
Matahari telah terbenam, dan hari pun mulai gelap, setelah menikmati pemandangan sunset bersama, Aron dan Lyna kembali ke resort dan bersiap untuk dinner bersama Etta, Liona dan Dion.
Mereka makan malam bersama di restoran sebelum pergi ke festival musik. Tak lama setelah itu mereka pergi ke festival musik dengan berjalan kaki, karena letaknya yang tidak jauh dari resort.
Disana banyak sekali orang yang memamerkan dagangannya yang khas dari pulau tersebut. Tanpa sepengetahuan yang lainnya Aron mampir di sebuah stand yang menjual berbagai macam pernak-pernik khas, dan ia membeli sepasang gelang untuknya dan untuk Lyna yang sangat cantik dan mempunyai motif yang khas.
“Hei, hei, coba kalian lihat (menunjuk ke arah panggung besar), itu benar STIVE . . . Wahh beruntung sekali aku bisa melihat mereka disini” ucap Etta
“Siapa STIVE???” tanya Lyna dan Liona, mereka tidak mengetahui STIVE, tapi mereka sering mendengar lagu-lagunya dari ponsel Etta
STIVE adalah salah satu grub band terkenal asal Negara J, yang terdiri dari lima personel dan Etta adalah salah satu penggemar mereka, ia sangat menyukai lagu-lagu mereka.
Mereka semua mendekat ke arah panggung dan menikmati musik yang ada di sana. Sungguh memang keberuntungan bagi Etta bisa menyaksikan STIVE secara langsung dan melihat personelnya lebih dekat.
“Dilihat dari dekat mereka semua memang tampan-tampan. Etta memang beruntung” ucap Liona
“Iya benar, mereka sangat tampan” sahut Lyna
__ADS_1
“Siapa yang tampan? Mereka? Masih tampanan kita lahh (sambil merangkul Aron)” sahut Dion mendengar perkataan Liona
“Lyna menurut kamu siapa yang lebih tampan, mereka atau aku” ucap Aron
Lyna hanya tertawa mendengar perkataan Aron, begitu juga dengan Etta dan Liona yang juga ikut tertawa mendengar ucapan Aron.
“Lyna cepat kau jawab pertanyaan Aron, hahha” ucap Liona
“Hmmm, mereka tampan...tapi kau lebih tampan” ucap Lyna sambil menatap Aron
Aron yang tampak tersipu malu mendengar perkataan Lyna.
Hari sudah larut malam, dan mereka memutuskan untuk kembali ke resort. Mereka juga ngobrol selagi di perjalanan pulang dan Liona sempat melontarkan candaannya kepada Aron dan Lyna.
“Besok kita sudah harus pulang, dan lusannya juga sudah harus masuk kerja” sahut Etta
Mereka telah sampai di resort...
Sebelum Lyna pergi kekamarnya Aron menghampirinya dan memasangkan gelang yang ia beli di tangan Lyna.
“Sama kan, punya kau dan punyaku” ucap Aron
“Kau membeli gelang pasangan” sahut Lyna
__ADS_1
“Bagaiman kau suka” tanya Aron
“Iya, aku suka. Gelang ini sangat antik” sahut Lyna
“Istirahatlah, selamat malam” ucap Aron
. . .
Keesokan harinya
Hari dimana mereka akan kembali ke Kota A, dan jadwal penerbangan mereka pukul 13.30. sebelum waktunya tiba mereka menyempatkan untuk mengunjungi sebuah restoran yang mengapung yang lokasinya berada di tengah laut.
Mereka pergi ke dermaga dari restoran itu dengan menaiki speed boat sekitar satu jam perjalanan. Ketika mereka sampai di restoran tersebut, mereka disuguhkan pemandangan yang sangat berbeda dari tempat lain dan belum pernah mereka rasakan sebelumnya di tempat lain.
Sensasi makan di tengah laut, yang membuat tempat itu wajib dikunjungi ketika berada di Pulau Metra.
Setelah cukup lama berada di restoran tersebut, mereka memutuskan untuk kembali ke resort, karena harus bersiap-siap untuk checkout.
Waktu tepat pukul 12.00 dan mereka berangkat menuju airport. Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam mereka tiba di airport.
Liburan yang singkat, namun sangat bermakna. Terutama bagi Aron dan Lyna. Dimana Pulau Metra merupakan tempat mereka resmi menjadi sepasang kekasih, menjadi saksi kisah cinta mereka...
__ADS_1