
Setelah selesai dinner, ngobrol-ngobrol, bahkan juga berdansa berdua. Aron pun mengantarkan Lyna pulang ke rumahnya.
Keesokan harinya, sehari sebelum libur akhir tahun...
Lyna yang sedang beres-beres mempersiapkan kebutuhannya selama liburan mendapatkan sebuah telepon dari Aron
“Hallo Lyna, apa aku mengganggumu? Kau sedang apa sekarang” tanya Aron
“Iya, halloo. Tidak tidak, aku sekarang lagi packing buat besok” sahut Lyna
“Aku mengganggumu packing” ucap Aron
“Hmmm, tidak kok. Sedikit lagi beres” sahut Lyna
“Ok...Lyna nanti besok aku akan menjemputmu, kita berngkat bersama ke airport” ucap Aron
__ADS_1
Hari keberangkatan pun tiba.
Aron, Lyna, Etta, Liona dan juga Dion telah tiba di airport, mereka langsung pergi menuju tempat tujuan mereka yaitu Pulau Metra yang terletak di Negara J, yang mana Pulau itu adalah lokasi yang sebelumnya telah di rekomendasikan oleh Aron.
Setelah menempuh perjalanan udara sekitar empat jam, dan perjalanan darat sekitar satu jam, mereka pun tiba di Pulau Metra. Sesampainya di sana mereka terlihat sangat senang dan sangat puas, karena pemandangannya yang indah dan sangat memanjakan mata.
“Ini pulau yang beitu indah dan mewah” ucap Liona
“Iya, benar-benar sangat indah. Pilihanmu sangat tepat” ucap Lyna sambil menatap Aron
Pulau Metra terletak di Negara J, pulau yang sangat indah, dengan hamparan pasir putih, air yang jernih, kehidupan bawah laut yang mempesona, dan laut biru yang sangat memanjakan mata.
Aron ingin mengadakan sebuah pesta kecil-kecilan di resto resort tersebut bersama Lyna dan teman-temannya, karena tak lama sebelum itu Aron baru saja berulang tahun dan ia ingin merayakannya dengan suasana yang berbeda . . .
Setelah beres-beres barang bawaan, mereka semua langsung menuju pantai. Mereka pun menjajal berbagai wahana air yang ada di sana, seperti: banana boat, jetski, flying fish, dan masih ada yang lainnya.
Mereka semua memutuskan pertama kali untuk mencoba menaiki banana boat, dengan urutan duduk yang di depan ada Dion, setelah itu Liona, Etta, lalu Lyna dan yang paling belakang ada Aron. Permainan air yang sangat mengasyikan, mereka tampak bersenang-senang dengannya.
Mereka menikmati berbagai wahana air yang ada, lalu Aron yang menghampiri Lyna, dan ia mengajak Lyna untuk menaiki jetski bersamanya.
__ADS_1
“Lyna apa kau mau ikut denganku, mari kita coba untuk menaiki jetski” ucap Aron
Mereka berdua pun pergi ke tengan pantai dengan jetski, menikmati pemandangan dari tengah pantai. Aron mencoba menggapai tangan Lyna yang ada di belakangnya, dan mengarahkan tangan Lyna dan melingkarkan tangan Lyna ke tubuhnya agar Lyna berpegangan dengannya.
Lyna pun tampak senang dan nyaman dengan sikap Aron. Selama ini ia baru menyadari perhatian dan keseriusan Aron padanya dan ia mulai menerima niat baik dari Aron, Lyna juga tak ingin membohongi perasaanya, bahwa ia juga mulai tertarik dengan Aron.
“Lyna aku sangat senang sekarang bisa pergi bersamamu, berdua denganmu, kita liburan bersama, dan sekarang bersenang-bersenang bersama. Apakah kau merasakan hal yang sama?” ucap Aron
“Iya, aku pun begitu, aku juga senang melakukan banyak hal bersamamu” sahut Lyna
Aron sangat senang mendengar perkataan Lyna, ia merasa bahwa apa yang dikatakan Lyna benar-benar dari dalam hati Lyna. Aron pun kembali memacu kecepatan jetski tersebut sehingga membuat Lyna berpegangan erat padanya. Setelah 30 menit mereka berkeliling dengan jetski, mereka pun kembali ke pesisir pantai.
Setelah puas bermain air, Aron, Lyna, dan teman-temannya, duduk di tepi pantai sambil menantikan sunset untuk menikmati pemandangannya.
"Wahh, lihatlah pemandangannya, aku bahkan ingin meneteskan air mata ketika melihatnya." ucap Etta karena terharu
__ADS_1