Selesai Sebelum Memulai

Selesai Sebelum Memulai
Page 48


__ADS_3

Ketika Liona sedang menunggu Erwin kembali, seorang pelayan restoran datang menghampirinya denagn raut wajah yang sangat panik pelayan itu pun mengatakan padanya bahwa orang yang datang bersamanya tadi tak sadarkan diri.


“Nonaa, sekarang anda harus melihatnya. Tolong ikuti saya” ucap Pelayan restoran


Liona panik mendengar hal tersebut, ia kemudian langsung mengikuti pelayan restoran tersebut.  Pelayan restoran itu pun mengantarnya menemui Erwin yang tak sadarkan diri.


Pelayan restoran itu membawa Liona ke suatu tempat, dan ketika ia membuka pintunya...


 


TARAAA. . . . . . . . . . . !!!


 


Erwin, Etta, Dion, Lyna dan Aron meberikan kejutan kepada Liona dan mereka menyanyikan lagu selamat ulang tahun.


 


 


Liona yang pada saat itu sangat panik dengan keadaan Erwin dan ketika ia membuka pintu ruangan itu ia benar-benar sangat terkejut dan ketika ia tahu ia telah dikerjaiin oleh teman-temannya ia sempat merasa kesal. Namun mengetahui maksud mereka Liona juga merasa terharu, sampai-sampai ia tak tahan untuk meneteskan air mata.


“Ohhh apa yang kami lihat ini, dia meneteska air mata” ucap Dion


“Sudah-sudah, saatnya tiup lilin” ucap Dion


 


Liona merasa sangat bahgia. Karena di ulang tahunnya kali ini, ia begitu banyak mendapat kejutan.


“Liona selamat ulang tahun, maafkan kami telah berbohong padamu waktu itu. Kami tak akan pernah lupa dengan ulang tahunmu. Kami sangat sayang denganmu.” Ucap Lyna dan Etta sambil berpelukan dengan Liona


“Aku juga sangat sayang dengan kalian, terima kasih karena selalu ada untukku. Terima kasih juga untuk semuanya.” sahut Liona

__ADS_1


 


 


Mereka menghabiskan waktu bersama, larut dalam kebahagiaan.


 


 


“Mari kita nikmati kebersamaan ini, dan kita lupakan masalah yang terjadi saat ini” bisik Aron pada Lyna


“Emmm, aku akan merasa selalu bahagia jika kita bisa terus seperti ini” sahut Lyna, dan kemudian Aron memegang tangan kanannya.


 


Dion dan Aron sekali-sekali bicara megenai rencana mereka


“Apakah Zoe terus menghubungimu?” tanya Dion


“Kami memang sering ngobrol, dan aku juga sedikt banyak mengetahui kebiasaanya. Tapi memang dia begitu kekeh terhadap perjodohan itu. Apa kau pekan ini ada waktu?” ucap Dion


“Iya aku tidak ada kesibukan, memang kau punya rencana apa?” tanya Aron


“Aku akan memberi tahumu nanti” sahut Dion


 


 


Apa yang Dion rencanakan?


 

__ADS_1


 


Mereka kembali berkumpul bersama dan menghabiskan waktu bersama. Tidak terasa waktu berlalu begitu saja dan hari pun sudah larut malam. Mereka memutuskan untuk menyudahi pesta tersebut dan kembali pulang.


“Terima kasih Erwin, Etta, Lyna, Dion, dan juga Aron kalian telah meluangkan waktu untuk menyiapkan ini semua. Meskipun sebelumnya agak kesel karena ulah kalian, tapi dengan ini aku benar-benar merasa sangat bahagia. Aku sangat beruntung mengenal kalian, terutama kau Etta dan Lyna sahabat terbaikku.” ucap Liona


 


Mereka kembali, Liona bersama Erwin, Dion yang juga mengantarkan Etta, dan Aron bersama Lyna.


 


“Lyna apa kau tidak merasa bosan sendiri di rumah. Apa kau mau pulang bersamaku” ucap Aron


 


Sebelumnya, ibu Lyna telah pergi Kota F karena ada acara keluarga. Lyna sebenarnya juga ingin ikut tapi ia harus masuk kerja. Sehingga ibunya lah yang berangkat sendiri, dan sudah dua hari berada di Kota F.


“Lyna kau ikut denganku ya, apa kau tau aku sangat khawatir kau sendirian di rumah. Kita juga bisa berangkat kerja bareng besoknya. Begini saja, kalau kau tidak ikut denganku bagaimana kalau aku yang ikut denganmu” ucap Aron


“Tidak tidak, aku tidak apa di rumah sendiri, kau tak perlu khawatir denganku Aron.” Sahut Lyna


“Pokoknya aku tidak akan membiarkanmu sendiri, kau pilih di tempatmu atau di tempatku” ucap Aron dengan tegas


“Yahhh, bagaimana bisa kau membuat pilihan seperti itu Aron.....” Sahut Lyna


 


Apakah di tempat Lyna atau di tempat Aron?


Apa yang akan dipilih Lyna? Atau mungkin saja di tempat yang lain :D


 

__ADS_1


 


__ADS_2