
Mengetahui ayahnya yang masuk rumah sakit karena kecapean dan terlalu banyak yang dipikirkan, Lyna pun menanyakan kepada ibunya apakah penyebab ayahnya menjadi begini karena masalah proyeknya yang telah berpindah tangan???
Ibu Lyna sangata terkejut mengetahui bahwa Lyna telah mengetahui tentang proyek tersebut.
“Bagaimana kau mengetahui tentang proyek itu Lyna” tanya Ibu
“Sebenarnya aku telah menyadarinya dari sikap kalian, dan aku mencari tahu semuanya” sahut Lyna
“Kau sekarang sudah mengetahuinya, proyek yang ayahmu kerjakan dengan persiapan yang benar-benar serius, sekarang sudah berpindah tangan, dan itu yang membuat kita mengalami kerugian dan membuat ayahmu dan rekan-rekannya kehilangan pekerjaan. Lyna kau tau sendiri ayahmu, dia tarlalu memikirkan masalah ini sehingga kurang memperhatikan kesehatannya” ucap Ibu
“Ibu apakah kita tidak bisa mengambil proyek itu kembali" tanya Lyna
"Ayahmu dan rekannya juga telah berusaha untuk itu, namun mereka orang-orang yang sangat hebat, dan kita bukanlah tandingannya" sahut ibu
"Ibu kau tau siapa yang merebut proyek tersebut” tanya Lyna
“Entahlah, ayah tidak memberitahu ibu siapa orangnya. Dia hanya bilang orang tersebut orang yang sangat luar biasa, dan bukan tandingannya. Ayahmu juga dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi” sahut Ibu
“Lyna kau baru saja kembali, kau pulang saja ke rumah. Istirahatlah kau kan besok harus bekerja” ucap Ibu
__ADS_1
Dengan perasaan yang campur aduk Lyna kemudian kembali ke rumahnya.
Keesokan harinya...
Seperti biasa Lyna berangkat ke kantor, ia menyelesaikan beberapa pekerjaaa. Tiba-tiba Aron mengampiri ruangan staf. Ia mengumumkan keberhasilan dan kemenangannya kepada seluruh stafnya dan mengajak mereka untuk makan-makan bersama merayakan keberhasilan tersebut.
Pekerjaan pun telah berakhir, Aron dan para stafnya pergi untuk makan-makan.
“Bisa kita berangkat sekarang” ucap Aron
“Mohon maaf sepertinya saya tidak bisa ikut” ucap Lyna, karena Lyna harus pergi ke rumah sakit
“Pokoknya, satu orang tidak ikut, maka makan-makannya kita batalkan saja” sahut Aron
Merasa tidak enak dengan karyawan yang lainnya, akhirnya Lyna pun meng-iyakan untuk ikut makan-makan bersama.
Lyna hanya diam selama perjalanan, perasaannya sangat khawatir karena ia sangat merindukan ayahnya. Semenjak kembali ke Kota A ia hanya sebentar melihat ayahnya dam belum berbicara apapun padanya.
Mereka pun tiba di restoran yang sudah di reserpasi atas nama Aron. Melihat Lyna yang tepat duduk di depannya terlihat sangat muram, tidak banyak bicara dan kurang menikmati makannannya, membuat Aron khawatir padanya.
__ADS_1
Acara makan-makan pun telah selesai, para staf satu persatu kembali ke rumah mereka masing-masing. Begitu juga dengan Lyna ia pun bergegas untuk pergi ke rumah sakit. Namun ketika ia hendak pergi, Aron menghentikannya
“Lyna aku akan mengantarmu pulang, bisa kita bicara sebentar” ucap Aron
“Tidak apa-apa, saya bisa pulang sendiri. Maaf saya sedang buru-buru, bagaimana kalau besok saja” ucap Lyna.
Lyna kemudian pergi, namun lagi-lagi Aron menghentikannya dengan menarik tangannya.
“Saya benar-benar tidak bisa sekarang, ada yang sedang menunggu saya” ucap Lyna yang sedikit kesal
“Mengapa, apa orang itu sangat penting bagimu” sahut Aron yang juga kesal karena melihat Lyna yang kurang fokus padanya
Lyna sangat kesal dengan Aron yang terus saja menahan dirinya. Ia kemudian menarik tangannya dari genggaman Aron dan bergegas pegi secepatnya dengan ekspresi wajah yang sangat marah.
“Apa dia marah? Mengapa dia marah? Apa orang yang ingin ia temui begitu penting” gumam Aron yang juga kesal dengan Lyna
Lyna pun tiba di rumah sakit dan ia melihat kondisi ayahnya yang masih sama seperti sebelumnya, belum ada kemajuan, masih terbaring lemah dan hanya berbicara sedikit padanya.
Melihat ayahnya yang terbaring di rumah sakit, hatinya begitu sangat rapuh, matanya berkaca-kaca, namun ia berusaha menahan kesedihan itu, ia juga berusaha untuk menguatkan ibunya yang tentunya juga sangat sedih.
__ADS_1
"Ayah cepat sembuh" ucap Lyna