Sensei to Atashi

Sensei to Atashi
Episode 6


__ADS_3

“apakah kalian sudah siap dengan nilai test dari Tetsuya Sensei hari ini?” Tanyaku sambil duduk


di meja Nao.


“hmm” Kata Nao. Aku menoleh ke Asami, tapi dia malah tersenyum senyum


sendiri.


“apa kalian merasa kalian lulus test kali ini? Lanjutku.


“kurasa aku bisa lulus, tapi aku tak yakin dengan nilainya, dan kau


sendiri?”


“hemm, kurasa nilaiku tak akan buruk juga, kalau kau Asami?”


“kurasa aku akan sukses kali ini?" Katanya sambil tersenyum.


Eh, sukses?! Apa maksudnya itu.


“ayo semua duduk dengan benar!!!” teriak Tetsuya Sensei. Aku segera turun dari meja dan duduk di kursiku. “ hari ini akan dibagikan nilai kalian, yang belum memenuhi batas maksimal akan mengikuti pelajaran tambahan dan remedial test” lanjut Sensei. Satu persatu nama teman- temanku dipanggil. Saat Nao dipanggil kedepan, dia kembali dengan senyuman yang lebar, tanpa diberi tahu aku mengerti kalau nilainya bagus.


“Kazuha, Asami”


“hai’” dia berjalan ke depan, dia pun berjalan kembali dengan penuh kepuasan. Tinggal aku yang menunggu. Saat mendengar namaku ddipanggil, aku segera berjalan dengan cepat ke depan. Angka 75 tertulis di pojok kertas itu. Aku tersenyum puas, sedikit mengalami peningkatan.


Setelah Sensei keluar, kami segera mendiskusikan nilai kami, saat Asami menunjukkan nilainya, aku dan Nao terbengong-bengong.


“50???? Kalau begitu kenapa tadi kau tersenyum puas?” Tanyaku.


“Tentu saja, karena rencanaku berhasil, aku bisa sering- sering bertemu Sensei” jawab Asami tanpa penyesalan.


“Baka” kata Nao.


“tapi itu perlu kan? Aku akan sering ketemu Sensei kalau aku mengikuti pelajaran tambahan” bela Asami.


“tapi bukan kamu saja yang ikut pelajaran tambahan”


“Wakatta[1]wakatta” kata Asami tak sabar.


“Jadi, kau sengaja tidak serius mengerjakan soalmu? Demi bersama Sensei?” tanyaku setelah terdiam. Asami


mengangguk.


“Kimiko, kau tak berfikir bahwa kau akan mengikuti jejaknya kan?” Nao menunjuk Asami.


“iie” jawabku sambil menyilangkan tanganku. “aku tak akan membuat Takahasi Sensei kecewa”.


“Baguslah” Nao mengangguk, “Jangan konyol seperti dia”. Nao memukul pelan kepala Asami, tapi Asami malah tertawa-tawa.


“aku akan menyimpan ini, akan kuperlihatkan pada Takahasi-san” Kataku.


Asami tertawa. “aku akan bersiap untuk pelajaran tambahan” Kata Asami.


“Mari pulang Nao” Aku menarik tangan Nao.


“Aku boleh main ke rumahmu hari ini?”. Tanya Nao tiba- tiba.


“Eh, tentu” Jawabku sambil tersenyum.


“Apa kau tak berpikir kalau Asami keterlaluan Kimiko?” Tanya Nao.


“oh masalah dia sengaja merendahkan nilainya?”


Nao mengangguk. “kurasa itu terlalu berlebihan”. Aku tertawa kecil.


“Sudahlah Nao, kau kan tahu kalau Asami-chan memang orangnya ekspresif” jawabku.


“Ya begitulah”


“Hmm, apakah kau pikir Asami chan benar benar menyukai Tetsuya Sensei?”


“Kau seperti tak tahu dia, dia tak benar-benar suka, mungkin lebih ke rasa kagum” jawab Nao.


Akhirnya kami sampai di rumahku. Aku  tak mengerti mengapa Nao ingin bermain kerumahku, mungkin dia sedang ada masalah, atau sesuatu.


“Tadaimaaaa” Teriakku.


“Ssh, kau terlalu keras” tegur Nao.


“Daijoubu. Rumah ini terlalu besar, kalau kau tak berteriak, sulit untuk didengar”


“Okaeri, onee-chan” Mayu keluar dari ruang keluarga. “aah, Nao-nee san” Mayu segera menghampiri Nao.


