
Aron telah mengungkapkan semua isi hatinya pada Lyna
Lyna juga sangat senang mendengar perkataan Aron, dan ia sangat gugup dengan mukanya yang memerah.
Melihat tangan Lyna gemeteran dan melihat mukannya yang juga memerah. Aron kemudian memegang erat kedua tangan Lyna. Ia masih menunggu jawaban dari Lyna.
“Lyna, kau jangan merasa terbebani dengan apa yang aku katakan. Apapun keputusanmu aku akan menerimanya dan tetap akan menunggumu” ucap Aron
.
Lyna masih memikirkannya...
.
Tak ingin Aron menunggunya terlalu lama, Lyna pun mulai berbicara dengan Aron
“Aku minta maaf...” ucap Lyna yang belum sempat menyelesaikan perkataannya
Mendengar perkataan maaf dari Lyna yang belum sempat ia selesaikan. Aron malah melepaskan tangannya dan berusaha menerima keputusan Lyna. Akan tetapi kembali ditarik oleh Lyna.
Sekarang posisinya Lyna yang memegang kedua tangan Aron
“Kenapa kau lepaskan. Aku belum selesai bicara” ucap Lyna
Aron pun kagen dengan sikap Lyna pada saat itu
“Aku meminta maaf padamu karena sebelumnya aku pernah tidak mempercayai ucapanmu, aku pernah mengabaikanmu. Sekarang aku menyadarinya, bahwa aku juga nyaman berada di dekatmu, dan setiap kali kau menatapku aku selalu merasa gugup. Kau sangat perhatian padaku, kau sangat perduli padaku dan juga ibuku”
__ADS_1
“Aku juga ingin bersamamu” ucap Lyna dengan sangat yakin
.
Aron terdiam karena begitu senangnya
“Kau serius kan dengan apa yang kau katakan barusan” tanya Aron meyakinkan
“Iya, aku sangat serius” sahut Lyna
Aron langsung memeluk Lyna, ia sangat senang Lyna menerima perasaannya. Orang yang sangat ia cintai akhirnya menjadi miliknya.
“Lyna kau tau betapa senangnya aku hari ini. Lyna aku tidak ingin berjanji apapun denganmu, tapi aku akan melakukan apapun demimu” ucap Aron sambil mencium kening Lyna
Karena hari yang sudah larut malam dan cuacanya yang semakin dingin, mereka memutuskan untuk kembali ke kamar masing-masing dan beristirahat. Aron yang dari tadi menggenggam tangan Lyna, ketika mereka berada di depan kamar meraka, Aron pun harus melepaskan genggaman itu.
“Aku tidak ingin melepaskannya, aku ingin terus bersamamu” ucap Aron
“Aku juga tak ingin kau melepaskannya, tapi ini sudah larut malam, bagaimana nanti ada yang melihatnya. Cepat lepaskanlah” ucap Lyna
“Baikalahh, selamat malam sayangku” ucap Aron dan kemudian ia memeluk Lyna sebelum kembali ke kamarnya
Aron yang memanggilnya dengan sebutan sayang, membuat hati Lyna berdebar-debar. Setelah itu Lyna juga masuk kekamarnya. Ia melihat Etta dan Liona yang berada di depan pintu memandanginya dengan wajah serius.
__ADS_1
“Heiii, kalian mengagetkanku. Kalian belum tidur” tanya Lyna
“Kenapa mukamu merah begitu” tanya Liona
“Lyna kau kemana saja, kau tau kami mencarimu, kau tiba-tiba menghilang” ucap Etta
Lyna yang tampak sangat bahagia, ia hanya tersenyum-senyum kepada Etta dan Liona.
“Pasti kau pergi dengan Aron, apa yang kalian lakukan. Kau tampak sumringah” ucap Etta
“Huahhh, aku akan cerita sama kalian apa yang kami lakukan, tapi besok. Sekarang aku sudah ngantuk dan sangat lelah” ucap Lyna
“Baikalah, cepat istirahat kami juga lelah menunggumu dari tadi” ucap Liona
Keesokan harinya
Hari ke dua mereka berada di Pulau Metra, mereka telah merencanakan untuk pergi snorkeling, melihat keindahan alam bahawa laut.
Mereka berkumpul di restoran untuk breakfast terlebih dahulu, setelah itu mereka bersiap-siap dan langsung menuju lokasi untuk snorkeling dengan menaiki speed boat. Terlihat Aron dan Lyna yang selalu bersama dari tadi, Aron juga membantu Lyna memasangkan alat-alat untuk snorkeling seperti diving mask, fin dan snorkel. Aron bahkan tak ragu menunjukan perhatiannya pada Lyna, ia selalu berada di samping Lyna membantunya dan melindunginya.
Mereka memang tak ragu menunjukan kedekatan mereka...
__ADS_1