
Perwalian dewan memiliki kekhawatiran akan kebangkrutan dan likuidasi serta pembubaran total tim, tetapi jika seseorang tertarik dengan Crystal Palace, jika mereka membelinya secara keseluruhan, Crystal Palace masih memiliki harapan untuk bertahan, bukan hanya tahun ini Simon Jordan ingin menjual Crystal Palace.
Pada awal tahun lalu, Simon Jordan sudah mempromosikan tim. Dan sekarang mungkin sedang tahap pengambilalihan, menjual klub sepakbola tidak seperti menjual kacang, bisa langsung membeli jika memiliki uang. Banyak dokumen yang diperlukan agar klub bisa berpindah tangan.
Dewan Crystal Palace adalah organisasi yang ditunjuk oleh pemerintah daerah Croydon, serta mereka yang memiliki saham kepemilikan. Simon Jordan mungkin memegang saham Crsytal Palace sebesar 80% lebih, dan sisanya dipegang oleh dewan kota Croydon sendiri.
Alasan mengapa Wayne Collins dengan percaya diri bisa membantu Daniel untuk menjadi pelatih Crsytal Palace adalah karena dia salah satu dari anggota dewan.
Dikombinasikan dengan reaksi keras dari penggemar lokal di kota Croydon, dewan distrik dan pemerintah lokal tidak bisa tetap diam saja membiarkan Simon Jordan berlaku seenaknya. Mereka sudah mulai mendorong pemilik keras kepala itu untuk segera menjual Crsytal Palace. Diperkirakan pada akhir musim 2009/2010, Palace sudah akan berganti pemilik baru. Mau itu orang kaya lokal atau miliader Amerika, dewan tidak peduli.
“Sebenarnya, situasinya tidak seburuk yang banyak dibicarakan orang-orang di luar." Pamannya Wayne menjelaskan kepada Daniel.
“Tampaknya Crystal Palace telah berhasil mengajukan perwalian administratif, dan dokumen yang diperlukan sudah ada. Tinggal menunggu deal antara pemilik baru dengan Simon Jordan sendiri, soal harga kepemilikan saham 80% miliknya." Ringkas Wayne Collins, sambil meminum birnya.
Daniel sebenarnya tidak terlalu berharap pemilik baru dengan cepat datang, dengan bos baru tim kebanyakan akan harus mengubah tampilan mengikuti selera pemilik. Dia berharap setidaknya, Simon Jordan akan bertahan sampai akhir transfer musim dingin. Jadi bos baru akan menunggu hingga musim baru untuk mulai unjuk kekuatannya.
Lagi pula, industri sepakbola saat ini sudah mulai memasuki tahap pemborosan uang, dan semua jenis biaya transfer melonjak. Sejak miliader asal Rusia, Roman Abramovich mengambil alih Chelsea. Dan sekarang Konglomerat asal timur tengah datang ke Manchester city, harga pemain melonjak tinggi.
Crystal Palace tidak menghasilkan banyak prestasi dalam beberapa tahun terakhir ini, alasan utamanya adalah Simon Jordan sendiri. Dia sebagai pemilik bukannya memberikan banyak modal kepada Crsytal Palace, malahan menjual pemain andalan tim untuk uang yang masuk ke kantongnya.
Tapi suporter Palace tidak bisa langsung menunjuk salah Simon Jordan, karena hampir semua pemilik klub. Mau itu dari liga premier atau divisi championship semua sama, mereka membeli klub hanya untuk mencari keuntungan belaka.
***
24 Desember 2009 pagi. Wayne Collins membawa Daniel ke dewan Crsytal Palace, berbekal rekomendasi pelatih terdahulu Neil Warnock. Para dewan akan menilai apakah Daniel layak menjadi pelatih kepala Crsytal Palace.
Untuk memastikan dia bisa mendapatkan pekerjaan ini. Daniel berdandan rapi, mengenakan setelan formal jas hitam dengan dasi biru menggantung di lehernya.
__ADS_1
Setelah tiba di tempat pertemuan, Daniel digiring oleh pamannya ke dalam. Di dalam ruang pertemuan sudah ada tiga orang yang menunggunya.
Yang pertama adalah William Carlton. Pria tua seumuran pamannya 60-an, perwakilan dewan Crsytal Palace. Kedua adalah pria muda berkacamata berusia 30-an, Jack Woods perwakilan dari bank lokal tempat Crsytal Palace menghutang. Dan terakhir pemilik klub sendiri Simon Jordan, dia untuk saat ini sebagai pemilik sudah sepantasnya ada di sini.
“ Daniel Ward, kamu terlihat lebih muda dari yang kukira." Kata pertama keluar dari mulut William Carlton saat mereka bertemu.
"Saya harap ini akan meninggalkan kesan yang baik bagi Anda, Tuan Carlton!".
William Carlton lahir asli di Croydon, dia sudah puluhan tahun menjadi fans Crsytal Palace. Karena kecintaannya pada Palace, sepuluh tahun lalu. Carlton mencalonkan dirinya sebagai kepala dewan Crsytal Palace dan sejak itu menjabat. Dia juga orang yang mendorong Simon Jordan untuk segera pergi dari Crsytal Palace.
Saat ini, pekerjaan utama yang harus dia lakukan adalah meningkatkan pendapatan dan mengurangi pengeluaran. Sebenarnya ini adalah tugas yang harus dilakukan oleh pemilik, tapi karena Simon Jordan ingin menjual klub. Jadi sekarang dialah yang ditunjuk untuk mengurusnya.
