
Keesokan harinya . . .
Lyna kembali bekerja, dan berusaha tersenyum ceria
Entah mengapa hari ini perasaan Lyna begitu bergejolak, Lyna berusaha fokus pada kerjaannya, tapi tetap saja ia tidak bisa fokus pada pekerjaannya. Berkali-kali ia melupakan sesuatu yang seharusnya ia kerjakan dan serahkan pada Aron. Hari itu ia tidak terlihat seperti Lyna yang biasanya.
“Sekertaris Lyn, mengapa hari ini pekerjaanmu banyak yang kau lupakan. Apa kau ada masalah” ucap Aron
Selagi memperbaiki pekerjaannya, Lyna tiba-tiba mendapat telpon dari ibunya. Ia mendengar suara ibunya di telepon seperti orang sedang menangis.
“Ibu, ada apa? Apa keadaan ayah baik-baik saja?” tanya Lyna
“Lyna kamu cepat kemari, ayahmu...ayahmu dia sudah tidak ada” ucap Ibu sambil menangis
__ADS_1
“Apa ibu? Apa maksud ibu? Ayah kemana?” tanya Lyna yangs angat khawatir
“Ayahmu sudah meninggal.....” sahut Ibu
Lyna sangat terkejut, ia pun bergesas pergi tanpa sempat berpamitan dengan Aron orang-orang kantor.
Aron yang tidak melihat keberadaan Lyna, ia pun kemudian menanyakannya dengan karyawan yang lain. Lalu karyawan itu pun mengatakan bahwa sekertaris Lyn pergi dengan sangat terburu-buru setelah mendapatkan sebuah telepon, entah itu dari siapa.
Kemudian Aron mencoba menghubungi Lyna, namun tidak ada jawaban apapun dari Lyna. Ia pun mencoba mencari teman Lyna yaitu Etta dan Liona dan menanyakan tentang Lyna dengan mereka. Akan tetapi Etta dan Liona pun tidak mengetahuinya.
Etta dan Liona sangat terkejut, karena Lyna tidak pernah cerita apa-apa mengenai kondisi ayahnya. Mereka pun menghubungi Dion dan langsung pergi ke rumah duka
Sementara itu Aron langsung memberitahukan karyawan-karyawan di kantornya mengenai kabar duka tersebut, dan menghentikan pekerjaan sementara dan mempersilahkan bagi mereka untuk melayat.
__ADS_1
Aron yang ditemani Aldo asistennya langsung bergegas ke rumah Lyna yang tampak sudah sangat ramai dan ia juga melihat Dion, Etta dan Liona disana. Namun ia tidak melihat keberadaan Lyna hanya ibunya yang terlihat duduk sambil menangis di samping ayah Lyna.
“Apa kau melihat Lyna, mengapa dia tidak ada disini” tanya Aron kepada salah seorang kerabat Lyna
“Dia ada di kamarnya, dia sangat bersedih karena kepergian ayahnya” sahut salah seorang kerabat Lyna
Aron pun pergi menuju kamar Lyna, dan ia melihat disana sudah ada Etta dan Liona yang menenangkan Lyna. Aron begitu sedih melihat kondisi Lyna yang terlihat sangat sedih. Ia sangat menyesal karena pernah membentak Lyna dan memaksanya untuk ikut party pada waktu itu, ia tidak mengetahui bahwa orang yang ingin Lyna temui pada waktu itu adalah ayahnya.
“Aku merasa bersalah padanya, aku terlalu egois. Sebaiknya aku tidak menemuinya dulu” gumam Aron
Lyna, ibunya, beberapa kerabat dan temannya ikut mengantar ayah Lyna ke pemakaman termasuk juga Aron. Dengan suasana yang begitu haru, Lyna tak henti-hentinya menangisi kepergian ayahnya, ia masih belum merelakan kepergian ayahnya yang begitu mendadak.
Puncak linangan air mata pun terlihat ketika ayah Lyna dimasukkan ke liang lahat, ia tak bisa menahan kesedihan yang ia rasakan. Dengan kondisi yang begitu lelah Lyna jatuh pingsang, ia tidak sadarkan diri dan harus dibawa kembali ke rumahnya. Ia dibawa oleh teman-temannya, termasuk Aron yang juga ikut membawa Lyna karena begitu khawatir dengan kondisinya.
__ADS_1
Lyna dibawa kembali ke rumahnya oleh Etta, Liona, dan juga Dion dengan mensiki mobil Dion, sementra Aron mengiring mereka dari belakang.
"Aku belum pernah melihatnya seperti yang sekarang ini. dia sangat dekat dengan paman, pasti dia sangat kehilangan" ucap Liona yang memapah Lyna