“O genki desu ka[2]?” Nao memeluk Mayu. Nao anak terakhir, jadi dia tak punya adik, dan sejak sekolah


menengah dia sering bermain ke rumah, jadi Mayu mengenal cukup baik.


“Genki desu[3]” Jawab Mayu sambil tersenyum. “nee nee, Nao onee-chan, kau menginap malam ini?”.


“Eh.. itu…” Nao kebingungan.


“Mayu, dimana Okasan?” Tanyaku.


“Di dapur”


Aku menuju ke dapur, mencari *Ok*asan.


“Okasan, Nao ke sini”


Okasan mencuci tangannya dansegera keluar.


“Nao san” Sapa Okasan.


“Masafumi-san, o genki desu ka?”Nao membungkuk.


“Genki desu” Jawab Okasan. “Kenapa tak pernah bermain kesini? Pasti Kimiko banyak menyusahkanmu” Tambah Okasan.


“Gomenasai, iie, Kimiko banyak membantuku” Jawab Nao.


“Nee nee Okasan, Nao nee chan boleh menginap ya? Ya?” Mayu merengek.


“Iya, menginaplah, sudah lama kau tak bermain ke sini, menginaplah”


“Ano… apakah tak mengganggu?”


“Iie, daijoubu, biar aku telefon ibumu, agar tak khawatir”


“Baiklah, malam ini saya menginap, lagipula besok libur” jawab Nao.


“Horeee” Mayu memeluk Nao. Aku tersenyum, senang rasanya melihat Mayu ceria.


“Mayu-chan, lepaskan dulu Nao san, biarkan ganti baju dulu” tegur Okasan.“ah iya aku harus menelepon ibumu dulu” Okasan menuju telepon di ruang keluarga.


“Ayo kita ganti baju dulu” Aku mengajak Nao masuk ke kamarku.


“Ku tunggu di ruang makan” Kata Mayu.


“Arigatou” Kataku.


“Eh” Nao kaget. “Untuk apa?”


“Kau sudah membuat Mayu ceria”


“Sudahlah, dia anak baik kog” jawab Nao.

__ADS_1


“Kau tak masalah kan memakai bajuku?” Tanyaku sambil memilih- milih baju yang sesuai untuk Nao. Ukuran tubuhku dan Nao tak begitu jauh, tapi Asami yang paling kecil diantara kami.


“Iya, apa saja” Jawab Nao.


“Baiklah, mandilah dulu” Kataku.


Setelah selesai mandi dan ganti baju, kami segera turun. Tampak Okasan sedang menyiapkan makan malam. Mayu duduk di kursi meja makan. Aku segera membantu Okasan.


“Dame, Nao-san kan tamu, duduk saja bersama Mayu” kata Okasan melihat Nao ikut membantu.


“Daijoubu” jawab Nao. Tapi Mayu menarik tangan Nao.


“Mari kita mengobrol, aku rindu dengan nee-chan”. Nao tersenyum dan menuruti Mayu.


Kini Mayu dan Nao asik mengobrol.  Entah apa yang dibicarakan mereka, sesekali Mayu tertawa.


“Otosan dan onii-chan dimana??”


“Otosan sedang pergi keluar kota untuk bisnis, dan kakakmu paling sebentar lagi pulang” Jawab Okasan.


“Okasan, apa yang kau lakukan kalau tiba- tiba onii-chan membawa kekasihnya pulang?” Tanyaku iseng.


“Anak ini” Okasan memukul kepalaku dengan sendok sayur.


“Aww, sakit, aku kan hanya bertanya, tak perlu seperti itu” Kataku kesal.


“Sudah, masak yang baik” Perintah Okasan.


“Lagipula kita tak pernah tahu kan?” Kataku kesal.


“Kakakmu bukan orang sepertimu” Jawab Okasan.


“Aku tak akan setuju bila onii-chan mempunyai kekasih” Kata Mayu tiba-tiba.


“Nande[4]?”Aku kaget dengan perkataan Mayu.


“ Aku hanya setuju kalau Nao nee chan yang jadi kekasih onii chan” Aku tertawa mendenganya.


“Aku setuju dengan Mayu, aku hanya akan setuju kalau Nao san orangnya” Okasan ikut-ikutan.


“Haa, aku??”Nao tampak kaget.


“Hahaha, sudahlah Nao, mereka itu tim yang kompak, jangan kau hiraukan” Aku mencoba menenangkan Nao.


“Aahaha, gomenne nee-chan” Kata Mayu. Aku dan Okasan lanjut menyiapkan makanan.


Setelah makanan siap, Nao dan Mayu membantu mempersiapkan meja.


“Tadaima!!”


