Sensei to Atashi

Sensei to Atashi
Episode 19


__ADS_3

Aku menonton acara komedi sendirian, Mayu sedang pergi dengan onii-chan bertemu Takahasi-san. Hari ini


seharusnya aku bisa ke taman hiburan seperti yang lain, tapi sayangnya nilaiku dalam pelajaran matematika 79, aku tak bisa pergi ke taman hiburan bersama Tetsuya sensei, padahal ini adalah hari pertama liburan musim panas. Sangat mengecewakan memang, tapi aku juga tak bisa apa- apa, karena perjanjiannya adalah Tetsuya Sensei mengajakku kalau nilaiku 80.


 


“Apa kau akan malas-malasann seharian disini?” Okasan mulai dengan jurus mengomelnya.


 


“ Harusnya Okasan senang, aku di rumah,” Sahutku kesal.


 


“Tapi melihatmu bermalas- malasan di rumah seperti ini membuatku kesal, mandi sana!!” teriakan Okasan tak mampu membuatku bergerak dari sofa.


 


"Okasan, aku sedang ikut kampanye hemat air, dengan mandi sehari sekali aku telah mendukung," Sahutku asal.


 


"Dasar anak ini!" Gerutu Okasan jengkel.


 


“Sudahlah, biarkan saja, ini kan hari libur,” kata Otosan.


 


“Otosan memang yang terbaik!” kataku sambil mengacungkan jempol.


 


“Ini, Tetsuya sensei menelponmu” Okasan menyerahkan gagang telepon. Aku menatap Okasan tak percaya, Tetsuya Sensei menelponku? jangan- jangan malah Tetsuya Sensei ingin memberiku pelajaran tambahan hari ini. Aku menatap gagang telepon ngeri.


 


"Ini!!" Okasan memaksaku untuk menerima telepon.


 


“Hai, Kimiko Masafumi desu!” Aku berharap dalam hati kalau ini bukan janjian tentang belajar.


 


"Kenapa ku telepon Ponselmu tak kau angkat?!" katanya dari seberang telepon.


 


"Ah, itu... Ponsel saya, saya taruh di kamar, ini saya di ruang keluarga," jelasku sambil bertanya- tanya dala hati.


 


“ Ya sudah, Cepat mandi dan bersiap, kita bertemu di stasiun dekat rumahmu satu jam lagi!” terdengar suara Tetsuya Sensei.


 


“Eh Sensei, aku kan tak mendapat nilai 80," Aku tahu kalau Sensei mengajakku ke taman Bermain.


 


“Sudah jangan banyak protes, kita bahas itu nanti!”


 


“Hai” aku segera melempar gagang telepon dan berlari ke dapur. Aku membuka isi kulkas. Ada nori, salmon,udang, wasabi. Tanpa berpikir panjang aku pun membuat sushi. Setelah meletakkan semua di kotak makan siang aku segera berlari ke kamarku.


 


“Hei hati-hati, nanti kau bisa terjatuh!” tegur Okasan. Aku segera bersiap, aku memakai rok yang dulu ku perbaiki untuk pamer kepada sensei.

__ADS_1


 


“Itekimasuuu” aku berteriak dari pintu depan. aku berjalan sangat cepat. Memang ini hanya pergi ke taman hiburan, tapi jika aku memikirkannya lagi, ini seperti kencan, Walaupun mungkin tidak bagi Sensei, ya sudahlah yang penting aku menikmatinya.


 


Aku sampai sepuluh menit lebih awal di stasiun. Aku menunggu sensei, aku tak tahu dia pakai apa. Pesanku juga tak dibalasnya, jadi aku hanya bisa menunggu Sensei datang.


 


“Konnichiwa[1]” ada suara berbisik di telingaku.


 


“Wuaaaaw!!!” spontan aku berteriak.


 


“Sssh, ini aku” sensei membuka topinya. Sensei memakai kaos yang di lapisi jaket berwarna hitam, serta topi, sensei kelihatan seumuran onii-chan. “Rok yang bagus” puji sensei. Aku tersenyum.


