Selesai Sebelum Memulai

Selesai Sebelum Memulai
Page 44


__ADS_3

Belakangan ini Aron tak terlihat seperti Aron yang biasanya. Aron yang kita kenal, sebesar apapun masalah yang ia hadapi, ia dapat dengan cepat menyelesaikannya. Namun berbeda dengan kali ini, masalah yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya telah menimpa dirinya


Apakah Aron mampu menyelesaikannya???


 


~


 


Beberapa hari ini Aron mencoba menghubungi ibunya dan ia meminta bantuan ibunya agar tidak ikut memaksanya untuk menerima perjodohan itu. Aron yang selama ini mengetahui bahwa ibunya selalu mendukungnya dari belakang, dan ia berfikir bahwa mungkin saja ibunya dapat membantunya membicarakan masalah perjodohan itu dengan ayahnya.


“Ibu aku punya pilihanku sendiri, aku ingun orang yang menemani kehidupanku kelak itu orang yang sangat aku cintai. Ibu apa kau bisa membantuku membicarakannya pada ayah” ucap Aron


“Apa itu Lyna, orang yang kau cintai?” tanya Ibu


“Iya, aku sangat mencintainya. Aku tidak ingin bersama orang selain dirinya ibu” sahut Aron


“Baik ibu akan coba membicarakannya dengan Ayah, tapi ibu belum yakin apakah akan berhasil. Kau sendiri mengetahui sifat ayahmu. Ibu akan selalu mendukungmu, mendukung pilihanmu. Ibu juga setuju kalau kau dengan Lyna, dia orang yang lembut dan baik” sahut Ibu


“Baik ibu, aku juga akan mencari cara untuk berbicara dengan ayah” ucap Aron


 


Aron tidak hanya menghubungi ibunya, ia juga menghubungi Zoe dan mengajaknya untuk bertemu.


“Ada apa kau ingin bertemu denganku” ucap Zoe

__ADS_1


“Satu-satunya hal yang ingin aku bicarakan denganmu mengenai perjodohan kita. Aku rasa orang yang tidak saling mencintai akan sulit untuk menciptakan suatu hubungan yang harmonis” ucap Aron


“Apa maksudmu kau menolak perjodohan ini” sahut Zoe


“Aku tidak mencintaimu, begitu juga dengan kau. Kita baru kenal, dan aku telah mempunyai kekasih, aku sangat mencintainya” sahut Aron


“Mengapa kita tak coba untuk saling mengenal. Terakhir kali aku pernah mengatakannya padamu, aku tak ingin mengecewakan orang tuaku. Kalau itu saja yang ingin kau katakan, aku pergi masih banyak urusan di kantor” sahut Zoe


 


 


Zoe yang merasa kesal karena Aron ingin membatalkan perjodohan mereka, ia langsung pergi meninggalkan Aron. Sekarang hal yang harus dilakukan Aron adalah membuat Zoe tidak menyukainya dan membatalkan perjodohan mereka.


Tapi !!!


 


“Satu-satunya orang yang dapat membantuku saat ini adalah Dion. Aku harus menghubunginya” gumam Aron


 


Karena kesibukan masing-masing, meskipun bertemu setiap hari tapi Aron dan Lyna bahkan tak banyak saling bicara. Aron sangat merindukan Lyna, dan ia pun pergi ke rumah Lyna. Sesampainya di rumah Lyna ia berpapasan dengan ibu Lyna yang saat itu ingin pergi keluar.


“Apa ibu ingin keluar” tanya Aron


“Iya, kau ingin bertemu Lyna kan. Kau masuk saja dia ada di dalam” sahut Ibu

__ADS_1


 


Aron kemudian masuk ke dalam rumah Lyna, dan ia memanggil-manggil Lyna namun tak ada yang menjawab. Aron kemudian mencarinya ke kamarnya namun ia tak juga bertemu dengan Lyna. Aron merasa khawatir, karena ia tak menemukan Lyna, dimana Lyna? Ia bahkan tak menemukannya di kamarnya.sendiri...


Ia mencarinya dan ia melihat Lyna duduk termenung di rooptoof rumahnya . Aron sempat memanggil namanya namun Lyna tak mendengarnya, kedua kalinya Aron memanggilnya, namun juga tak ada respon dari Lyna.


 


Aron kemudian menghampirinya dan memeluknya dari belakang, ia mengatakan “aku merindukanmu, sangat merindukanmu”. sambil mencium lembut pundak bening Lyna. Lyna terkejut tiba-tiba Aron datang ke rumahnya dan memeluknya dari belakang. Karena akhir-akhir ini ia jarang sekali berinteraksi dengan Aron, kecuali membahas masalah pekerjaan.


 


 


Lyna mencoba melepaskan dirinya dari pelukan Aron, namun Aron kembali memluknya dengan erat. “Aku benar-benar sangat merindukanmu. Bisakah au tetap seperti ini” ucap Aron. Sementara itu Lyna hanya terdiam di pelukan Aron. Ia merasakan kehangatan yang Aron berikan padanya.


 


"Aron bagaimana kau bisa tahu aku disini" ucap Lyna yang mulai berbicara pada Aron. Namun Aron hanya terdiam dan bersandar pada tubuhnya


 


Perasaan yang amat senang, tenang, yang mereka rasakan pada saat itu. Kerinduan yang menghantui satu sama lain. Tak ingin melepaskan, dan juga tak ingin untuk di lepas.


 


 

__ADS_1


__ADS_2