Sensei to Atashi

Sensei to Atashi
Episode 9


__ADS_3

Hari sudah pagi, aku melihat jam di samping tempat tidurku. Aku segera bangun dan mandi, terlalu pagi memang, tapi aku tak berniat sarapan bersama keluargaku hari ini. Aku segera bangun dan menuju ke dapur. Okasan sedang di belakang. Aku segera membuat bento untukku sendiri dan Mayu. Aku tak marah kepadanya. Hanya tak ingin bertemu dengannya.


 


“Ohayo Kimi-chan” Sapa Asami sambil merangkul pundakku


 


“Ohayo” Jawabku lemas.


 


“Lemas sekali jawabanmu, kau sakit?” Tanya Nao.


 


“Iie, hanya saja aku belum sarapan” Aku memandang kedua sahabatku dengan tatapan memelas.


 


“Makan ini” Asami memasukkan roti ke mulutku.


 


“Arigatouu” Jawabku sambil mulut penuh roti.


 


“Oh tidak!!!” Kata Asami. Aku melihat ke arah yang Asami lihat. Yoh sedang berdiri di dekat pintu gerbang sekolah, seperti biasa dia sedang inspeksi kedisiplinan. Beberapa kohai tertangkap memendekkan roknya, aku melihat ke arah rok Asami, dan memang dia memendekkan roknya.


 


“Aku harus bagaimana?” Dia kebingungan.


 


“Tutupi pakai jaket atau sweater” Saranku, tak mungkin kan Yoh sampai menyibak sweater hanya untuk melihat panjang rok anak perempuan, tapi kalau memang iya, sungguh memang dia jenis manusia keterlaluan.


 


“Tapi aku tak membawa, apa kalian membawa?”. Aku dan Nao menggeleng. Asami sudah mulai panik tingkat dewa.


 

__ADS_1


“Mari jalan” Secara mendadak bagaikan pahlawan super, Shigeru datang dan melingkarkan jaketnya kepinggang Asami, dan mengikatkannya.


 


“ah eh… hai’” Asami berjalan sambil dirangkul pundaknya oleh Shigeru-kun.


 


“anata no koibhito[1]?” teriak Yoh melihat Shigeru dan Asami.


 


“bagaimana? Kawaii[2]kan?”balas Shigeru. Yoh tertawa.


 


Aku dan Nao segera menyusul mereka.


 


“arigatou” kata Asami, pipinya merona merah. Shigeru melambaikan tangannya dan pergi.


 


"Ya Tuhan, kalian menodai mataku dengan drama picisan kalian" Godaku sambil pura- pura mengusap mataku. Nao tertawa.


"Hmmm, Kurasa Shigeru- kun cocok kalau cosplay dengan kostum pahlawan bertopeng seperti dikartun Shin- Chan" Ledekku. Tawa Nao dan Asami langsung meledak.


****


Hari ini pelajaran terakhir adalah home economic. Kami akan membuat roti hari ini. Nao dan Asami sudah tahu apa yang aku alami. Dan mereka berusaha tak membicarakannya.


 


“Kita buat untuk siapa kue ini?” Tanyaku, sambil memandang kue yang sekarang ini ada di oven itu.


 


“Untuk kita sendiri” Jawab Nao. "Untuk kerja keras Kita sudah membuat Kue ini dengan susah payah" Tambah Nao dengan menggebu- gebu. Aku menggangguk menyetujui ucapannya.


 


 

__ADS_1


“Aku ingin Watanabe-kun mencicipinya” kata Asami. Secara otomatis aku dan Nao menatapnya. “Itu karena tadi pagi dia sudah menolongku, kalian tahu kan” Imbuhnnya.


 


“Wakatta.. wakatta..” Aku tersenyum jahil, wajah Asami memerah dan Nao tertawa.


 


 


Akhirnya kue kami jadi. Nao dan Asami membungkus untuk dibawa pulang.


 


“Kalian pulanglah, biar aku bereskan” kataku. Akhirnya mereka pulang. Satu persatu teman- temanku pulang.


 


 


“Masafumi-san, kalau kau sudah selesai kunci ruangannya”


 


 


“Hai Sensei”. Aku segera membereskan peralatan yag dipakai kelompokku. Aku memandangi kue ku. Aku tak ingin segera pulang. Aku bangkit dan mengambil beberapa peralatan, aku berniat membuat boneka kecil.


 


Saat sedang asyik menjahit aku mendengar pintu di buka.


 YA TUHAN, SIAPA JAM SEGINI MASUK KELAS HOME ECONOMC, APAKAH HANTU??? TAPI.... TAPI... APA MUNGKIN MASIH ADA HANTU BERKELIARAN DI ERA MODERN INI??????


 


 


 


 


 

__ADS_1


[1]pacarmu


[2]imut


__ADS_2