 


Sensei membeli tiket dan kami pun menaiki gerbong. Kereta hari ini cukup ramai, sehingga kami tak kebagian


tempat duduk. Sensei juga menjelaskan kalau dia tak pakai mobil karena ingin merasakan naik kereta.


 


“Aww!!” aku merasa seseorang menginjak kakiku, sehingga aku merapat ke dinding gerbong. Tiba- tiba sensei melindungiku dengan badannya agar aku tak tertabrak orang. Tindakan sensei itu membuatku tak berkutik. Aku menatap wajah sensei yang beberapa centi saja diatasku, dia terlihat kakkoi sekali, aku bahagia, dan jantungku tak dapat memelankan detaknya.


 


“Sampaiii!” aku berteriak kegirangan. Di taman hiburan itu penuh dengan orang, baik anak- anak atau pasangan  yang sedang berkencan. Mungkin orang juga akan salah sangka kalau kami adalah pasangan yang sedang berkencan, aku tersenyum- senyum sendiri memikirkan itu.


 


“Jangan berjalan jauh ,atau kau akan terpisah dariku!” kata Sensei galak.


 


 


“Baiklah, baiklah”. Aku berjalan di samping sensei. “Kau ingin mencoba permainan apa?” sensei  melihat permainan yang ada.


 


“Entahlah, aku belum memikirkannya” kataku.


 


“Bagaimana kalau itu?” sensei menunjuk rumah hantu. “Kau tak takut kan?” imbuhnya.


 


“Ano…” .


 


“Ayo” sensei menarik tanganku.


 


Rumah hantu begitu popular, banyak yang mengantri untuk masuk. Aku begitu gugup karena aku takut gelap.memasuki rumah hantu, kegelapan mulai nampak.


 


“Wuaaaaa!!” sebuah mumi muncul mengagetkanku, aku mendongak menatap Sensei. Sensei tampak baik- baik saja seolah-olah itu hiburan.


 


“Wuaaaa, tasukete[2]Senseiiiiii!” Aku segera memegang lengan jaket sensei saat sadako muncul. Setiap kali hantu muncul, setiap itu pula aku mempererat peganganku, aku tak peduli jika lengan sensei terluka, karena aku sangat takut.

__ADS_1


 


“Akhirnya!” kata sensei begitu kami keluar dari rumah hantu.


 


“Yokatta[3]” Aku begitu ketakutan.


 


“Daijoubu desu ka?”


 


“Hai” jawabku pendek.


 


“Jika kau baik-baik saja, tak mungkin lenganku sesakit ini” kata sensei.


 


“Gomenne, gomenne,” aku segera melepaskan peganganku.


 


“Mari duduk dulu untuk meredakan ketakutanmu” Sensei mengajakku duduk di bangku dekat rollercoaster. “Aku lapar, sini ku makan bekalmu”. Aku menyerahkan kotak makan itu. Sensei makan dengan lahap, dia bahkan tak berbicara dan terus makan.


 


“Aku akan membeli minuman, kau disini dulu,” Sensei berlari menuju mesin penjual minuman.


 


Aku mengamati orang yang lalu-lalang dengan ramainya. Sepasang kekasih sedang berjalan bersama. Mereka tampak mesra. Sembari menonton orang lewat, aku memakan sushi buatanku tadi pagi.


 


“Minumlah!” Sensei membelikanku sekaleng minuman dingin. “Semua makanan buatanmu enak Kimiko-chan” Sensei mencomot sushi buatanku.


“Arigatouu, nee Sensei, nilaku kan kurang dari 80, kenapa Sensei tetap mengajakku ke sini?”


 


“Karena aku kasihan padamu, dan untuk kekurangan 1 poin itu bisa kau ganti dengan memasakkan aku sesuatu” kata Sensei.


 


“Oke Sensei!" Aku menunjukkan senyumku yang paling manis menurutku.


 


Kami terdiam beberapa saat, aku kembali asik mengamati orang berlalu lalang. Sepasang kekasih tampak mesra, mereka bergandengan tangan. Dan tampaknya aku mengenal mereka. OH TIDAK!!!!


 


 


 


 


 


 


[1]Selamat siang


[2]tolong


[3]syukurlah

__ADS_1


__ADS_2