Sepakbola: Perjalanan Seorang Pelatih

Sepakbola: Perjalanan Seorang Pelatih
26. Berakhir Manis


__ADS_3

Line up awal Crystal Palace saat ini memiliki lebih dari 3 pemain di bawah usia 20 tahun. Dan 4 pemain dengan usia dia atas 30 tahun


Daniel tidak akan berani hanya memainkan pemain muda, dia menempatkan beberapa veteran di poros penting Crsytal Palace. Penjaga gawang Speroni, bek tengah Lawrence, gelandang Derry, dan penyerang Alan Lee.


Para veteran itu tampil sangat baik karena rasa tanggung jawab mereka, dan secara bertahap memimpin pemain lain untuk menstabilkan posisi mereka. Walaupun perlu banyak peluang bagi Alan Lee untuk mencetak gol, untuk divisi championship itu sudah bagus.


Mark Robbins mengirim dua penyerang, satu Atinggi dan satu pendek. Daniel Bogdanovic dan Jonathan McCann untuk pertandingan ini, Barnsley memainkan formasi klasik Inggris 4-4-2 dengan mengandalkan umpan-umpan panjang dari lini belakang tim.


McCann berperan sebagai second striker dan sangat kreatif, sedangkan Bogdanovic adalah pendobrak.


Bogdanovic hanyalah pemain pengganti, tetapi McCann adalah kekuatan utama, sayangnya dia tidak banyak mencetak gol di Barnsley musim lalu atau musim ini.


Lini pertahanan Crystal Palace sangat baik awal musim ini, dengan ketiga bek tengah bergantian bermain. Mereka adalah pembelian baru Ryan Shawcross, McCarthy dan Lawrence. Saat ini Daniel memilih menduetkan Shawcross dan Lawrence untuk mengatasi bola atas Barnsley, dengan mesin tekel N'golo Kante ditengah. Lawan akan sulit melewatinya.


Kekurangan Palace hanya di bek sayap mereka, N. Clyne yang masih 18 tahun menjadi titik rapuh dari pertahanan Crsytal Palace saat ini. Jika Mark Robbins benar seorang pelatih yang hebat atau berpengalaman, dia akan melihat kelemahan ini. Tapi sayang Mark Robbins tidak termasuk kedua tipe itu.


Di menit-menit akhir babak pertama, Barnsley tak punya satu peluang pun. Mereka memang banyak menguasai bola, tapi kebanyakan bola hanya berputar di tengah saja.


Sampai pada menit ke-44, Crsytal Palace kembali mendapatkan peluang dari kesalahan pemain Barnsley dalam mengoper bola. Bola berhasil di potong oleh Sean Derry, kapten Palace langsung memberikan umpan terobosan ke Alan Lee.


Alan Lee yang lolos jebakan offside dengan leluasa berhadapan satu lawan satu dengan kiper Barnsley, striker berusia 30 tahun itu dengan tenang mengecoh penjaga gawang dan melesakkan bola dengan kaki kanannya ke gawang.


Crsytal Palace unggul 2-0 dari lawannya Barnsley.


Di akhir babak pertama wasit meniup peluit, dan para pemain dari kedua belah pihak pergi ke ruang ganti.


Daniel sudah menunggu semua orang di ruang ganti.


"Kerja bagus. Kami bertahan dengan baik di babak pertama, dan melakukan serangkaian serangan balik cepat. Sangat bagus dari kalian teman-teman" . Daniel memuji mereka dengan senyuman.


Pertama-tama, pujian yang tulus diberikan ke para pemain yang sudah bermain bagus, terutama para pemain muda yang membutuhkan dorongan untuk tumbuh. Asal tidak berlebihan saat memuji, secukupnya saja.

__ADS_1


"Oke, saya tidak akan mulai berbicara tentang pujian. Sekarang mari kita bicara tentang kekurangannya, fokus. Aku tekankan lagi fokus, dua serangan awal Barnsley karena kalian kehilangan fokus."


"Untungnya mereka gagal memanfaatkannya, ini baru Barnsley kawan, bagaimana jika Newcastle yang menjadi lawan kita saat ini. Mereka tidak akan gagal sama sekali, aku ingin kalian fokus." Kata Daniel.


Semua orang setuju, bek sayap tidak tahu kapan harus naik, karena mereka ragu apakah rekan satu tim mereka ada untuk melindungi mereka, dan bek tengah juga tidak tahu kapan harus keluar, khawatir tidak ada yang mengisi posisi mereka. Itulah yang menyebabkan para pemain kehilangan fokus.


 Kekurangan yang mereka sebutkan bermuara pada pemahaman diam-diam. Tapi ini tidak bisa begitu saja diperbaiki, tim yang sudah berkumpul setengah musim pun masih kurang pemahaman diam-diam. Hanya menunggu waktu saja untuk tim ini akhirnya bisa kompak.


Daniel berpikir sejenak, lalu bertepuk tangan, memberi isyarat agar semua orang diam.