“Ah itu onii chan” Mayu segera menuju pintu depan.


“Gomenasai Nao-san, Mayu masih bersikap kekanak-kanakan, itu karena kami memanjakannya” kata Okasan.


“Daijoubu, saya merasa Mayu seperti adik saya sendiri”


“ Aaah sup natto” Kata onii chan setelah ganti baju dan mandi. “eh, Nao-chan!” Sapa onii chan yang baru menyadari keberadaan Nao.


“Iya, o genki desu ka?”Mendadak Nao berdiri dan membungkuk dan member hormat. Aku menatap Nao dengan


aneh. Mungkin dia gugup karena kami bercanda tentangnya dan onii-chan.


“Hahaha, lama juga kau tak kesini Nao-chan?” Bukannya menjawab, onii-chan malah balik bertanya.


“Aku agak sibuk untuk belajar” Jawab Nao.


“Bagus Nao san, jangan seperti anak ini” Sahut Okasan memukulku.


“Hahaha, nilai Kimiko sudah mulai naik kog” Jawab Nao. Aku tersenyum bangga.


“Tentu saja” Jwabku.


“Nao san, tadi aku sudah telepon ibumu, dia mengijinkanmu menginap disini” Kata Okasan.


“Hai’” Jawab Nao.


Setelah selesai makan aku dan Nao naik ke kamar. Aku segera melompat ketempat tidur.


“Kau baru saja makan” Tegur Nao. Aku segera duduk.


“Aku rasa, aku tak setuju kalau kau menjadi kekasih onii-chan” Kataku.


“Nande?’ Tanya Nao kaget.


“Apa kau menyukainya?”


“Nukan begitu, hanya saja kenapa kau tak menyetujuinya?”


“Itu karena kita sahabat”


Nao terdiam. Tiba-tiba Mayu masuk.


“Ayo kita bermain game di kamarku” Ajaknya.


“Aku ikut” Tiba- tiba onii chan muncul.


“Dame! Ini khusus cewek” aku mendorong muka onii-chan menjauh.


“Hei, perlakuan apa itu” kata onii-chan.


“Onee-chan!” Mayu cemberut.


“Ayo onii-chan, kita main bersama”, Mayu menarik tangan onii-chan menuju kamarnya, tak lama aku dan Nao menyusul.


Kamar Mayu dan kamarku sama besarnya, hanya saja di kamar Mayu ada video game, itu dilakukan Okasan agar dia tak kesepian. Akhirnya kami berempat bertanding game yang lagi popular saat ini, tapi Nao lah yang kalah berkali-kali, mungkin karena dia jarang bermain video game.


Setelah lelah bermain Mayu tertidur, namun aku, Nao dan onii-chan masih  terus bermain. Hingga saatnya mataku sudah terasa berat. Aku langsung tiduran di lantai.


“Kei-san, apakah kau sudah memiliki kekasih?” Sayup sayup aku mendengar Nao bertanya kepada onii-chan sebelum aku benar-benar tertidur.


Aku membuka mataku, kemudian berusaha tidur lagi, tapi cahaya sudah mulai masuk dari sela-sela tirai jendela. Aku segera bangun. Ternyata aku tertidur di kamar Mayu. Mayu masih tertidur, tapi Nao sudah tidak ada. Aku segera naik ke kamarku untuk cuci muka.


“Ohayo” Sapaku ketika tiba di dapur, Nao sedang membantu Okasan.


“Ohayo Kimiko, gomenne aku sudah berusaha membangunkanmu, tapi kau sulit bangun” Kata Nao.


“Memang begitulah Kimi-chan, mudah tidur, sulit bangun, oh ya, kenapa Asami san tak ikut menginap?” Sahut Okasan.


“Ah itu…” Aku kebingungan bagaimana harus menjawabnya.


“Asami-chan sedang berusaha belajar dengan giat” Kata Nao sambil tersenyum.


“Duh anak ini pintar sekali membaca suasana” Batinku.


Tak lama kemudian Mayu dan onii-chan bergabung di meja makan.


“Mayu, nanti setelah sarapan bersiap- siaplah, hari ini jadwalmu bertemu dokter” Kata Okasan.


"Tapi aku tak sakit”


“Kau memang tak sakit, tapi kau tetap harus bertemu doktermu” Balas Okasan tenang.


“Wakatta.. wakatta..”


“Aku ikut” Sahutku.

__ADS_1


“Dame…” Kata onii chan.


“Nande?!”


