
“Minggu depan kita jadi jalan-jalan bersama kan?” tanyaku kepada dua sahabatku. Besok adalah weekend, dan minggu depan jadwalku bermain.
“Etto… “ Asami tampak bingung. Aku mendekatinya dengan tatapan mengancam.
“Jangan bilang kau ada acara lain!” kataku dengan nada mengancam.
“Hehehe, gomen Kimiko-chan, aku sudah berjanji kepada Watanabe-kun untuk pergi ke taman hiburan bersama,” kata Asami.
“Naniiii?!” aku mengguncang- ngguncang tubuh Asami.
“Gomenne, tapi kami baru awal berkencan, wajar kan kami menghabiskan waktu bersama,” Asami membela diri.
“Tapi itu jadwal kita bermain bersama,” aku mengguncang- guncang tubuh Asami.
“Makanya cari kekasih” Asami balas mengguncang tubuhku.
“Masafumi-san, Kazuha-san, hentikan!!!!” ternyata Tetsuya sudah datang. “Kalian bertengkar saja, sekarang kalian berdiri di koridor!!” perintahnya.
Sekarang Asami punya Shigeru-kun, jadi wajarlah kalau dia sedang ingin dekat terus dengan Shigeru-kun. Saat kami di hukum Tetsuya sensei, Asami menceritakan kisahnya sampai bisa berkencan dengan Shigeru. Jujur aku iri. Aku juga ingin melakukan hal yang sama. Tapi apadaya aku sudah kehilangan incaranku, Yuuta, tapi apakah aku benar- benar menyukai, dan bahkan menginginkan Yuuta, aku pun tak tahu.
****
Aku memegang rokku, aku menambahkan beberapa aksen dan renda.
Tok.. tok… “Kimiko,” Terdengar suara Okasan.
“Masuk Okasan!”
Terdengar pintu di buka.
“Kau kreatif sekali,” terdengar suara yang sudah akrab di telingaku.
“Tetsuya sensei!!!!!!!!!!!!!” teriakku.
“Hai” sahutnya ringan sambil masuk kamar.
“Ini bukan jadwal tutor kan?” Aku memandangnya dengan penuh tanda tanya, ini bukan jadwal tutor dan bahkan dia tak mengirimiku pesan tentang ini.
__ADS_1
“Siapa bilang? Apakah ayahmu belum menjelaskan kalau tak ada jadwal tetap, kalau aku ingin ke sini ya ke sini” kata Tetsuya sensei tenang.
“Huft” aku menyimpan rokku dan menyiapkan buku. “Sensei, boleh tidak kalau kali ini kita belajar sebentar saja,” aku coba bernegosiasi dengannya, aku sedang tidak ingin belajar, moodku jelek gara- gara Asami tadi siang.
“Baiklah, kalau kau bisa mengerjakan soal- soal ini dengan benar, kita akan selesai untuk hari ini,”
“Arigatouu sensei”. Aku mulai serius mengerjakan soalku. Ini adalah malam weekend, Sensei seharusnya bersama
kekasihnya, bukannya ke sini.
“Bruaaak!!” Mayu masuk ke kamarku.
“Sumimasen sensei”. Tetsuya sensei mengangguk.
“Onee-chan, kau marah padaku?”
“Baka! Kalau aku marah padamu, aku tak akan membuatkanmu bento setiap pagi”
“Tapi… kenapa nee-chan jarang mengobrol bersamaku?”
“Bukan karena Takahasi sensei menjadi tutorku?”
“Bukan, kau tak perlu khawatir” aku mengelus kepalanya. Dia tersenyum dan keluar.
“Ehem!” Sensei sengaja berdehem, aku mendongakkan wajahku dan menatapnya. “Aku seperti melihat drama,”
“Dulu tutorku adalah Takahasi sensei, dia teman onii-chan, tapi sebulan setelah menjadi tutorku, Mayu meminta dia menjadi tutornya, kecewa sih, karena aku sudah cukup dekat dengan Takahasi sensei” jelasku tanpa diminta, nanti juga Tetsuya sensei minta dijelaskan jadi aku jelaskan duluan saja.
“Jadi kau menyukainya?” Tanya Sensei penuh selidik.
“Bukan begitu… hanya dekat seperti teman,” Aku juga tak tahu aku menyukainya atau tidak, kalau dulu mungkin aku menyukainya, kurasa seperti itu, tapi sekarang, aku tak tahu lagi.
“Ooooo”.
Aku menyerahkan tugasku, dan setelah diteliti sensei, dia memberi anggukan setuju.
“Nee, sensei, kita sudah selesai, kenapa sensei tak pulang?”
__ADS_1
“Kalau aku pulang sekarang, orang tuamu akan tahu kalau kita hanya belajar sebentar,” jelas sensei.
“Baiklah,lalu apa yang akan kita lakukan?”
“Mengobrol?” saran sensei. Aku mengambil rokku dan segera melanjutkan pekerjaan yang tertunda karena kehadiran sensei. "Sensei, kalau anda mau kesini ada baiknya anda mengirimiku pesan dulu,"
"Memangnya kenapa?"
"Ya biar saya ada persiapan," kataku jengkel.
"Pesanku yang terakhir tak kau balas," kata Sensei. Aku mengingat- ingat pesan sensei yang terakhir, dia hanya menanyakan pekerjaan rumahku, mengapa harus ku balas.
“Kimi-chan, menurutmu bagus yang mana?” kali ini onii-chan masuk sambil membawa dua buah baju.
“Untuk apa?” Tanyaku.
“Aku akan ke taman hiburan minggu depan, ku rasa aku butuh saranmu,”
“Yang kanan lebih bagus” jawabku. “Kau akan pergi dengan siapa? aku juga ingin ke taman hiburan,” lanjutku.
“Ra-ha-sia, dan kau tak boleh ikut,” jawab onii-chan sambil berlari keluar.
“Apa kau semacam konsultan di rumah?” Tanya sensei. Aku menggeleng.
“Begitulah mereka, hanya ingin pamer,” jawabku kesal. Onii chan bisa- bisa nya pergi ke taman hiburan tanpa mengajakku.
“Sudahlah, kau bisa pergi juga ke taman hiburan,” sahut Sensei.
“Ya, rencananya aku, Asami dan Nao akan ke taman hiburan minggu depan, tapi Asami ada kencan dengan Shigeru-kun, Nao ada kepentingan, padahal aku sudah menyiapkan rok ini,” aku memamerkan rok ku pada sensei.
“Baiklah, kalau kau bisa mendapat nilai 80 di pelajaran matematika, akan kuajak kau ke taman hiburan” kata Tetsuya Sensei santai.
“Hontou neee[1]?!!” aku berteriak kegirangan.
Sensei mengangguk.
__ADS_1
[1]Sungguh?