
Setelah Aron tahu bahwa Lyna tidak mengetahui bahwa bagaimana bisa ia tertidur di kamarnya sendiri, Aron pun mencoba menggodanya, ia merasa senang karena Lyna terlihat tersipu malu mendengar cerita Aron bahawa ia tidur sambil berjalan kembali ke kamarnya
“Benar benar memalukan, dan kau melihatnya” ucap Lyan dengan menutup mukanya
“HAHAHA...tidaklahh, mana mungkin aku membiarkanmu tidur sambil jalan” ucap Aron
“Lalu, kenapa aku bisa sampai ada di kamar” sahut Lyna
“Waktu aku tau kamu ketiduran, aku langsung membawamu ke kamarmu.” Ucap Aron
“Kau serius” sahut Lyna
“Tentu, aku sendiri yang menggendongmu, kau masih tidak percaya padaku” ucap Aron
Lyna memikirkan, bagaimana mungkin Aron yang menggendongnya. Apakah Aron begitu peduli padanya???
“Lyna, aku baru tau selain kau takut gelap kau juga ternyata berat yahhh” ucap Aron sambil menggoda Lyna
“Ahh masa, tidak kok” jawab Lyna sambil malu-malu
Mendengar jawaban Lyna, Aron pun tertawa melihat tingkah Lyna yang sangat menggemaskan
__ADS_1
Aron dan Lyna bersiap untuk pergi jalan-jalan, mereka pergi ke taman hiburan yang sangat populer di Negara tersebut. Tidak memandang seorang bos dan sekertarisnya, mereka terlihat seperti sepasang kekasih ketika pergi berdua.
Aron sangat pandai menyenangkan hati seorang wanita. Mereka menaiki beberapa wahana dan terpancar kegembiraan pada wajah mereka. Tersisa satu wahana yang ingin mereka naiki yaitu kincin angin raksasa.
“Wahh pasti pemandangan dari atas sana sangat indah” ucap Lyna
Mendengar itu Aron pun tak ingin menyianyiakan kesempatan, ia ingin menyatakan perasaanya pada Lyna tepat ketika berada di puncak kincir angin tersebut.
Mereka pun akhirnya menaiki kincir angin tersebut setelah lama mengantri.
“Kamu senang Lyna” tanya Aron
“Tentunya hari ini hari yang sangat menyenangkan, pergi berdua denganmu, menikmati liburan bersama, melihatmu senang aku pun juga ikut senang” sahut Aron
Mendengar perkataan Aron tersebut, membuat Lyna lagi-lagi tersipu malu. Hatinya mulai berdegup kencang
Dag . . . Dig . . . Dug . . . Dag . . . Dig . . . Dug
“Disini hanya kami berdua, apa yang harus aku lakukan. Kenapa aku gugup sekali huhhhh...?” gumam Lyna dalam hati
Mereka pun sampai di puncak tertinggi kincir angin tersebut. Aron yang ingin menyatakan perasaannya pada Lyna, mulai memegang kedua tangan Lyna. Lyna pun terkejut melihat Aron yang tiba-tiba memegang kedua tangannya. Ia mencoba menariknya, tapi kembali ditarik oleh Aron dan ia memegangnya dengan erat dan lembut.
__ADS_1
“Apaaaa yang ingin kamu lakukan” ucap Lyna dengan sangat gugup
Aron hanya menatap Lyna dengan tatapan sangat dalam, dan ia mulai mencoba bebicara pada Lyna
“Apa kau ingin bersama dengan ku” ucap Aron
Mendengar perkataan Aron yang menginginkannya untuk bersama dengannya, hal itu membuat Lyna sangat terkejut, ia terdiam sejenak memikirkan apakah Aron sedang bercanda dengannya? Atau sedang mempermainkan perasaannya? Ataukah ia mengatakan yang sebenarnya. Tapi apakah itu mungkin???
Lyna bingung apa yang harus ia lakukan, ia hanya bisa menarik tangannya dari genggaman Aron
“Apa yang kau bicarakan, kau hanya sedang bercanda denganku saja kan?” ucap Lyna
“Aku benar-benar serius dengan apa yang aku katakan barusan” sahut Aron
Lyna makin bingung, iya tidak bisa percaya begitu saja dengan perkataan Aron
“Bagaimana mungkin,,,hmmm aku tidak bisa mempercayainya. Sungguh ini sangat aneh dan tiba-tiba. aku hanya bawahanmu, mengapa kau bisa menyukai? Apakah ini bisa dipercaya” sahut Lyna
Aron pun mencoba menjelaskan pada Lyna, akan tetapi belum sempat ia menjelaskan banyak, mereka pun telah selesai menaiki kincir angin tersebut dan harus turun kembali...
"Pegang tanganku" ucap Aron ketika ia membantu Lyna untuk turun dari kincir angin tersebut
__ADS_1