Sensei to Atashi

Sensei to Atashi
Episode 11


__ADS_3

Hari ini aku berangkat lebih awal daripada kedua sahabatku. Tak lama kemudian mereka datang bersama.


 


“Ehemm, sepertinya ada yang punya kekasih tak bilang- bilang” Kataku tanpa ekspresi.


 


“Eh apa maksudmu?!” Nao berteriak.


 


“Lhoh, kog kamu yang kaget” Aku ikut melongoh, karena aku bermaksud menggoda Asami, tapi malah Nao yang berteriak.


 


“Lha apa maksudmu?” Kata Nao.


 


“Kau ini, aku tuh mau menggoda Asami!” Aku kesal.


 


“Kog aku” Asami sekarang ikut nimbrung.


 


“Kemarin kau pulang bersama dengan Shigeru-kun kan?” Goda ku.


 


“Darimana kau tahu?” Asami melebarkan matanya.


 


“Berarti itu betul??!” Nao segera menghampiri Asami.


 


“Ano… “ Asami kehilangan kata-katanya.


“Darimana kau tahu Kimiko? Bukankah kau pulang terakhir?” Tanya Nao.


 


“Itu karena Tet…” Ups hampir saja aku mengatakannya. “Karena aku punya mata- mata di sekolah ini” Lanjutku untuk menutupi kegugupanku.


 


“Kalian salah paham, kemarin itu karena ucapan terima kasih, itu saja” Bela Asami.


 


“Baiklah… baiklah… Ucapan terima kasih yang terus menerus” Sahutku dan Nao, kami memandangnya dengan pandangan menggoda. Wajah Asami bersemu merah.


 


“Tapi Nao, kau tadi tampak kaget, apakah kau juga sudah memiliki kekasih?” Aku menoleh kepada Nao.


 


“Iie, aku hanya asal menyahut” Jawab Nao gugup.


 


Hemm aneh, tak biasanya Nao gugup, tapi aku tak mau bertanya lebih lanjut.


 


Aku asik membaca majalah ketika ketua kelas memanggilku.


 


“Masafumi- san, bukankah hari ini kau yang bertugas?” Tegurnya.


 


“Iya, gomenne, aku lupa”. Aku segera berlari ke ruang guru. Periode pertama adalah mata pelajaran Tetsuya sensei. Aku agak gugup akan bertemu dengannya, tapi aku harus atau ketua kelas memarahiku.


 


“Ohayo gozaimasu sensei” Aku memberikan hormat.


 


“Masafumi-san? Mengambil material untuk hari ini?”. Aku mengangguk. “Tolong bawa kertas itu ke kelas” Sensei menunjuk sudut ruangan. Aku segera mengambilnya. Dan aku berdiri disamping sensei. “Mari kita ke kelas” Ajak Sensei.


 


“Ayahmu baik sekali Kimiko-chan” Sensei berbisik saat berdiri. Aku kaget dan hampir saja menjatuhkan kertas- kertas itu. Aku pura- pura tak mendengarnya saat sensei melihatku.


 

__ADS_1


Hari ini sensei tampak menyebalkan menurutku, karena dia sudah menggodaku tadi pagi. Walaupun aku juga


termasuk salah satu siswa yang menyukainya, tapi aku menjadi jengkel jika teringat sensei tadi pagi. Tak terasa


bel pulang sekolah berbunyi.


 


“Aaaah, hari ini tugasku untuk membersihkan kelas” Aku meletakkan


kepalaku di meja.


 


“Kerja yang baik ya” Kata Nao sambil berjalan pulang.


 


“Kau belum pulang Asami? Kau mau membantuku?” Aku menatapnya dengan wajah berbinar- binar, Siapa tahu hatinya terbuka untuk membantuku yang sedang kesusahan ini.


 


“Tentu saja tidak” Jawab Asami enteng. “Itu dia yang aku tunggu datang” Sahut Asami sambil melihat keluar.


 


“Naniiii???!!! Kalian berkencan?” aku melotot tak percaya. Shigeru hanya meletakkan telunjuk di


bibirnya. Selepas kepergian mereka aku berpikir, bagaimana mungkin Asami begitu mudahnya jatuh ke tangan Shigeru-kun hanya karena kejadian itu? Tapi sudahlah itu urusan mereka.


*****


“Tadaimaaa” aku masuk ke dalam rumah.


 


“Okaeri onee-chan”. Mayu lah yang menyambutku. Aku tersenyum, kemudian Okasan muncul dari ruang makan.


 


“Darimana saja kau ini?”


 


“Hari ini adalah hariku untuk tugas kelas Okasan” jawabku.


 


“Cepat naik dan ganti bajumu, sekarang ini ayahmu sedang berbicara dengan tutormu yang baru” perintah Okasan.


 


lagi masalah tutor, aku diam di kamarku menunggu tutor baruku datang.


