perjalanan udara beberapa jam, akhirnya mereka tiba di Kota A.
Aron berinisiatif untuk mengantar Lyna pulang ke rumahnya, tapi Lyna menolaknya dan lebih memilih untuk naik taxi. Aron pun mencoba membujuk Lyna agar ia ikut dengannya.
Tiba-tiba ada seseorang yang memanggil nama Lyna dari ruang tunggu kedatangan Internasional di Airport...
Lynaa.....
Lynaaaa......
Mendengar seperti ada orang yang memanggilnya, Lyna pun mencoba melihat-lihat di sekitarnya, ia pun sangat terkejut ternyata orang yang memanggilnya adalah Dia...
__ADS_1
Dia adalah...