Sensei to Atashi

Sensei to Atashi
Episode 16


__ADS_3

" Onii- chan!" Panggilku kepada kakakku yang sedang mengerjakan sesuatu di laptopnya.


 


"Nande?" Tanyanya begitu mengangkat wajahnya.


 


"Onii-chan, Apakah Onii chan pikir gadis seumuranku ini anak kecil?"


 


Onii chan menatapku sejenak kemudian tersenyum. "Dan ada hubungan dengan apakah ini?"


 


Aku menggelengkan kepala pelan. Masa iya aku harus jujur, bisa diganti lagi tutorku kalau ketahuan aku menyukainya.


 


"Kimi-chan, kalau dilihat dari usia, ya gadis seusiamu tentu saja masih kecil,"


 


"Sudah kutebak" Batinku.


 


"Sudahlah, aku tak ingin mendengar kelanjutannya," Potongku cepat dan segera keluar dari kamar Onii- chan, bisa makin jengkel aku kalau terus bersamanya. Ya setidaknya, Onii Chan tak akan mengencani Nao, karena Onii Chan mengganggap kami anak kecil.


****


Di Sekolah aku lihat Asami datang dengan aura bahagianya.


 


"Ohayo Kimi- chan!" Sapanya.


 


"Oha..." Jawabku lemas.


 


"Nande? Dean Fujioka tidak membalas pesanmu lagi?!" Goda Asami.


 


"Sudah dibalas, dia bilang dia mencintaiku juga," Jawabku asal sambil tertawa. Jangankan Dean Fujioka, Tetsuya


Sensei yang hanya terkenal di sekolah saja tidak mengindahkan pesanku.


 

__ADS_1


"Jalan!!! kalian jangan mengobrol! kalian menutup jalan!" Teriak Yoh dari sisi lain gerbang Sekolah.


 


"Hai' hai' " Asami segera menggandengku memasuki sekolah.


 


Aku berjalan lemas menuju kelas.


 


"Kau kenapa?" tanya Asami, aku menggeleng pelan.


 


"Haaah..." Aku meletakkan kepalaku ke meja.


 


"Kenapa Kimi-chan?" tanya Nao yang baru datang. Asami menggelengkan kepalanya dan memberi isyarat dengan menyilangkan kedua tangannya.


 


Aku mengeluarkan ponselku yang ku banting kemarin dulu, syukurlah ponsel itu tidak rusak, jika rusak omelan Okasan pasti mewarnai hari- hariku.


 


"Tring... tring...." Sebuah pesan masuk.


 


 


"Enak saja diminta mengambil materi, hari ini kan bukan tugasku," gumamku pelan, tapi kemudian aku baca lagi siapa pengirimnya. "Areeee!!!!" Aku memekik kecil begitu melihat siapa pengirimnya, ternyata Tetsuya Sensei, karena kurang konsentrasi tadi ku pikir ketua kelas yang memerintahku.


 


"Sebentar ya!!" Aku mencubit pipi Nao dan Asami bergantian dan segera melesat menuju ruangan Tetsuya Sensei, aku tak mengindahkan tatapan bengong mereka karena tingkahku.


 


"Permisi..." Nafasku masih ngos- ngosan karena berlari. "Sensei..." Lanjutku.


 


"Kau berlari kemari Kimi-chan?sebegitu besarnya kah kau merindukanku?" Ada nada geli dari suara Tetsuya Sensei.


 


"Iie! Saya berlari karena pelajaran periode pertama akan segera mulai," Elakku sambil menunjuk jam di meja Tetsuya Sensei.


 

__ADS_1


"Baiklah, ini untuk materi pagi ini, " Tetsuya Sensei menunjuk lembar kerja di mejanya, yang segera aku bawa.


 


"Kenapa kau tak mengirimiku pesan lagi?" tanya Tetsuya sensei.


 


"Bukankah Sensei sendiri yang melarang saya sering- sering berkirim pesan kepada Sensei? dulu itu saya mengirim pesan karena Shigeru mengejutkan saya, jadi pesannya terkirim" Jelasku. Enak saja Tetsuya Sensei berpikir aku mengejar-ngejarnya seperti gadis lain di sekolah ini.


 


"Tapi tetap saja kau ingin mengirim pesan padaku kan awalnya?!" Kata Sensei sambil mengacak- acak rambutku.


 


Dokun...Dokun... jantungku berdebar kencang karena perlakuan Sensei.


 


"Hei, Masafumi san, cepat ke dalam!!" tegur Sensei.


 


"Ah... Hai' Sensei!" Aku segera membagikan kertas itu kepada teman- temanku.


 


"Jadi Tetsuya sensei yang mengirimimu pesan?" Tanya Nao dengan berbisik. Aku kaget bukan main.


 


"Kau pikir Tetsuya sensei punya nomor ponselku?" balasku juga dengan berbisik.


 


"Tidak juga sih."


 


Akhirnya aku selamat dari kecurigaan Nao. Walaupun kulihat ada keraguan di matanya karena aku menjawab pertanyaannya dengan pertanyaan yang lain.


 


Ketika istirahat siang kami makan bertiga di taman samping lapangan sepak bola, Shigeru kun sedang ada pertemuan dengan Klubnya, karena menjadi pacar Asami, mau tak mau kami harus menerima kehadiran Shigeru untuk menemani Asami makan siang.


 


"Nee Kimi-chan, kenapa kau yang membawa materi Tetsuya Sensei tadi pagi? bukankah hari ini bukan jadwalmu?" Tanya Nao, aku menghembuskan nafas pelan agar dia tak menyadarinya, ternyata dia belum melepaskanku soal ini.


 


"Tadi kan aku keluar, pas keluar aku lewat ruangan Tetsuya Sensei, dan beliau memintaku membantunya, karena kebetulan periode pertama kelas kita adalah bahasa inggris," Jelasku, sebisa mungkin aku mengurangi kadar kebohongan dalam ucapanku, bagaimanapun juga mereka temanku, jadi tidak enak kalau membohongi mereka. Kulihat Asmi mengangguk menyetujui perkataanku.

__ADS_1


 


"Betul Nao-chan, lagipula bagaimana Tetsuya Sensei memiliki nomor ponsel Kimi-chan? bagaimana kau ini!" tegur Asami chan, yang diiringi anggukan Nao. Asami benar- benar menyelamatkanku dengan kata- katanya, ingin rasanya ku peluk dia dan kucium pipinya bentuk rasa terima kasih, tapi tak kulakukan, bisa- bisa mereka mengira aku sudah gila.


__ADS_2