Sepakbola: Perjalanan Seorang Pelatih

Sepakbola: Perjalanan Seorang Pelatih
55. Kesulitan Daniel


__ADS_3

Pertandingan berlanjut antara Crsytal Palace sebagai tuan rumah, menjamu tamunya Tottenham Hotspur di Stadion Selhurst Park dalam semifinal leg pertama Piala Liga.


Sudah dua puluh menit lebih waktu pertandingan babak pertama berjalan, kedua tim saling menyerang silih berganti. Tapi perasaan Daniel sendiri semakin tidak jelas, seperti Tottenham Hotspur yang membiarkan para pemain Crsytal Palace dengan mudah menguasai bola.


Pada menit ke-25, setelah tandukan Peter Crouch gagal membuat timnya unggul di babak pertama ini.


Kini giliran striker mereka yang lain, Jermaine Defoe. Striker timnas Inggris ini membawa bola setelah melewati hadangan dari N'golo Kante, tapi serangan Defoe berhasil digagalkan oleh Ryan Shawcross yang langsung menutup pergerakan striker andalan Tottenham Hotspur.


Daniel yang sejak awal pertandingan selalu berdiri dipinggir lapangan, akhirnya melihat apa yang selama ini membuat hatinya tidak tenang.


Teryata permainan Crsytal Palace selama ini sudah dibaca oleh pelatih berusia 59 tahun, Harry Redknapp. Dengan memanfaatkan jarak antara lini tengah dan line serang Crsytal Palace, para pemain Tottenham berhasil meredam daya serang Palace.


Walaupun Deco dibiarkan membawa bola, tapi gelandang metronom Palace itu di isolasi di lini tengah. Jadi setiap bola yang datang kepadanya, akan ada beberapa pemain Tottenham yang akan menutup posisi umpan Deco, dan akhirnya Deco hanya bisa berputar-putar di lini tengah.


Seperti saat ini, pada menit ke-30, setelah Deco mendapatkan bola. Dia kebingungan akan mengoper pada siapa, dikarenakan terlalu jauh jarak dari dirinya dan para striker Crsytal Palace.


" Sial ". Daniel yang melihat ini hanya bisa mengutuk, teryata ini maksud dari membiarkan Crsytal Palace menguasai bola di awal.


Agar Tottenham Hotspur mengetahui posisi umpan dari Deco, lalu mereka bisa menutup lintasan umpan darinya.


Akhirnya Deco yang tidak memiliki posisi bagus dalam mengumpan, membawa bola lebih lama. A. Lennon akhirnya dapat mencuri bola dibawah kakinya, mengandalkan kecepatan gerak Lennon melesat menuju gawang Crsytal Palace.


N'golo Kante yang mengikuti dibelakangnya dengan mudah dia singkirkan, Kante yang baru bermain selama satu tahun kurang, belum terlalu berpengalaman dalam mengcover para pemain yang mengandalkan kecepatannya.


Selama ini N'golo Kante hanya mengandalkan kemampuan dalam mencuri bola satu lawan satu, dan stamina tanpa batas yang dimilikinya. Itu saja sudah mampu membuatnya menjadi gelandang bertahan yang takuti di divisi championship, tapi kemampuan itu serasa tidak ada apa-apanya saat menghadapi para pemain dari Tottenham Hotspur.

__ADS_1


Dengan lolosnya Lennon, pertahanan dari Crsytal Palace mau tidak mau harus naik untuk menutup lubang yang ditinggalkan oleh di lewatinya N'golo Kante.


Sean Derry sebagai pemain yang bermain bersama Kante sebagai gelandang bertahan seharusnya tugas dialah kali ini untuk menghentikan lawan, setelah Kante dilewati. Tapi dia sudah terlalu maju kedepan untuk membantu Deco yang terisolasi di lini tengah, jadi kali ini bek tengah Palace lah yang maju untuk meredam serangan balik Tottenham Hotspur.


Ryan Shawcross akan kembali menunjukkan kehebatannya dalam mengawal pertahanan Crsytal Palace, tapi sayangnya Lennon tidak memilih untuk bermain sendiri seperti Defoe saat mendapat peluang.


Lennon memilih untuk bekerjasama dengan Luca Modric yang sudah ada di pertahanan Crsytal Palace, Deco sudah jauh ditinggalkan olehnya. Stamina mereka berdua jauh dari kata seimbang, Deco yang sudah memasuki usia mendekati 33 tahun. Tidak mungkin mampu mengejar Luca Modric yang dalam masa mudanya, berusia 22 tahun.


Jadi Modric yang menguasai bola dengan presisi mengirim umpan terobosan di celah yang ditinggalkan oleh Ryan Shawcross. Defoe kali ini dengan kecepatannya, lolos dari jebakan offside yang dibuat oleh barisan pertahanan Crsytal Palace.


