
Hari ini aku pulang dengan semangat, karena hari ini adalah jadwalku belajar dengan Takahasi Sensei. Aku sudah tak sabar, kami akan belajar apa lagi.
“Tadaimaa” aku membuka pintu. Mayu tersenyum dan masuk kamarnya. Aku segera naik ke kamarku dan mandi. Setelah selesai mandi pintu kamarku diketuk.
“Ya…”
“Ayahmu dan aku ingin membahas sesuatu denganmu” Kata Okasan. Aku bingung ada apa, jarang sekali Otosan memanggilku, yang paling sering dipanggil adalah onii-chan, itupun untuk masalah bisnis. Aku mengikuti Okasan ke ruang kerja Otosan dengan pikiran bingung.
Wajah Otosan tampak memikirkan sesuatu yang dalam. Aku terdiam, aku berfikir, apakah aku melakukan kesalahan akhir- akhir ini, kurasa tidak.
“Duduklah Kimi-chan” Aku duduk. Okasan duduk disampingku.
“Gomen kalau aku dan ibumu mengambil keputusan ini”Kata Otosan.
“Ano… sumimasen, ini tentang apa?” Aku memberanikan diriku bertanya.
“Mulai sekarang, Yuuta Takahasi tak akan menjadi tutormu”. Perkataan Otosan bagaikan air es yang disiramkan
kepadaku.
“Apa Otosan bercanda?!” Spontan aku berdiri.
“Kimiko!!!”.
“Memangnya kenapa? Dia melakukan tugasnya dengan baik, bahkan nilai-nilaiku naik” kataku tak mengindahkan teguran Okasan.
“Gomenne, tapi Mayu menginginkan Takahasi –san sebagai tutornya”. Mendengar penjelasan Okasan aku terduduk, kakiku lemas.
“Mengapa harus Mayu?” Kataku lemah.
“Keluarlah, aku akan menjelaskan kepadanya” kata Otosan, Okasan keluar.
“Mayu-chan ingin bersekolah di tempat yang sama denganmu dan kakakmu, kau tahu sendiri, sekolahmu menetapkan standar tinggi untuk siswa yang masuk, Mayu-chan tahu itu, maka itu dia meminta tutor” Jelas Otosan.
__ADS_1
“Tapi.. apa itu harus Takahasi-san?”
“Mayu-chan sudah mulai berfikir kalau dia tak cocok dengan keluarga kita, karena itu dia ingin mengikuti jejakmu dan kakakmu. Apakah mungkin kau menyukai Takahasi-san?” Lanjut Otosan
Aku menggeleng pelan. “Entahlah, perasaan apa ini, aku tak tahu, hanya saja sepertinya Sesuatu yang aku sukai diminta oleh orang lain”
“Otosan berjanji akan mendapatkan tutor yang lebih baik untukmu” Kata Otosan sambil memelukku. Aku terdiam. Aku malas bicara.
Aku keluar dari ruang kerja Otosan, Okasan sudah menungguku.
“Kau menyetujuinya?”
“Dan apakah itu berguna jika aku menolaknya? Kalian yang berhak mengambil keputusan” Kataku.
“Kimiko! Dimana sopan santunmu?!” Okasan sudah mendelik marah padaku, tapi aku cukup lelah untuk memahami situasinya.
“Gomenasai” Aku membungkuk.
“Baiklah” Jawabku singkat. Aku berhenti sejenak " bukankah aku selalu mengalah untuk Mayu??" . Aku
berjalan ke kamarku. Aku mengunci pintunya. Tak biasa memang, tapi aku tak ingin Mayu atau onii-chan tiba-tiba
masuk.
Aku tiduran, tak berniat tidur. Ponselku berdering. "Mau apa dia" gumamku begitu tahu kakakku lah yang menelepon.
“Hmm, onii-chan, kau berdiri diluar kamarku? Baiklah”
Aku membuka pintu kamarku. Onii-chan masuk, aku kembali mengunci pintu.
“Dou shita?” Tanyaku padanya.
“Kau marah?” Tanya onii-chan. Bukan menjawab malah Onii Chan balik tanya kepadaku.
__ADS_1
“Iie”. aku kembali ke tempat tidur.
“Kau menyukai Yuuta-kun?”
“Hmm, entahlah, dia seperti sahabat, seperti Sensei, tapi juga seperti kakak” jawabku, karena aku sendiri tak
yakin apakah aku menyukai Takahasi-san.
“Baiklah, kau tahu, beberapa saat yang lalu, setelah pemeriksaan di rumah sakit, Mayu tahu kalau dia bukan anak Otosan dan Okasan”
“Ehm” Aku tak antusias menanggapi hal itu. Aku tahu, aku sayang Mayu, aku menganggap Mayu adiku, walau faktanya dia hanya anak yang ditinggal oleh ibunya dan diambil oleh keluargaku. " Dan itu harus Yuuta Sense?"
“Kau masih ingat saat pertama kali Mayu kesini? Kita menjemputnya di rumahnya, entah kenapa bibi tega melakukan itu padanya” Kata onii-chan. Ya, ibu Mayu adalah bibi kami dari pihak Otosan.
“Jadi apa yang ingin onii-chan katakan?”
“Ya, Mayu melihat hasil tes darahnya, dia menyadari kalau golongan darahnya berbeda. Dia berfikir untuk menjadi bagian dari keluarga kita”
“Mayu baka, dia sudah menjadi bagian dari keluarga kita sejak usianya empat tahun, apa dia bercanda” Kataku sinis, aku hanya ingin meluapkan perasaanku.
“Jadi dia berpikir kalau dia akan menjadi keluarga kita, kalau dia sama seperti kita, memiliki kemampuan yang sama seperti kita, dan bahkan bersekolah di sekolah yang sama dengan kita” onii-chan melanjutkan penjelasannya seolah-olah aku tak memotong pembicaraannya tadi.
“Lalu kenapa Takahasi-san? Itu semua hanya alasannya, dia hanya ingin Takahasi-san, dan dia boleh memilikinya sebagai tutor kalau dia mau, aku tak butuh” Kataku pedas.
“Kimiko…” Panggil onii-chan.
“Aku tahu aku bersikap kekanakan saat ini, tapi onii-chan tahu sendiri sebabnya” Aku tetap tak mau mengalah.
“Baiklah, tenangkan dulu dirimu” kata onii-chan.
Dia keluar kamarku, setelah onii-chan keluar aku segera mengunci kembali.
Aku tak membenci Mayu, dan aku tak pernah menganggapnya sebagai orang
lain, dia adikku, karena itulah aku kecewa.
__ADS_1