“Karena Yuuta kun akan kesini, tadi dia telepon, karena dia ada urusan,jadwal tutoringmu diganti hari ini jam 10” Kata onii chan. Mulutku terbuka lebar. Tiba-tiba Nao memasukkan sayuran ke mulutku. Aku kaget dan memolotinya. Nao dan onii-chan tertawa.


“Kau akan pulang jam berapa?” Tanya onii-chan.


“Etto mungkin setelah sarapan” Kata Nao.


“Kei, kenapa kau tak mengantarkan Nao?” Saran Okasan. Aku terkejut mendengarnya, apakah Okasan serius tentang mereka tadi malam?


“Nee nee, nii-chan, kalian bisa berkencan sembari pulang nanti” Kata Mayu bersemangat. Nao terdiam dan


terus makan.


“Sudahlah sudahlah, tak mungkin Nao menyukai onii-chan, iya kan?” Aku coba menengahi dan menoleh kepada Nao. Nao hanya tersenyum.


“Kenapa? Apa yang salah denganku?” Onii-chan ikut buka suara.


“Benar, apa kurangnya onii-chan? Hansamu, pintar, dan lagi kakak kan pewaris perusahaan Otosan” Kata Mayu.


“Ya itulah masalahnya, onii-chan tak akan mempunyai waktu untuk Nao, dan aku tak akan mengijinkannya karena Nao dan aku bersahabat” Aku tak mau mengalah.


“Sudah kalian berdua, kasihan Nao menjadi tak enak makan” Lerai Okasan. “Tapi kau mau diantar Kei-chan kan Nao san?” Tambah Okasan.


“Baiklah” Kata Nao sambil tersenyum.


Setelah sarapan Mayu dan Okasan berangkat ke rumah sakit, sementara Nao menunggu onii-chan di ruang tamu. Aku segera menyusul onii-chan.


“Woeee” Onii-chan berteriak saat aku masuk kamarnya.


“Hehe ini aku” Aku segera masuk.


“Dou shita?”


“Onii-chan, apa kau memikirkan serius tentang perkataan Mayu dan Okasan?” Aku menatap wajah Onii-chan lekat-lekat.


“Entahlah, mereka hanya bercanda kurasa” Jawab Onii-chan.


“Aku tak ingin kau berkencan dengan Nao, dia sahabatku” Kataku.


“Nande?”


“Yah, aku tak bisa membayangkan dia menjadi kakak iparku”


Onii-chan tersenyum dan mengelus kepalaku.  Dia mengambil kunci motornya dan pergi ke bawah. Aku segera menyusulnya.


“Arigatouu Nao-chan” Aku memeluk Nao.


“Dou itashimashite” Jawab Nao


“Itekimasuuu[7]”. Onii-chan pergi diiringi Nao.


Kini giliran aku bersemangat. aku segera menuju ke kamarku dan membereskannya. Aku sudah membayangkan Takahasi Sensei datang dan kami belajar bersama. Tak seberapa lama bel rumah berbunyi, aku segera berlari membukakan pintu. Ternyata benar, itu Takahasi Sensei.


“Takahasi Sensei, lihat ini, nilai bahasa inggrisku naik” aku segera memamerkan nilai tes yang kemarin. Dia tersenyum.


“Bagus, berarti aku tak sia- sia berada disini”


“Tentu saja” Jawabku.


“Sekarang kita belajar apa?” Tanya Takahasi Sensei.


“Ano Sensei, sebelum itu, bolehkah aku minta sesuatu?”


“Apa itu?” Takahasi Sensei menatapku.


“Jika nanti di pelajaran matematika aku mendapatkan nilai 75, maukah kau memberikan nomer ponsel dan emailmu” Kataku pelan. Dia tertawa. “Eh, dou shita?”


“Kau ini lucu sekali, sebenarnya tanpa kau meminta sebenarnya aku juga berniat memberikannya kepadamu, karena cukup repot jika selalu melalui Kei”. Mendengar itu aku bagaikan disambar petir bagaimana bisa aku tak memintanya saja. “Tapi karena kau berkata seperti itu, baiklah, aku akan memberikannya kepadamu kalau nilaimu 75”.


“Baiklah, aku akan berusaha” . pelajaran hari itu cukup menyenangkan karena tak ada yang mengganggu. Sampai akhirnya onii-chan pulang dan mulai mengusik kami.


 


 


 


 


 


 


[1]


Aku tahu/ aku mengerti


 


 


[2]


Apa kabar


 


 


[3]


Kabar baik


 


 


[4]


mengapa


 


 


[5]


Aku,biasa diucapkan oleh wanita


 


 


[6]


Perangkat tidur tradisional jepang


 


 


[7]

__ADS_1


Aku berangkat


__ADS_2