Sensei to Atashi

Sensei to Atashi
Episode 7


__ADS_3

Sudah sebulan lamanya aku belajar dengan Takahasi Sensei, nilai-nilaiku pun mengalami kenaikan. Kurasa jika ini


bertahan, aku bisa semakin dekat dengannya.


“Naniiiii??????” Suara Asami memekakkan telingaku.


“Suaramu terlalu keras Asami” Tegur Nao.


“Tapi, dia begitu bodoh, bagaimana bisa selama ini dia tak tahu apakah Yuuta Takahasi sudah mempunyai kekasih atau belum” Kata Asami.


“Itu karena kami selalu belajar” Kataku membela diri.


“Ah baka” Kata Asami.


“Mengapa kau yang kecewa Asami?” Tanyaku.


“Apakah kalian lupa waktu kita masih kelas sepuluh kita sudah membuat janji?” Kata Asami.


“Eh betulkah?” Aku terbengong dan berusaha mengingatnya. Nao menaikkan kacamata.


“Jangan bilang kalian lupa” Kata Asami cemberut.


“Iya aku ingat, bahwa sebelum kita lulus kita harus mempunyai kekasih?” Kataku.


Nao dan Asami mengangguk.


“Nao sudah mempunyai orang yang disukai, tentu saja mudah” Kataku, “kau sendiri Asami?” Tambahku.


“Entahlah, kau tahu kan, tak mungkin Tetsuya Sensei menyukaiku juga, dia Cuma menganggapku sebagai seorang


murid, dan kurasa akupun tak benar benar menyukainya, aku perlu mencari target baru” Kata Asami.


“Kalau begitu kenapa kau dari tadi memarahiku” Aku balas berteriak kepadanya.

__ADS_1


“Hehe, gomenne” Katanya.


“Kenapa kau diam saja Nao?” Aku beralih pada Nao.


“Kurasa kita harus fokus belajar” Jawab Nao.


“Hei kau jangan terlalu serius, belajar itu perlu, tapi berkencan itu juga perlu” Godaku. Kami bertiga tertawa.


PLAAAAK. Sebuah suara dari luar kelas mengagetkan kami. Aku segera berlari keluar. Ternyata Yoh Watanabe sedang memukul seorang kohai yang tak memakai dasi.


“Sekarang kau berlari di lapangan sebanyak tiga kali” Kata Yoh.


“Bukankah itu keterlaluan” Celetukku.


“Masafumi-san, kalau peraturan sekolah dilanggar, harus ada hukumannya” Balas Yoh.


“Bukankah kau tadi sudah memukulnya, kurasa itu cukup” Aku tak mau kalah.


“Oh ya, aku tak memukulnya, aku hanya memukulkan tongkatku ke jendela”


“Meskipun menyebalkan, kau pernah menyukaiku” Balasnya menggodaku, kemudian pergi. Emosiku sudah di puncak ubun-ubun. Ingin rasanya Aku mencakar- cakar wajahnya  yang sok ganteng itu saat ini juga.


“Sudahlah, kau seperti tak tahu dia, dia itu ketua komite,” Kata Nao


“shiranai[1]” jawabku.


“Jadi kalau dia tahu aku memendekkan rok ku, dia juga akan menghukumku?” Celetuk Asami tiba- tiba.


“Kurasa seperti itu” Sahut Shigeru yang mendadak  muncul.


“Kenapa kau selalu muncuuuul!!!” Aku jengkel dan memukul wajah Shigeru.


“Awww, kenapa kau selalu memukulku” Kata Shigeru, kemudian dia duduk disamping Asami. “Jangankan mereka, aku saja yang sepupunya juga terkena hukuman darinya”.

__ADS_1


“Memangnya kau melakukan apa?” Tanya Asami.


“Aku terlambat” Jawab Shigeru enteng.


"Lha kalau itu memang kamu yang salah" Ujarku kesal.


"Sebenarnya dia orang disiplin, tapi terkadang memberi hukuman terlalu berat" Sahut Shigeru.


"Ya karena ketua Komite memiliki wewenang untuk menegakkan kedisiplinan" Balas Nao.


"Bisa tidak kita membahas hal lain, aku tidak ingin hari ini rusak karena pagi- pagi kita harus membicarakan cowok itu" Sahutku kesal.


" Baiklah... baiklahh..." Jawab Shigeru. "Aku pergi ke kelasku dulu lah" Shigeru beranjak meninggalkan kami.


Aku menatap kepergian Shigeru, kenapa cowok itu berada di sekitaran kami, iya dia memang teman masa kecil dan tetanggaku, tapi dia tak seperti ini dulu waktu awal- awal sekolah, apa mungkin...


Tiba- tiba tanda bel masuk membuyarkan lamunanku.


"Ayo duduk" Asami menggandeng tanganku.


 


 


 


 


 


 


[1]

__ADS_1


Semacamm ungkapan “aku tak mmengerti”


__ADS_2