
Saat semua teman-temanku pulang, aku hanya menatap kepergian mereka.
"Kalian akan meninggalkanku?" tanyaku memelas kepada Asami dan Nao.
"Gomenne, Kimi- chan, nanti kalau kami membantumu, kami juga kena marah sensei," kata Asami sambil mengedip- kedipkan matanya.
Aku mendengus sebal, walaupun sebenarnya yang dikatakannya ada benarnya juga.
"Ya sudah, kami pulang dulu, bersihkan yang baik ya!" goda Nao.
"Hish!! kalian!" gerutuku sambil menatap kedua temanku pergi meninggalkanku.
Hari ini kebetulan klub renang juga libur berlatih, jadi aku akan membersihkan kolam besar itu sendirian. Inilah pertama kalinya aku menyesal memandang Tetsuya Sensei. Air kolam begitu jernih, membuatku ingin berenang. Aku melepas sepatuku dan mencelupkan kaki ku.
“Masafumi-san!!!!” teriakan sensei mengagetkanku.
“Hai’ sensei, saya bersihkan,” aku mengambil jaring dan mulai membersihkan kolam renang. Aku berlari mengitari kolam renang ini untuk mengambil kotoran dan sampah yang ada di kolam renang, ingin rasanya aku menggerutu, tapi Sensei olahraga sedang mengawasiku, bisa ditambah hukuman kalau beliau tahu aku sedang merutukinya.
“Silahkan anda pulang sensei,biar saya bantu mengawasi dia menjalani hukumannya.” Tiba- tiba Tetsuya sensei muncul. Aku menjadi semakin jengkel, ini semua terjadi karena aku memikirkan Tetsuya sensei dan sekarang dia menjadi pengawas hukumanku, entah dosa apa yang kulakukan di masa lalu hingga aku harus mengalami kejadian tak mengenakkan ini terus menerus.
“Masafumi-chan!” Tetsuya sensei memanggilku.
“Sedang apa sensei di sini?” kataku jengkel.
__ADS_1
“Aku sedang mengawasimu tentu saja,” kata Tetsuya sensei enteng. Seketika aku ingin melemparkan jaring yang ku pegang ini ke wajahnya yang ganteng itu.
Sementara aku berlarian kesana kemari membersihkan kolam, sensei enak- enakan duduk di
kursi pinggir kolam, seolah-olah sedang piknik. Semakin jengkel aku melihatnya, hukuman ini secara tidak langsung karena Tetsuya sensei.
“Aaah. tsukareta[1],” aku duduk disamping sensei.
“Sudah selesai? “. Aku mengangguk. “Jangan pulang dulu!” perintah sensei. "Mau apalagi, mau menambah hukumanku?! apa belum tahu kalau aku ini sudah sangat menderita" gumamku saat melihat Tetsuya Sensei pergi entah kemana. Suasana hari ini sungguh membuat gerah, apalagi harus membersihkan kolam renang. Menunggu sensei kembali, ku celupkan kakiku di kolam renang.
“Ini!” sensei mengulurkan eskrim.
“Waaaa, eskrim, arigatou sensei,” aku mulai memakan eskrim itu, sementara sensei duduk di sebelahku.“Oishi desu,” aku menghabiskan eskrimku dengan cepat.
“Heish, bagaimana bisa seorang gadis berusia 17 tahun, memakan eskrim dengan ceroboh seperti ini,” sensei melap sudut bibirku.
“Byuuuur” Aku tercebur ke kolam renang karena mencoba menyingkirkan tangan sensei.
“Baka!!” teriak sensei.
“Daijoubu” aku muncul ke permukaan dan tersenyum. Sensei membantuku naik.
“Baka!” Sensei mengomel lagi.
“Ini salah Sensei, apa maksud sensei tadi?!” sahutku tak mau kalah. Enak saja dia mengomeliku, aku tercebur kan karena kaget tiba- tiba dia bisa melap sudut bibirku, kenapa dia yang mengomel, harusnya kan aku yang mengomel.
“Tak ada maksud apa- apa, bagaimana bisa seorang Sensei membiarkan muridnya makan dengan begitu ceroboh”. Yah… aku memang murid sensei. “Pakai ini!” Sensei melemparkan jasnya kepadaku kemudian memalingkan mukanya.
“Aree…?!” aku terbengong.
__ADS_1
“Di luar masih ada anak yang ikut kegiatan klub, tak mungkin kan kau akan berjalan seperti itu?!” Sensei menunjuk badanku.
Aku reflek melihat seragamku, basah, dan pakaian dalamku terlihat, segera ku pakai jas Sensei dan berlari ke
kelas.
"Aduh memalukan sekali, kenapa kau bodoh sekali Kimiko!" aku merutuki diriku sendiri, bagaimana kalau Sensei tadi sempat melihat pakaian dalamku coba.
Karena tadi ada pelajaran olah raga, aku mengganti pakaianku dengan pakaian olah raga. Sekolah sudah mulai sepi, beberapa kegiatan klub sudah selesai. Aku berjalan ke ruang guru untuk mengembalikan jas Tetsuya Sensei. Saat akan sampai tiba- tiba aku mendengar dua orang berbicara.
"Kau menghukum Masafumi-San?". Ternyata Yui Itamura, Sensei Matematika sedang berbicara kepada Tetsuya Sensei.
"Hmmm, aku cuma membantu Sensei Olahraga saja, memangnya kenapa?" tanya Tetsuya Sensei.
"Tidak, bukan apa- apa, aku hanya penasaran saja," sahut Itamura Sensei.
Tidak tahu kenapa, aku selalu jengkel dengan Itamura Sensei, dia itu selalu menempel Tetsuya Sensei, selalu ingin tahu, aku, Nao, dan Asami mungkin masuk kedalam daftar murid yang tidak disukainya.
“Ayolah Daichi-san, mari kita pulang bersama” kata Itamura sensei.
"Baiklah"
Aku segera pergi dan pulang, aku tak ingin membuat masalah dengan mengembalikan jas sensei sekarang.
Aku bisa mengembalikan nanti kalau sensei datang kerumah.
[1]capeknya
__ADS_1