Sensei to Atashi

Sensei to Atashi
Episode 15


__ADS_3

Aku memandang ponselku yang tergeletak di meja.


 


“Nande?” Asami datang.


 


“Daijoubu,”Aku menggelengkan kepalaku perlahan, aku tak bisa mengatakan kepadanya kalau aku menunggu pesan dari Tetsuya Sensei kan, bisa- bisa dia heboh sendiri nantinya. Aku masih setia melihat ponselku, berharap ada keajaiban dan ada pesan dari Sensei ku yang kakkoi itu. Kulihat Nao juga asyik dengan ponselnya, entah dia berkirim pesan dengan siapa.


 


 


"Waow Tetsuya Sensei lewat!" Asami tersenyum seperti orang bodoh melihat Tetsuya Sensei melewati kelas kami.


 


"Pantas saja tidak mengirimiku pesan, sedang sibuk tebar pesona rupanya" gumamku dalam hati. Lagipula juga sepertinya percuma memiliki nomor ponsel Tetsuya Sensei, dia belum pernah sekalipun mengiriku pesan, kalau pesan saja jarang, apalagi menelfon.


 


"Nee Asami-chan, apa Shigeru-kun tidak marah kamu masih mengidolakan Tetsuya Sensei?" Nao meletakkan ponselnya dan menghadap ke Asami.


 


"Iie, Shigeru- kun mengerti kalau aku mengidolakan Tetsuya Sensei lebih dulu, dan ini cuma mengidolakan, beda dengan rasa 'suka' yang kuberikan kepada Shigeru kun," Jelas Asami.


 


"Aku tak mengerti," Sahutku. "Bukan kah sama saja? sama- sama suka?"


 


Asami menggeleng dan menggerak- gerakkan tangannya menandakan bahwa aku salah.


 


"Lalu apa bedanya?" Aku masih tidak mau kalah.


 


"Begini ku jelaskan," Kata Asami sok pintar. "Aku tahu, kau menyukai Dean Fujioka kan?!"


 


"Hai' " Jawabku, siapa yang  tidak suka dengan orang ganteng begitu.


 


"Apa kau ingin berkencan dengannya?"


 


"Tentu saja! sehari pun tidak apa, yang penting berkencan dengan Dean Fujioka!" Sahutku menggebu- gebu.


 


"Sudahlah, aku tak jadi menerangkan," kata Asami sambil memegang dahinya. Nao tertawa. "Memang susah menerangkan kepada fangirl!" tambah Asami.


 


"Mungkin maksud Asami, kalau suka yang mengidolakan itu tidak ingin memiliki, hanya 'suka' , suka wajahnya, suka suaranya, suka karakternya di film tertentu, mungkin begitu maksudnya," Jelas Nao.


 


"Sou ka..." Aku manggut- manggut.


 


"Nah, kepada Tetsuya  Sensei, aku hanya mengidolakan, tidak mungkin kan aku memiliki Tetsuya Sensei?!" Asami memandangku. "Tapi sesekali Shigeru- kun juga cemburu terhadap Sensei, dan itu imut sekali," Asami tersenyum- senyum sendiri.


 


"Ya tentu saja," Sahutku. Aku berpikir sejenak, apa yang kurasakan untuk Tetsuya Sensei juga sama yang dirasakan Asami? hanya mengidolakan? mungkin iya.


 


"Dari tadi kau bermain ponsel? siapa yang kau hubungi itu?" Akhirnya aku bertanya kepada Nao karena penasaran, Nao tersenyum gugup.

__ADS_1


 


"Bukan Siapa- siapa," jawab Nao.


 


"Kau tidak sedang menyembunyikan sesuatu kan?" Tuntutku. Nao menggeleng. Tak lama ketua kelas meminta Nao segera bertugas untuk mengambil materi pelajaran berikutnya.


 


"Dia  sepertinya menyembunyikan sesuatu," Kata Asami pelan.


 


"Kau juga merasakannya?" Aku menatap Asami, dia mengangguk.


 


"Mungkin itu orang yang disukainya," Kata Asami.


 


"Lalu kenapa dia tidak menceritakannya kepada kita, kita kan sahabat, apa dia sudah tak percaya dengan kita?"