Daniel dengan cepat menyesuaikan kembali sistem gigant pressing, dan meminta para pemain untuk tidak terlalu diam di lapangan. Mengingatkan para pemain muda untuk tidak takut dan menjaga pikiran mereka untuk fokus.


Pertahanan masih menjadi fokus di babak kedua, karena Barnsley yang tertinggal dua gol akan dengan sporadis menyerang. Saat itu lah celah sering kali terbentuk, dan penyerang Crsytal Palace akan memfaatkan dengan baik.


***


    


Setelah istirahat lima belas menit berakhir, kedua tim mulai keluar dari ruang ganti. Dengan Daniel keluar belakangan bersama Joey Collins, mereka banyak membahas soal permintaan untuk merekam pertandingan ini. Dengan Joey sebagai juru kameranya.


Pertahanan Crystal Palace masih rapat, duet tua dan muda bergantian menyapu serangan Barnsley. Dengan Kante yang sekarang banyak membantu pertahan sayap, akhirnya membebaskan N. Clyne. Dia dengan Moses membentuk sisi kanan maut, semua serangan Crsytal Palace berasal dari sana. Kecepatan mereka berdua merusak sisi kiri Barnsley.


Akhirnya pada menit ke-61, Victor Moses mencetak gol dari solo run. Winger muda incaran banyak tim besar itu menusuk langsung pertahanan Barnsley, sebelum menendang dengan keras bola dari luar kotak penalti. Kiper lawan tak kuasa menahannya.


Daniel melihat Moses merayakan dari bangku cadangan, berfikir bahwa Crsytal Palace tidak bisa menahannya lebih lama lagi. Dia memperkirakan pada transfer Januari, Klub-klub besar itu akan membawa uang untuk menariknya keluar Palace.


" Hah..." . Dengan menghela nafas, Daniel tahu dia harus mencari pemain sayap baru menggantikan kepergian Moses.


" Ada apa bos?. " Jamie Vardy yang ada disebelahnya melihat Daniel menghela nafas bertanya.


Melirik Vardy, Daniel hanya mengatakan.

__ADS_1


" Bersiaplah, pemanasan lima menit."


" HAH?, aku akan bermain bos." Vardy dengan kaget bertanya.


" Ya, cepatlah. Sana pemanasan." Kata Daniel tanpa melihat Vardy, dia sedang sibuk mencoba strategi dengan memusatkan serangan melalui sayap.


" Siap, bos". Vardy dengan terampil melakukan salam hormat tentara. lalu ia mulai lari keluar dari bangku cadangan untuk mulai pemanasan.


Melihat Vardy yang pemanasan, Daniel mengingat bahwa kehidupannya di bawah Warnock sangat sulit. Karena kekurangan yang jelas Warnock menginginkan Vardy untuk sekali mulai pelatihan dasar. Dan Vardy yang sudah hampir setengah musim di Crsytal Palace, hanya bermain 8 kali. Itu pun kebanyakan sebagai pemain pengganti, dan baru mencetak satu gol.


Pada menit ke-67, Jamie Vardy masuk mengantikan N. Corle. Playmaker Crsytal Palace yang sama sekali tidak terlihat sepanjang pertandingan.


Corle yang diganti hanya terduduk lesu menuju ke pinggir lapangan, dia tahu bahwa permainannya hari ini sangat buruk.


Crsytal Palace yang memasukkan Vardy mengganti formasi dari 4-2-3-1, menjadi 4-4-2 dengan dua stiker. Daniel menyerahkan catatan perubahan formasi pada Vardy untuk di berikan kepada Derry, setelah dia memberitahu taktik yang di gunakan kepada Vardy sendiri.


   


Fans Crystal Palace bernyanyi untuk sebagian besar pertandingan, Melihat tim kesayangan mereka ******* habis Barnsley 3-0. Kekhawatiran karena ditinggal oleh Neil Warnock seakan langsung sirna.


Daniel yang melihat para suporter bercanda ria selama pertandingan, tidak bisa berkata-kata. Mereka yang datang untuk menilai kelayakan Daniel melatih Palace, hilang sudah hanya dengan satu pertandingan.


Memang benar kata orang-orang ahli sepakbola tentang para suporter.


" Mereka mudah sekali melupakan ".


***


Pertandingan antara Crsytal Palace dengan Barnsley berakhir dengan 4-1 kemenangan besar dari tim tuan rumah.


Gol keempat Palace diciptakan oleh Jamie Vardy yang bermain sebagai pemain pengganti, di menit ke-84 Vardy menerima umpan mendatar dari Morgan Schneiderlin yang masuk mengantikan Derry yang kehabisan stamina.

__ADS_1


Sedangkan gol hiburan Barnsley dicetak oleh pemain sayap mereka memanfaatkan kelengahan N. Clyne dalam bodi fisik, pemain sayap itu melewati bek kanan Palace degan mudah dan mencetak gol dari tendangan keras yang tidak bisa dihentikan oleh Speroni.


Debut pertama Daniel dalam melatih berakhir dengan manis, Crsytal Palace menempel ketat posisi ke empat klasemen sementara.


__ADS_2