
“Tunggu Asami-chan, dengarkan dulu penjelasanku!” Aku panik, aku tak mau dia salah sangka terhadapku.
“Kau marah kepada Nao-chan karena main rahasia, padahal kau pun sama?!!” teriak Asami.
"Ini tak seperti yang kau pikirkan, sungguh!" Aku menatap memohon kepada Tetsuya Sensei, aku tak mau Asami salah paham.
“Kazuha-san, ini tak seperti apa yang kau kira, aku hanya menjadi tutor Masafumi-san, kau bisa pastikan dengan bertanya kepada orang tua Masafumi-san,” Jelas Tetsuya Sensei.
"Hontou?" Asami tetap memandang curiga kepada kami.
"Lalu apa untungnya Aku membohongimu," imbuh Sensei.
Setelah penjelasan panjang lebar dari sensei, Asami dan Shigeru mengerti.
“Malang sekali kau Kimiko-chan, ini liburan, tapi kau harus tetap belajar,” Asami memelukku, sementara Shigeru asik makan okonomiyaki. “Tapi tak apalah, kan kau juga suka dengan Tetsuya sensei” ujar Asami sambil nyengir.
"SSSHH!"Aku melirik sensei, dia sedang asik makan bersama Shigeru, sepertinya tak mendengar kami.
Setelah selesai makan Asami dan Shigeru pulang.
Aku menghela nafas lega, karena Asami mempercayaiku. Dan aku juga tak berbohong, karena Tetsuya Sensei disini kan menjadi Tutorku.
“Kimiko-chan” panggil Sensei. Aku menghampirinya. “Betulkah kau menyukaiku?!”.
Aku terdiam dan wajahku memerah.
__ADS_1
"Seperti biasa, kau mudah sekali digoda," Ujar Sensei. Kemudian sensei tertawa.
“Aku benci sensei!!!” Aku berlari ke kamarku dan membanting pintu kamar.
****
Libur musim panas sudah hampir selesai, tapi aku masih belum merestui Nao dan onii-chan meski aku sudah tak marah lagi. Aku tak tahan harus marah lama dengan seseorang.
Aku memilih menghindar saat Nao datang ke rumah. Aku juga menghentikan tutorku sementara, aku bilang ke Otosan kalau PR musim panasku telah selesai dan aku menginginkan liburanku, padahal alasan sebenarnya karena aku kesal dengan sensei yang menggodaku.
“Kimi-chan, Nao datang berkunjung” Okasan membangunkanku.
“Hai”. Aku tak beranjak dari kasurku.Aku tak menyambutnya, karena paling dia hanya ingin bertemu dengan onii-chan.
“Kau tak turun?” Okasan kembali mengusikku.
Aku hanya berguling di tempat tidurku. "Paling dia ingin bertemu dengan Onii- chan kan? bukan denganku?!"
“Kalau begitu antarkan mochi ini ke tempat Tetsuya sensei!” Perintahnya.
“Tetsuya sensei.. Tetsuya sensei, mengapa Okasan selalu mengiriminya jika kita kelebihan sesuatu?” Aku jengkel sekali, apa Okasan tak tahu aku sedang jengkel dengan Tetsuya Sensei.
Lagipula darimana Okasan tahu, aku juga tidak cerita, kalau cerita paling juga aku yang dimarahi.
“Apa kau lupa kalau dia tutormu? Dan dia tinggal sendiri, tentu tak banyak makanan di rumahnya,” Jelas Okasan.
“Dan Okasan tak khawatir padaku?” Aku menatap nanar kepada ibuku.
__ADS_1
“Apa yang harus ku khawatirkan?” kata Okasan santai.
“Anak gadismu ini akan datang ke apartemen seseorang yang belum menikah! “ mau tak mau suaraku meninggi sedikit.
“Bagus,kalau begitu menginap lagi di tempatnya,”
Aku menahan emosiku, aku tak tahu Okasan bercanda atau menyindir.
“Apa kalian berusaha menyingkirkanku?” suaraku meninggi.
“Ya begitulah, biar Nao-san yang di sini!” kata Okasan kesal. " Dia lebih patuh daripada kamu,"
“Baiklah… baiklah…!!!” Terpaksa aku bangkit dari hibernasiku.
Setelah perdebatan yang panjang, akhirnya aku berjalan ke apartemen sensei. Lagipula aku juga tak ingin terjebak di tempat yang sama dengan Nao. Mereka belum benar- benar meminta restu dariku. Aku berjalan sambil mengirim pesan kepada Asami, aku berencana tidur di tempatnya malam ini, aku terlalu malas jika Nao menginap di rumahku, walau dia biasanya tidur bersama Mayu.
“Eh, Itamura sensei” gumamku.
Aku tinggal beberapa meter dari apartemen sensei, karena asik bermain ponsel aku baru menyadarinya. Aku segera berbalik untuk pergi, aku tak ingin tertangkap Itamura sensei.
“Wua…” seseorang menarikku ke pintu tangga darurat dan menutup mulutku. “Hah penculikan!!!” pikirku.
__ADS_1