Dan dengar-dengar bahwa pamannya lah yang akan dipercayakan oleh William Carlton untuk menjadi manajer sementara Palace, sampai pemilik baru memutuskan apakah ingin mempertahankan atau menggantikannya dengan orang pilihan sendiri.
Meningkatkan pendapatan tentu saja menjual pemain, mengisi lubang dan membayar hutang, dan mengurangi pengeluaran berarti mengurangi pengeluaran keuangan klub. Pemain bergaji tinggi harus temukan cara untuk mengirim mereka keluar.
" Itu benar, saya ingin ini cepat diselesaikan." Simon Jordan menimpali.
“ Saya bertanggung jawab kepada bank, dan saya ingin memastikan kepentingan mereka pada pertemuan ini." Kata Jack langsung, setelah pelayan selesai mengantarkan kopi dan cemilan untuk mereka semua.
" Kamu baru berusia 31 tahun, dan belum pernah menangani tim profesional sebelumnya. Apakah kamu akan mengatakan sesuatu untuk meyakinkan kami bertiga. " William Carlton membuka percakapan.
" Pertama-tama saya akan memperkenalkan diri, Saya Daniel Ward, umur 31 tahun, asli dan besar di kota Croydon. Pernah melatih tim amatir dan menjadi pelatih sepakbola sekolah, memiliki sertifikat A level sepakbola." Daniel membuka dengan memperkenalkan dirinya.
" Saya memang tidak memiliki pengalaman melatih tim profesional sebelumnya, tapi tuan Warnock banyak mengajari saya selama beberapa bulan ini. Crsytal Palace adalah tim yang bagus, saya akan mengerahkan seluruh tenaga saya untuk membuat Crsytal Palace dikenal di seluruh Inggris." Sambung Daniel.
Dari perspektif kompetitif, dia benar-benar tidak memiliki pengalaman melatih tim utama secara mandiri. Di musim panas, dia bekerja sebagai pelatih kepala tim amatir di Croydon untuk jangka waktu tertentu. Hanya dalam waktu sepuluh hari, dia mengelola tim dengan baik. Berbekal rekomendasi dari Neil Warnock, Daniel bisa dipastikan akan melatih Crsytal Palace.
__ADS_1
Jack Woods memang tidak tertarik dengan sepak bola, namun ia masih memiliki pemahaman tentang tim selama ini. Pelatih kepala Warnock adalah topik yang tidak bisa diabaikan. Dengan kata darinya itu sudah cukup untuk meyakinkannya, karena dia di sini memastikan bahwa Crsytal Palace masih mampu melunasi hutang 15 juta pound. Jack tidak terlalu peduli siapa yang akan melatih mengantikan Warnock.
Akhirnya, saya ingin mengatakan bahwa Daniel adalah orang lokal asli. Dia adalah penggemar setia Crystal Palace, tidak banyak halangan dari para dewan Crsytal Palace untuk menghentikannya menjadi pelatih kepala tim.
" Bagaimana menurut kalian berdua, apakah Daniel Ward layak menjadi pelatih kepala mengantikan Neil Warnock." William Carlton membuka pendapat dengan dua orang lainnya.
" Saya Jack Woods, sebagai perwakilan bank lokal Croydon. Menyetujui Daniel Ward sebagai pelatih Crsytal Palace." Jack berkata. terlebih dahulu.
Simon Jordan yang dari tadi hanya diam, akhirnya membuka mulutnya. " Karena Warnock merekomendasikannya. Menurut ku tidak masalah untuknya menjadi pelatih Palace."
William Carlton sangat puas, dia ingin tim Crsytal Palace dapat melanjutkan tren positif saat ini di liga. Dan dia banyak mendengar bahwa Daniel memiliki peran penting dalam kenaikan tim saat ini. Dengan diangkatnya otak dari jajaran pelatih Warnock, dia berharap kepergian Warnock tidak akan berdampak pada tim.
***
Daniel dan pamannya Wayne, telah kembali dari pertemuan dewan dan saat ini sedang duduk di restoran untuk makan siang.
" Paman, kenapa mereka bisa dengan begitu mudah menyetujui ku untuk menjadi pelatih Crsytal Palace." Daniel mau tidak mau merasa bingung, kenapa petinggi Palace dengan begitu mudah menyetujuinya.
" Daniel, apalagi yang bisa menghalangi mu. William Carlton hanyalah perwakilan sementara, Jack Woods menginginkan komitmen pembayaran hutang, dan Simon Jordan, dia sendiri sudah ingin keluar dari Palace. Jadi tidak ada yang benar-benar peduli dengan pelatih baru." Wayne Collins menguraikan semua hal-hal yang menggangu pikiran Daniel.
" Begitulah?, jadi mereka hanya tidak benar-benar menganggap ku." Emosi Daniel terpicu.
" Tidak juga, Neil Warnock, William Carlton dan aku sendiri mengganggap mu Daniel. Jangan lupakan itu." Perkataan pamannya menenangkannya.
" Sekarang kamu hanya perlu membuktikan, bahwa menjadikanmu pelatih Palace tidak salah."
" Ya , akan aku lakukan itu. Akan kubawa Palace bermain di liga premier musim depan. Itu janjiku" . Daniel berkata dengan sinar serius di matanya.
__ADS_1
Pada 25 Desember, tepat saat hari natal di Inggris. Crystal Palace mengadakan konferensi pers, sebagai tim Championship di wilayah Greater London, media asing mungkin tidak memperhatikannya, tetapi media di wilayah London tetap memperhatikannya. The Times dan surat kabar, serta stasiun TV lainnya mengirim wartawan untuk menghadiri konferensi pers tesebut.