
“tadaima”
“Kimi-chan, cepat persiapkan
dirimu, tutormu akan datang hari ini” kata Okasan.
Aku segera menaiki tangga dan menuju kamarku.
Setelah aku siap aku segera turun. “ingat, bersikaplah yang baik, jangan
tunjukkan sikap tak seriusmu, kalau sampai tutormu mengundurkan diri, maka kau
yang akan terkena masalah” kata Okasan.
“hai” kataku, karena Okasan selalu disiplin. Itulah yang
membuatku lebih takut kepadanya daripada Otosan.
“siapa juga yang akan membiarkan tutor ganteng mengundurkan diri” batinku.
“tadaima” suara onii-chan terdengar sampai ruang makan.
“okaeri onii-chan” jawabku sambil keluar dari ruang makan. Ternyata onii-chan pulang bersama temannya.
“konbanwa, atashi wa Kimiko Masafumi, yoroshiku desu[1]”
kataku spontan melihat cowok kakkoi.
Cowok itu tersenyum. “hajimemashite,
watashi wa Yuuta Takahasi, yoroshiku[2]”
balasnya.
“Takahasi- san, arigatou, telah
mau menjadi tutor anak bodoh ini” kata Okasan sambil memukul punggungku berkali- kali.
“dou itashimashite”
“kami mohon kerjasamanya Takahasi- Sensei,
bantulah dia” lanjut Okasan.
“saya akan berusaha” kata Takahasi sambil tersenyum. Pipiku terasa panas
melihat Yuuta Takahasi tersenyum.
“wajahmu memerah” bisik onii-chan.
Aku malu sekali. “onii-chan” aku
menendangnya.
Tiba- tiba Mayu keluar kamar. Dia kaget melihat Yuuta Takahasi dan segera
masuk kamar kembali. “dia adikku yang paling kecil, namanya Mayu, dia pemalu”
kata onii-chan sambil meringis, karena
__ADS_1
tendanganku tadi.
“sudah- sudah, sekarang Kimi-chan masuklah kamar dan kau bisa mulai pelajaran dengan Takahasi Sensei” kata Okasan.
Dengan semangat aku berjalan menuju kamarku, sementara Takahasi Sensei mengikutiku.
“kita belajar apa hari ini Sensei?”
“kata Kei, kau lemah dalam pelajaran sains dan bahasa inggris”
“apaaa, onii-chan benar- benar
payah, bagaimana bisa dia berkata seperti itu” batinku.
“bagaimana? Apa yang ingin kau pelajari lebih dulu?” Tanya Yuuta Takahasi.
“bahasa inggris”
“baiklah”.
Takahasi Sensei cukup telaten
mengajariku, meskipun beberapa kali aku kehilangan konsentrasi karena asik
memandang wajahnya.
“kurasa kau tak seburuk yang dikatakan Kei, Masafumi-san” kata Yuuta Takahasi.
“panggil saja aku Kimiko, ya, aku sebenarnya hanya malas” kataku jujur.
“baiklah Kimiko san, kau mulai sekarang harus serius karena aku tutormu
tertawa. Aku pun ikut tertawa. Kami pun melanjutkan pelajaran kami.
Saat Takahasi Sensei sedang
mengajariku pintu kamar diketuk. “Kimi-chan,
ini ada teh dan kue untuk Takahasi Sensei”
kata Okasan dari luar. Aku segera
membuka pintu kamar. Okasan meletakkan nampan teh dan kue di depan pintu.
“ini Sensei, minumlah dulu”
kataku sambil meletakkan teh dan kue di depannya.
“arigatou”
Setelah menghabiskan teh dan kue, dia kembali mengajariku. Dengan begini,
aku bisa dekat dengan Takahasi Sensei,
dan tak kena marah Tetsuya Sensei karena
nilaiku buruk.
“kurasa cukup untuk hari ini, kita lanjutkan minggu depan” kata Takahasi Sensei.
__ADS_1
“hai’” .
Aku mengantarnya sampai pintu depan. aku melambaikan tangan sambil
tersenyum. Masuk ke rumah masih senyum
senyum sendiri.
“bahagia Kimi-chan?” goda onii-chan yang berdiri sambil melipat
tangan di samping pintu.
“onii-chan!!!” teriakku kaget.
“sssh, kau akan membangunkan Mayu”
“apakah dia sudah memiliki
kekasih onii-chan?”
“hei, kau tak berfikir untuk menjadi kekasihnya kan?” Tanya onii-chan kaget.
“apa yang salah dengan itu?”
“tentu saja salah, Sensei dilarang mempunyai hubungan khusus dengan muridnya”
“onii-chan!!!” teriakku sebal.
“itu aturan di sekolah, kalau dengan tutor tentu saja boleh, cepat katakan,
apakah dia sudah memiliki kekasih atau belum?”
“bayarlah aku untuk informasi itu”
“terserah!!!!” aku menutup pintu kamarku dan menguncinya.
“aku akan Tanya Takahasi-Sensei sendiri, memangnya aku tak bisa Tanya sendiri” gerutuku sebal.
[1]
Selamat malam, saya kimiko masafumi, mohon bantuannya
[2]
__ADS_1
Hai, saya Yuuta Takahasi, mohon bantuannya