Jermaine Defoe kini berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang Palace, Julian Speroni.


Walaupun Julian Speroni sangat bagus selama paruh pertama musim, dia dengan mudah di kecoh oleh Defoe. Dengan kaki kanannya, bola ditendang masuk ke jala tim tuan rumah.


Striker timnas Inggris itu berhasil membuat timnya unggul satu gol atas Crsytal Palace, membungkam ribuan suporter tim tuan rumah.


Tapi tidak ada salahnya mencoba, siapa tahu Dewi keberuntungan berpihak kepada dirinya.


Daniel dengan gusar kembali ke bangku cadangan, duduk dan meminta Joey memberikannya susunan sistem taktik Crsytal Palace.


Lawrence yang memang memiliki pengetahuan tentang taktik Gegenpressing yang dipakai Daniel, mendekati mereka berdua.


" Daniel bagaimana ini?. Sepertinya pak tua Redknapp berhasil memutus lini tengah dan lini depan tim!. " Lawrence berkata dengan suara sedikit panik, ini adalah pertama kalinya dia menghadapi situasi seperti ini.


Lawrence yang tahun ini bermain sebagai pemain dan asisten pelatih, walau dia lebih banyak berperan sebagai asisten pelatih, karena duet Shawcross dan McCarthy tidak tergantikan.

__ADS_1


Justru karena inilah, Lawrence menjadi mencurahkan banyak waktunya untuk mempelajari taktik yang disebut oleh Daniel Gigant pressing.


Dia sebenarnya sangat mengagumi bagaimana Daniel bisa menciptakan sistem taktik ini, dari saat masa Neil Warnock memperkenalkan cara bermain baru di awal musim, yang baru-baru ini diketahui olehnya bahwa Daniel lah otak di balik semuanya.


Ini sangat membuatnya penasaran, dan faktor ini jugalah yang membuatnya tidak ragu untuk menyetujui saat Daniel menawarkan menjadi asisten pelatih untuknya. Bahkan istrinya sendiri sangat terkejut saat mengetahui bahwa dia menerima menjadi asisten pelatih, wanita yang sudah dinikahinya selama lima tahun itu mengetahui betul bahwa dia ingin tidak bersentuhan lagi dengan sepakbola setelah dia pensiun.


Lawrence yang tidak memiliki pendidikan tinggi, memutuskan untuk masuk ke dunia sepakbola karena pada masa itu menjadi pemain bola lebih membayar daripada hanya bekerja di buruh pabrik.


Sepakbola bukanlah olahraga yang paling dia minati, ini hanya sebatas pekerjaan baginya. Karena itulah dia tidak ingin ada kaitan lagi dengan bola setelah pensiun.


***


Di saat para pemain Tottenham Hotspur merayakan gol pertama mereka, ketiga orang penting dalam kepelatihan Crsytal Palace sibuk untuk bagaimana memperbaiki sistem taktik yang sudah berhasil dibaca oleh Harry Redknapp.


" Sebenarnya jika saja Deco lebih banyak berlari membuka ruang, masalah ini tidak akan terlalu sulit!. " Daniel berbicara kepada kedua asisten pelatihnya.


" Apa maksudmu Daniel?. " Joey Collins bertanya, diantara kedua orang ini dia yang paling sedikit menyentuh area sistem taktik.


Tidak bisa dipungkiri bahwa dialah yang paling tidak mengerti soal pemahaman sistem taktik Crsytal Palace, dia hanya masuk sebagai asisten pelatih dikarenakan permintaan dari Daniel sendiri.


Daniel ingin memiliki seseorang yang bisa dipercaya saat melatih Crsytal Palace, dan Joey Collins cocok untuk itu.


Joey Collins yang tugasnya memang bukan sebagai pelatih teknik, apalagi dia tidak cukup memiliki pengetahuan dalam area kepelatihan, tentu saja sangat bingung.


" Yah, seperti ini Joey. " Daniel menjelaskan kepada sepupunya, sambil menunjuk posisi Deco.

__ADS_1


" Jika ruang umpannya ditutup, Deco hanya perlu berpindah tempat bukan!. Dan perpindahan itu diperlukan lari yang tidak sedikit, untuk membuka ruang untuknya, atau membuka ruang bagi rekan setimnya. " Daniel menjelaskan kenapa hanya dengan lebih banyak berlari, ruang bagi Crsytal Palace akan terbuka lebar.


" Dibutuhkan stamina tinggi untuk itu, dan Deco yang sudah berusia 30 tahun keatas akan kesulitan mengimbangi permainan tempo tinggi tim!. " Lawrance menyambung perkataan Daniel, dia memang sedikit mengerti bagaimana jalan dari Gegenpressing ini.


__ADS_2