Sensei to Atashi

Sensei to Atashi
Episode 25


__ADS_3

Aku duduk memandang ponselku, beberapa saat yang lalu ada pesan dari Tetsuya Sensei kalau hari ini akan kesini untuk memberikan Tutor. Aku mengiyakan saja, daripada aku harus berhadapan dengan Onii-chan, lebih baik aku berhadapan dengan Tetsuya Sensei.


 


Sudah tiga hari sejak kejadian aku memergoki Onii-chan dan Nao, tapi aku belum bisa menerima apapun hubungan mereka, hatiku tetap mengatakan bahwa itu semua adalah pengkhianatan.


 


"Klek" Pintu kamar terbuka, yang masuk adalah orang yang ku tunggu.


 


"Mari kerjakan Tugas musim panasmu," kata Tetsuya Sensei.


 


"Hai' Sensei" Jawabku patuh sambil mengeluarkan buku. Sensei menatapku heran. Aku mendengarkan dengan seksama semua penjelasan dan mengerjakan dengan patuh. Aku yakin Sensei heran dengan tingkah laku ku, dan aku tak punya penjelasan tentang itu.


 


“Oh ya, ibumu bercerita kau marah dengan mereka karena Nao dan Kei-san berkencan?”


 


Jadi sekarang Okasan juga sudah menceritakan segalanya kepada Tetsuya Sensei.


 


“hai”. Sensei menatapku, seolah-olah ingin melihat apa yang kupikirkan.


 


“Aku tak suka dikhianati, mereka harusnya dari awal meminta persetujuanku,” jelasku, aku tak mau menjadi pihak yang dianggap egois di sini.


 


 


“Bukankah kau bilang kalau kau tak setuju kalau mereka bersama? Wajar jika mereka tak berani mengatakannya padamu, apalagi saat kau marah kau bersikap seperti ini,” ujar sensei.


 


“Tapi kan mereka sudah kenal aku dari dulu, mereka harusnya tahu, mereka tinggal bilang sejujurnya dan membelikanku eskrim, aku juga akan marah, tapi berbeda, aku tak suka dibohongi,” kataku kesal. Sensei menatapku.


 


"Kalau begitu kau mau kubelikan kakigori?" Tanya Sensei. Bagaimana bisa Sensei malah menawariku Es Serut disaat seperti ini. "Untuk mendinginkan emosimu." tambah Sensei. Aku menggeleng.


 


“Kimiko-chan!!!” terdengar suara Asami dari luar. Aku dan sensei segera berdiri.


 


“Sensei cepat sembunyi!!!” aku panik,bagaimana nanti kalau ketahuan.


 


Aku menarik sensei ke kamar mandi. “Iie, dame!, nanti kalau dia mau ke belakang”. Suara teriakan Asami sudah cukup dekat. Aku segera membuka pintu lemari dan mendorong Sensei masuk.


 


“Kimiko-chan..” kata sensei.


 

__ADS_1


“Diam” bisikku.


 


BRUAAAK. Aku menutup pintu lemari tepat saat Asami masuk.


 


“Are… kamu belajar?” Asami teralih perhatiannya melihat buku ku berserakan. Aku beruntung memiliki Asami yang mudah teralihkan perhatiannya.


 


 


“Menyelesaikan PR musim panas,” aku segera merapikan buku ku. Asami duduk di ranjangku.


 


“Kita ngobrol di luar saja, aku punya eskrim” ajakku. Aku memikirkan sensei di lemari. Bisa saja dia kehabisan oksigen di dalam lemariku.


 


“Iie, ada Watanabe kun”


 


“Jadi kau asal masuk saja ke rumahku?”. Asami tertawa.


 


“Jangan salahkan aku, salahkan Watanabe kun, dia yang membuka pintunya”


 


“Mari di luar saja” ajak ku. Aku sangat takut kalau ketahuan, dan juga sangat takut kalau terjadi apa- apa dengan Tetsuya Sensei.


 


 


Aduh! jangan sampai Asami curiga.


 


“Iie, hanya saja tak enak membiarkan Shigeru-kun sendirian,” aku mengatakan alasan pertama yang muncul di otakku.


 


“Biarkan saja, karena aku sudah bilang padanya kalau ini masalah cewek,”kata Asami.


 


“Dou shita?” Aku menatapnya, karena khawatir ketahuan aku lupa menanyakan kenapa dia berkunjung ke rumahku.


 


“Kemarin Nao meneleponku, dia berkata kalau kau marah padanya,” Asami berkata pelan.


 


“Apakah kau juga tahu dia berpacaran dengan Kei nii-chan?” aku menatapnya penuh selidik. Asami menggeleng. Untunglah, kalau tidak pasti aku juga akan marah dengannya.


 


“Aku paham perasaanmu, kalau aku jadi kamu, aku juga akan marah”. Aku diam saja, pikiranku terbagi antara ucapan Asami dan sensei yang berada dalam lemari. “Tapi, bukankah sebaiknya kau memaafkannya, dia sudah minta maaf.”

__ADS_1


 


Ya memang Nao sudah mengirimiku pesan dan meminta maaf kepadaku, tapi ini bukan sesuatu yang sederhana seperti itu.


 


“Aku tak tahu.” Aku memang tak tahu kapan aku akan memaafkan mereka.


 


“Sudahlah Kimiko, restui mereka, toh kalau orang tuamu mengijinkan, kau tak bisa apa- apa,”


 


Walaupun perkataan Asami ada benarnya, aku tak mau mengakuinya.


 


“Aku marah mereka membohongiku, walaupun itu karena aku juga”. Asami mendadak memelukku.


 


“Aku tahu suatu saat kau akan memaafkan mereka” kata Asami.


 


“Seminggu lagi mungkin” kataku sambil tertawa.


 


“Ah gomen, aku harus segera pergi, sudah waktunya” Asami melihat jam di tangannya.


 


“Jaa ne[1]” dia melambaikan tangan dan menutup pintu. Aku pun segera berlari membuka pintu lemari.


 


“Sensei daijoubu?” aku melihat sensei yang berkeringat keluar lemari.


“Daijoubu..” ujar Sensei.”tapi bisa kah kau membuatkanku makanan? terjebak dalam lemari membuatku lapar”


 


“hai, mau kubuatkan okonomiyaki?”. Sensei mengangguk.


 


Aku dan sensei segera memakan okonomiyaki yang kubuat, seperti biasa, sensei memakan masakan buatanku dengan lahap.


 


“Kimiko.. bisakah aku…” Asami kembali masuk ke rumah. “Are.. SENSEIIIII???!!!!!!” Asami spontan berteriak melihat sensei sedang makan bersamaku. Shigeru-kun segera berlari menghampiri kami.


 


Dan bencana sesungguhnya telah terjadi.


 


 


 


[1]Sampai jumpa

__ADS_1


 


 


__ADS_2