 


“Di  sini kamar Kimi-chan sensei” suara Okasan dari luar terdengar sampai dalam. Tak lama pintu di buka.


 


“Hajimemashite, watashiwa Kimiko Masafumi desu, yoroshiku” aku membungkuk memberikan hormat.


 


“Yoroshiku Masafumi-chan”. Aku segera mendongak karena aku hafal suara itu.


“TETSUYA SENSEIIII???!!!!!” aku berteriak sekencang-kencangnya. Bagaiman aku tidak kaget kalau tutorku yang


baru itu Tetsuya sensei.


 


“Suaramu akan membuat seluruh rumah mendengarnya” kata sensei kalem.


 


“Apa yang sensei lakukan di sini?” tanyaku penuh selidik.


 


“Untuk apa lagi? Tentu saja untuk menjadi tutormu, bukankah tadi pagi sudah ku katakan padamu kalau ayahmu itu baik sekali?” sensei duduk tanpa ku persilahkan.


 


“Tapi untuk apa sensei menjadi tutor jika sensei sudah memiliki penghasilan?” aku tak mau menyerah.


 


“Yang pertama karena aku butuh uang, yang kedua karena kata ayahmu aku perlu mengajari anaknya yang kurang serius dalam belajar, sekarang kau mau duduk atau tetap berdiri di situ?”. Aku duduk di sebelah sensei.


 


“Aku mau belajar matematika hari ini” kataku dalam suara yang masih jengkel.

__ADS_1


 


“Okey” kata sensei.


 


Sensei sungguh tak seperti sensei yang ku kenal di sekolah. Saat menjadi tutor dia sangat serius dan galak sekali. Beberapa kali aku dimarahi.


 


“Sekarang kerjakan soal ini” sensei menyerahkan soal kepadaku.


 


“Apa benar sensei akan menikahi Itamura sensei? Maka dari itu sensei butuh uang tambahan?” kuberanikan diri bertanya.


 


“Kau terbawa gossip di sekolah Masafumi-chan” jawab sensei.


 


“Kalau begitu kenapa sensei mau jadi tutorku?” aku tak mau mengalah. Sensei mendekati aku, menatapku lekat-lekat. Membuatku jantungku berdetak lebih keras.


 


“Jadi kau ingin tahu?” kata sensei. Aku mengangguk. “Kalau kau punya waktu untuk memikirkan itu, lebih baik kau


pikirkan soal ini!!” sensei memarahiku lagi. Aku kesal sekali dengannya, membuat orang doki-doki, dan seenaknya sendiri memarahi. “Kalau kau bisa mengerjakan semua soal itu dengan benar, akan ku jawab pertanyaanmu” tambah sensei.


 


Aku asik memandangi wajah sensei saat dia sedang mengecek pekerjaanku. Wajah yang tampan, hidung mancung, tatapan yang tajam, kacamata, sebuah perpaduan yang pas. Tapi aku baru tahu sisi lain sensei yang galak ini.


 


“Ya, kau berhasil” kata sensei pada akhirnya.


 


“Yess” aku mengepalkan tanganku.


 


“Kita istirahat sebentar” kata sensei.


 


“Sebentar sensei, aku buatkan teh” aku turun ke dapur untuk membuatkan sensei teh.


 


“Teh buatanmu enak sekali, sepertinya kau ahli dalam home economic” puji sensei.


 


“Kurasa begitulah, tapi kata Otosan itu tak begitu berguna”


 


“Kenapa ayahmu bisa berfikir seperti itu, kau kan bisa menjadi istri yang baik, jika kau menguasai home economic”


 


“Hahaha, oh ya sensei, bukankah tadi sensei berjanji kalau aku berhasil mengerjakan semuanya, sensei akan menceritakan alasan sensei butuh uang?”. Sensei tertawa mendengar ucapanku.


 


“Sejujurnya aku tak akan menikah dengan Yui…”.


 


“Ah Tetsuya sensei memanggil Itamura sensei dengan nama depan, mereka pasti sangat dekat” aku menghela nafasku pelan, aku tak ingin Tetsuya sensei menyadarinya.


 


“… Tapi aku butuh uang untuk membayar apartemenku, karena beberapa bulan yang lalu aku pindah ke apartemen yang fasilitasnya cukup bagus” jelas sensei.


 


Aku mengangguk.


 


“Cukup untuk hari ini, kita akan bertemu lagi minggu depan” kata sensei.


 


“Apa kita tak akan bertemu di sekolah?” celetukku.


 


“Oh ya Masafumi,jangan pernah bercerita kepada siapapun, termasuk Kazuha san dan Kuragi san, kalau aku adalah tutormu, atau kita berdua dalam masalah”

__ADS_1


 


“Yes sir” aku sengaja menjawabnya dalam bahasa inggris, karena sensei guru bahasa inggris, memang aturan sekolah kami melarang Guru menjadi tutor rumahan juga.


__ADS_2