Selesai Sebelum Memulai

Selesai Sebelum Memulai
Page 42


__ADS_3

Lyna pergi ke suatu tempat yang bisa menenangkan hatinya dan disana ia bisa mengeluarkan seluruh emosinya. Lyna sangat sedih dan ia merasa hatinya sangat kecewa. Akhir-akhir ini ia selalu mempertanyakan pada dirinya apakah ia pantas bersama Aron. Apakah ia akan bisa bersama Aron selamanya?


 


Setelah mengetahui Lyna yang pulang dari kantor tanpa meberitahunya, Aron kemudian menghubunginya, dan menanyakan keberadaannya. Ia pun minta maaf pada Lyna karena tidak bisa mengantarkannya pulang.


 


Lyna yang saat itu meneteskan air mata, mencoba menyembunyikannya dari Aron dan ia tak banyak bicara dengan Aron.


“Aku akan jalan ke rumahmu sekarang” ucap Aron dalam panggilan telepon


“Tidak, kau tidak perlu kerumah, aku masih di luar, belum di rumah” sahut Lyna


“Kau ada di mana sekarang, aku akan tetap menunggumu sampai kau pulang ke rumahmu” ucap Aron


 


Mengetahui Aron yang akan ke rumahnya, Lyna pun bergegas pulang. Lyna tak berhati-hati dan membuatnya tersandung, sehingga terluka di pergelangan tangannya.


“Dengan kondisiku seperti ini, aku sungguh tak ingin bertemu dengannya” gumam Lyna yang saat ini mata sembab karena habis menagis.


 


Lyna pun tiba di rumahnya, dan ia melihat mobil Aron yang sudah ada di depan rumahnya.


“Lyna kau dari mana saja, Aron telah menunggumu” ucap Ibu


“Aku tadi mampir sebentar ke... ibu” sahut Lyna


 

__ADS_1


Ia pun berbicara berdua dengan Aron, dan Aron sempat melihat pergelangan Lyna yang terluka


“Mengapa bisa begini” ucap Aron


“Ahhh ini, tidak apa apa. Aku tadi tersandung dan ini hayan luka ringan” sahut Lyna


“Tetap saja kau terluka. Dimana kotak P3K aku akan obati lukamu” ucap Aron


 


Melihat sikap Aron yang perhatian padanya saat itu, membuat Lyna semakin bingung dengan Aron.


“Mengapa sikapnya sangat berubah-rubah. Tadi dia cuek padaku dan sekarang dia sangat perhatian padaku. Aron apa kau serius dengan apa yang kau lakukan, atau kau hanya bermain-main saja denganku” gumam Lyna dalam hatinya


. . .


Lyna menatap wajah Aron, dan banyak sekali pertanyaan dalam benaknya


“Apa kau mencintaiku? Apa kau serius denganku?” gumam Lyna dalam hatinya sambil menatap Aron dengan penuh tanya


“Mengapa kau menatapku begitu, apa aku sangat tampan” canda Aron


 


 


“Dia sama sekali tak mebicarakan kedatangan Zoe ke kantor. Apa dia tak cemburu? Karena dia tak membicarakannya, aku juga tak ingin membahasnya. Aku takut nanti akan merusak suasana hatinya” gumam Aron dalam hatinya


 


*

__ADS_1


Aronnn kau telah merusak suasana hati Lyna. Kapan kau akan menyadarinya? Sikapmu yang tidak terus terang membuat Lyna meragukan keseriusanmu padanya. (gumam Author. Hehhe)


 


Tak lama Aron pun pulang ke apartmennya. Ketika ia hendak kiss Lyna, Lyna menghindarinya dengan memalingkan wajahnya. Aron berpamitan padanya dan ia hanya memeluk Lyna.


Ia masuk ke dalam mobilnya dan pergi.


“Mengapa sikapnya padaku tak seperti biasanya. Lyna sama sekali tak membahas kedatangan Zoe. Apa karena dia marah?” gumam Aron


 


Ketika tiba di apartmennya Aron pun memikirkan bagaiman cara ia membatalkan perjodohannya dengan Zoe. Karena orang tuanya begitu keras ingin menjodohkannya.


“Bagaimana aku mengindari perjodohan ini, cepat atau lambat Lyna pasti akan mengetahuinya. Bagaimana aku mengatakan padanya” gumam Aron


 


 


Kediaman Lyna, ia pun memikirkan bagaimana mengetahui apa yang terjadi sebenarnya dengan Aron dan Zoe. Mengapa seperti ada yang ditutupi antara mereka berdua???


~


Keesokan harinya


Pertemuan antara tim Dion dan tim Zoe yang sedang membahas proyek kerja sama mereka. Dion mencoba mencari kesempatan untuk ngobroll dengan Zoe, karena ia tak ingin tinggal diam melihat kegelisahan Lyna. Sekarang ia cukup dekat dengan Zoe, Dion berusaha mencari tahu hubungan Zoe dan Aron.


Mereka ngobrol cukup lama membahas pekerjaan, dan sekali-sekali Dion membahas masalah pribadi. Dion pun mengetahui sebuah fakta yang sangat mengejutkan bagi dirinya.


Apa yang dikatakan Zoe pada Dion ???

__ADS_1


 


 


__ADS_2