 


"Hmmm, Dia pasti punya alasan khusus yang mungkin kita tidak tahu," Kata Asami dengan tidak yakin. Aku mengangguk.


 


Kami diam saja, tak ingin berpikiran buruk kepada Nao, kami memutuskan bahwa ada alasan kenapa Nao tidak mau memberitahukan itu kepada kami.


 


Akhirnya istirahat makan siang datang.


 


"Kenapa kau tak memandangi ponselmu seperti tadi pagi?" Tanya Asami.


 


"Aku kalau melihat ponselku jadi ingin membantingnya," Sahutku asal.


 


 


Aku ingin tertawa mendengar kata- kata Asami, tapi memilih untuk mengiyakan saja.


 


"Shigeru- kun Shigeru-kun Shigeru-kun!" Panggil Asami manja.


 


"Hai'  Asami- chan, " kata Shigeru sambil mengacak- acak gemas rambut Asami.


 


"Apa pertunjukannya sudah mulai sekarang?" Sahutku.


 


"Kimi-chan!! selalu saja mengatakan kalau aku dan Shigeru kun itu sebuah pertunjukan!" kata Asami kesal.


 


"Lalu apa? kalau aku bilang pamer nanti kau malah semakin marah," kataku sambil menjulurkan lidah mengejek Asami. Asami mendengus jengkel dan memutuskan untuk membiarkanku.


 


[ Selamat makan siang Sensei] Aku mengetikkan kalimat di ponselku, tapi segera menghapusnya.


 


[ Sensei sudah makan siang?] Aku menggeleng pelan, itu seperti undangan makan siang bersama, aku menghapusnya lagi. Aku terdiam beberapa saat.


 

__ADS_1


"WOAA!!!!" Tiba- tiba Shigeru- kun mengagetkan ku, dan tanpa sadar aku sudah mengirimkan pesan itu kepada Tetsuya Sensei!


"AAAARRRGH!!! Shigeru- kun!! bagaimana ini??!!" Aku sangat kelabakan, "Pesannya jadi terkirim kan, jangan mengageti seperti itu!!!" Aku memukul- mukulkan buku ku ke wajahnya, Aku kesal sekali.


 


"Memangnya kau kirim pesan kepada siapa?" tanya Asami.


 


"Bukan siapa- siapa," jawabku pendek.


 


"Oke, sekarang kita semua main rahasia," kata Asami.


 


"Bukan, itu cuma tutor ku kog," Nah aku tak bohong kan.


 


"Kau takut dia memberikanmu tutor karena kau mengiriminya pesan?", ternyata kekonyolan Asami ada gunanya disaat seperti ini.


 


"Begitulah"


 


"Gomenne Kimiko-chan," kata Shigeru-kun.


 


"Daijoubu," Yah setidaknya karena Shigeru- kun pesanku bisa terkirim kan.


 


"TRTTT TRTTTT" Ponselku bergetar di meja. Kulihat ternyata dari Tetsuya Sensei, tanpa aba- aba senyum terkembang di bibirku, segera saja ku buka pesannya.


 


[Sudah]. Singkat, padat dan jelas.


 


"BRAK!!!" Aku membanting ponselku ke meja. Balasan pesan macam apa itu, tanya balik juga tidak, Ya Tuhan...


 


"Kimi-chan!" panggil Asami.


 


" Hai' " Aku langsung tersadar kalau aku masih di kelas dan teman- temanku melihatku semua, terpaksa aku tertawa seperti orang bodoh karena malu.


"Ya... sepertinya kamu yang terlalu berharap Kimiko, kau itu muridnya! Muridnya! Muridnya!!!" Gumamku dalam hati sambil memukul- mukulkan ponsel ke dahiku sendiri.


 


"Pesan dari siapa?" tanya Asami.


 


"Dean Fujioka!!" Jawabku asal.


 


 


 


 


 


**** buat yang tidak tahu/ kenal Dean Fujioka aku selipkan gambarnya ya..


__ADS_1


bukan, ini bukan Tetsuya Sensei, ini Dean Fujioka



__ADS_2