
Ketika Lyna berjumpa dengan Aron di lift kantor, ia hanya tersenyum dan menyapanya. Sesungguhnya apa yang Lyna lihat kemaren, itu sangat mengganggu pikirannya. Ia penasaran dengan orang yang bersama Aron kemaren, dan Lyna juga bingung, apakah ia harus menanyakannya pada Aron.
Mereka memasuki ruangannya masing-masing, tak lama setelah itu Aron menghubungi Lyna lewat telepon kantor dan memintanya untuk membawakan berkas-berkas yang harus ia tanda tangani.
Lyna kemudian pergi dan masuk ke ruangan Aron, ia menyerahkan berkas-berkas yang di minta Aron, dan pada saat itu juga Aron berbicara padanya, ia minta maaf karena tidak sempat menghubunginya dan membalas pesan darinya.
“Aku minta maaf padamu karena tidak sempat menghubungimu dan membalas pesan darimu” ucap Aron sambil memegang kedua tangan Lyna
“Aku mengerti, pada saat itu kau kan sedang bersama keluargamu, dan kau pasti sibuk dengan mereka” sahut Lyna
“Terima kasih Lyna, kau sangat mengerti aku” ucap Aron
Lyna masih menunggu Aron menceritakan sesuatu padanya
“Apa kedua orang tuamu baik-baik saja? Kau pasti sudah lama tak berjumpa dengan mereka.” tanya Lyna yang saat itu mencoba agar Aron menceritakan padanya yang terjadi kemaren”
“Mereka baik-baik saja, dan mereka memintaku berkunjung juga tidak untuk hal yang penting” sahut Aron
“Mungkin mereka merindukan anaknya, apa kalian tidak pergi bersama” tanya Lyna
__ADS_1
“Tidak, aku hanya makan dan menginap di sana” sahut Aron
Lyna berharap Aron akan jujur dan mengatakan padanya apa yang ia lakukan kemaren, tapi ternyata Aron tak menceritakannya, kemana ia pergi kemaren bersama seorang wanita.
“Tidak mungkin aku salah lihat orang, kemaren itu benar mobil Aron dan aku juga melihat dia yang mengemudi” gumam Lyna
Lyna pun kembali ke meja kerjanya, dan ia berusaha untuk berpikiran positif pada Aron. Mungkin wanita yang bersamanya kemaren adalah kerabat dekatnya, dan bukan hal yang penting untuk diceritakan padanya
“Halloo Aron, kau sekarang sudah pulang kerja kan. Ayah sekarang berada di restoran dekat kantormu, cepat kau kemari ayah tunggu” ucap ayah Aron
“Hallo,,,halloo ayahhh tunggu dulu .......” sahut Aron yang tak sempat menyelesaikan pembicaraan karena langsung di tutup ayahnya.
“Ada apa, apa ayahmu baik-baik saja?” tanya Lyna
“Dia sekarang berada di restorang dekat kantor kita, dan memintaku untuk segera kesana” sahut Aron
“Kalau begitu kau susul cepat ayahmu” ucap Lyna
__ADS_1
“Aku akan mengantarmu dulu, baru aku temui dia” sahut Aron
“Kau tak perlu mengantarku, itu akan membuang banyak waktu, dan ayahmu pasti akan menunggumu. Kau langsung temui dia saja, aku bisa pulang sendiri tak perlu khawatir” sahut Lyna
Lyna memutuskan untuk pulang sendiri dan ia bertemu Etta dan Liona di depan kantor, dan mereka pergi sebentar ke tepi sungai kota untuk bersantai sebelum kembali ke rumah.
“Lii akhir-akhir ini kamu aku perhatikan sangat pendiam dan kau kurusan yahh” tanya Etta
“Benarkah? Ada apa Lii, kau ceritakan pada kami” sahut Lyna
Lionaa yang saat itu sedang mempunyai masalah dengan kekasihnya, sehingga membuatnya terlihat murung beberapa hari kemaren. Liona menceritakan masalahnya kepada Lyna dan Etta bahwa Ia dan kekasihnya terlibat percekcokan akibat kesibukan mereka masing-masing sehingga tidak punya waktu untuk bertemu, dan sementara ini mereka memilih untuk backstreet.
“Apa kekasihmu juga sangat sibuk? Bagaimana dengan hari weekend, apa tidak ada waktu juga?” tanya Lyna
“Aku sibuk, dan dia juga lebih sibuk. Bahkan weekend pun lebih mementingkan urusan kantornya. Sekarang aku dan dia susah untuk bertemu, dan ketika kami bertemu pun selalu ribut. Aku harus bagaimana, aku sendiri yang memutuskan untuk backstreet, tapi sekarang aku menyesalinya. Huhuhuuu” sahut Liona
Lyna termenung dan juga memikirkan perubahan sikap Aron padanya. Hmmm...
“Mengapa kalian berdua bengong. Why?” tanya Etta
__ADS_1
"Suasana disini cukup tenang sangat cocok untuk bersantai" sahut Lyna yang mengalihkan pembicaraan