Selesai Sebelum Memulai

Selesai Sebelum Memulai
Page 9


__ADS_3

Melihat sikap Lyna yang tidak seperti biasanya Aron mencoba mencari tahu apa yang terjadi, apakah itu karena Lyna sudah punya pacar atau ada hal yang lain.


Aron meminta Aldo asistennya untuk membantunya menyelidiki tentang Lyna, mengikuti kemana saja Lyna pergi, bertemu dengan siapa saja, dan Aldo harus melaporkannya pada Aron. Aron begitu ingin tahu tentang Lyna, karena ia sudah jatuh hati pada Lyna dan ia sudah berinisiatif untuk mengejar Lyna.


“Lyna mungkin saat ini aku yang terlebih dahulu mengejarmu, tapi kita tunggu saja dengan cepat kau juga akan luluh dengan sikapku” gumam aron dalam hati sambil tersenyum


Apakah Lyna akan luluh dengan sikap Aron? Aron yang mempunya berbagai taktik pendekatan apakah ia berhasil menaklukan hati Lyna...?


Gosip begitu cepat menyebar, orang-orang yang berada di divisi pemasaran pun rame membicarakannya. Bahkan Etta dan Liona pun juga mendengar gosip tersebut, mereka pun menanyakannya pada Lyna.


“Lyn apa benar kau punya hubungan dengan Manajer Pemasaran Internasional” tanya Etta


“Tidak, aku tidak punya hubungan apapun dengan Aron. Kalian mendengar itu semua dari mana” sahut Lyna


“Orang-orang kantor rame membicarakan gosip itu, kalau memang itu hanya gosip syukurlah” sahut Etta


“Kau tak perlu khawatir, itu hanya salah paham saja. Itu Cuma sekedar hubungan sekertari dan atasannya tidak lebih” sahut Lyna

__ADS_1


Lyna sangat khawatir tentang gosip yang sudah menyebar di perusahaan. Ia takut akan diberhentikan dari pekerjaannya.


Gosip itu pun akhirnya sampai ke telinga Aron. Mengetahui hal tersebut Aron merasa cemas dengan Lyna dan berusaha menghubungi Lyna. Akan tetapi Lyna tidak menjawab panggilannya.


Aron sangat cemas dan ia pergi mencari Lyna, tetapi ia tidak menemukan Lyna di meja kerjanya. Ia pun menyanyakan keberadaan Lyna


“Apa kau melihat sekertaris Lyn” tanya Aron


“Tadi saya melihat sekertaris Lyn pergi ke ruang baca” sahut pegawai


Aron pun pergi untuk menemui Lyna. Ia melihat Lyna yang sedang melamun melihat ke arah luar dari jendela di ruang baca tersebut. Aron langsung menghampiri Lyna.


Belum sempat Lyna menjawab pertannyaan Aron, Aron langsung menarik tangan Lyna


“Apa yang bapak lakukan, saya mau dibawa kemana?” tanya Lyna


“Kau ikut saja, apa kau mau kita bicara disini ditengah banyak orang” ucap Aron

__ADS_1


“Baiklah, tapi bisa anda lepaskan tangan saya. Saya akan mengikuti bapa dari belakang” sahut Lyna


Mereka pun pergi ke halaman atas, tempat yang nyaman untuk mengobrol berdua. Aron pun mencoba untuk menjelaskan kepada Lyna tentang gosip yang beredar di kantor mengenai hubungan dirinya dengan sekertaris Lyn, mereka mengobrol dengan sangat sarius.


“Apa yang anda ingin bicarakan dengan saya” tanya Lyna


“Sekertaris Lyn apa kau baik-baik saja” tanya Aron


“Iya saya baik-baik saja” jawab Lyna


“Sekertaris Lyn kau tau perlu khawatir dengan gosip yang beredar sekarang ini” ucap Aron


“Ahh mengenai itu, saya tidak memperdulikan apa kata orang, karena apa yang mereka katakan itu tidak benar” sahut Lyna


“Baiklah, kau tak perlu mencemaskannya aku akan segera membereskannya. Sekarang kembalilah bekerja” ucap Aron


Mendengan perkataan Aron perasaan Lyna pun sedikit lebih tenang, karena ia percaya dengan Aron. Aron pun pergi terlebih dahulu meninggalkan Lyna, dan ia mencoba membereskan gosip yang tengah rame menjadi perbincangan tersebut.

__ADS_1


Apa yang akan dilakukan Aron. . .?


__ADS_2