Sensei to Atashi

Sensei to Atashi
Episode 24


__ADS_3

Aku melangkah dengan gontai, ada apa ini dengan kehidupanku yang berputar tidak semestinya. Semenjak Tetsuya Sensei jadi tutorku sepertinya aku menderita sakit jantung yang parah. Dia memang Kakkoi, tapi galak dan sifat isengnya itu membuatku ingin memukulnya. Ponselku bergetar di kantongku.


[Sudah sampai rumah?]


Ternyata Tetsuya Sensei, aku malas menanggapinya.


 


Aku cuma berjalan- jalan dengannya di Taman Hiburan, dan bayarannya adalah merawatnya semalaman karena dia terkena demam musim panas. Yang lebih mengherankan lagi Okasan, anak gadisnya menginap di rumah laki- laki lajang, dan dia biasa- biasa saja, Ya Tuhan, bagaimana hidupku bisa berputar tidak pada porosnya ini.


 


"Tadaima!" Aku masuk rumah dan tak menjawabnya. Ini tujuan mereka menyingkirkanku semalam, mereka mau pergi, pikiran- pikiran tak jelas hinggap di pikiranku. Aku melihat sepatu perempuan di depan.


 


Aku masuk rumah dan membanting pintu. Rumah sepi, kamar Mayu rapi, tapi Mayu tak ada. Di depan ada sepatu cewek, aku bertanya-tanya siapa tamu hari ini. Aku segera menuju ruang keluarga, disana ada onii chan yang melingkarkan tangannya di pundak Nao sambil menonton film.


“Onii-chaaan!!!” Amarah memenuhi hatiku, aku tak tahu aku akan bersikap apa dengan mereka, semua hal yang aku pikirkan tentang mereka ternyata benar.


 


“Kimi-chan?! Kau sudah pulang” Onii-chan segera melepaskan pegangannya. Nao menatapku tampak gugup.


 


“Kalian berdua pengkhianat” Aku menatap nanar kedua orang di depanku. "Dan kau!" Aku menunjuk Nao, " Aku kecewa denganmu!!"


 


Aku segera berlari ke kamarku dan menguncinya. Sungguh kesal sekali. Sensei membuatku kesal, dan di rumah melihat pemandangan tak mengenakkan. Ponselku berdering beberapa kali, tapi kuabaikan, langkah terakhir ku lepas baterainya.


 


"Kimi-chan!! Kimi -chan!!" Aku mendengar suara Onii- chan di depan pintu kamarku, aku tak ingin melihat mereka dan tak ingin mendengarkan alasan mereka, mereka jahat denganku. Sekali lagi Onii-chan mengetuk pintuku tapi aku mengabaikannya.


 


Malam harinya aku terpaksa makan malam di ruang makan bersama keluargaku. Aku tak mau menatap Onii-chan, aku tak mau mengotori mataku dengan melihatnya.


 


"Bagaimana keadaaan Tetsuya-San?" Okasan membuka obrolan.


 

__ADS_1


"Kemarin demamnya tinggi, tapi tadi pagi sudah turun, makanya aku pulang tapi malah aku yang tidak bisa di selamatkan," kataku ketus, ku lirik Onii-chan menunduk.


 


"Apa maksud bicaramu itu?" tanya Okasan.


 


"Tidak apa- apa, hanya bicara omong kosong saja,"


 


"Kau ini, cepat makan, jangan bercanda lagi!" perintah Okasan.


 


Siapa yang bercanda disini, Ya Tuhan, sebenarnya aku ini kenapa. Aku menghela nafas dan melanjutkan makan.


 


Selesai makan malam aku membantu Okasan mencuci piring.


 


"Okasan," panggilku pelan.


 


 


"Okasan, apa kemarin tak takut terjadi apa- apa denganku?" aku memberanikan bertanya.


 


"Memangnya terjadi sesuatu?"


 


"Tentu saja tidak!!!" Jawabku buru- butu, "Tapi kan Tetsuya Sensei pria lajang, dan aku gadis yang cantik..." Imbuhku.


 


"Kau? cantik??" Okasan pura- pura heran dengan tingkahku.


 

__ADS_1


"Okasan!!!" Aku cemberut mendengar kata- kata Okasan.


 


"Baiklah, kenapa aku membiarkan kau ke tempat Tetsuya- san? karena kita harus membalas kebaikan orang, dan lagipula aku sangat yakin, Tetsuya san tak akan melakukan sesuatu kepadamu," Jelas Okasan.


 


"Kalau terjadi sesuatu bagaimana? kalau setan menggoda bagaimana?" aku masih tak menyerah.


 


 


"Kalau terjadi sesuatu, itu kau yang menggoda," Jawab Okasan santai.


 


"Okasan!!!!" aku makin jengkel dengan orang- orang di rumah ini.


 


Aku segera mengeringkan tanganku dan menuju kamarku.


 


"Kimi-chan..." ternyata Onii-chan menungguku di dekat pintu kamarku.


 


"Sudahlah, aku tak ingin membahas apapun itu,"


 


"Tapi..."


 


"Tapi apa?! potongku cepat, sudahlah, kalian sema kan memang seperti itu, berbuat semaunya sendiri!" Aku segera masuk kamar dan membanting pintu.


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2