
Pada awal-awal pertandingan Aston Villa menguasai lebih banyak bola, para pemain Crsytal Palace menunggu di wilayah masing-masing.
Daniel sebenarnya ingin Crsytal Palace menguasai lebih banyak bola, karena dengan begitu peluang tim akan lebih banyak. Dan dengan memiliki peluang lebih, gol akan lebih mudah didapatkan.
Tapi mau bagaimana lagi, pemain Palace saat ini tidak meyakinkannya untuk lebih bermain menyerang. Di lini gelandang tengah hanya ada Sean Derry, Nick Corle, Neil Dunns dan transfer gratis Joe Allen.
Daniel sudah mencoba semua pemain ini, kecuali Joe Allen yang baru bergabung. Dan dari ketiganya hanya Sean Derry yang sedikit memuaskannya. Adapun Corle dan Dunns mereka berdua benar-benar tidak bisa beradaptasi dengan gaya baru Crsytal Palace asuhan Daniel.
Lalu ada Sean Derry sendiri, dengan kecenderungannya untuk bertahan membuat serangan Crsytal Palace terkadang buntu. Juga dikarenakan faktor umur yang sudah semakin tua, stamina Derry tidak membuatnya bisa bermain baik selama waktu penuh.
Karena itulah, kedatangan Joe Allen di lini tengah Palace seperti angin segar baginya. Selama latihan tim, Daniel mengamati bahwa Joe Allen sepertinya mampu untuk mengemban tugas sebagai tumpuan lini tengah Crsytal Palace.
Joe Allen tidak begitu serta merta menjadi kunci Crsytal Palace ke liga premier, dikarenakan umurnya yang masih muda 19 tahun. Tubuh mudanya belum mampu menanggung tekanan sebesar itu, Daniel takut ini malah akan menghancurkannya.
Jadi di bursa transfer Januari ini, Daniel berencana memanfaatkan uang hasil dari kemurahan hati Simon Jordan. Dengan mendatangkan pemain yang akan tidak hanya mengangkat tim, tapi juga bisa memberikan sedikit istirahat bagi pemain muda.
Setelah pertandingan ini, Daniel akan melakukan rapat dengan timnya dan juga Wayne Collins sang manajer Palace. Untuk menentukan arah transfer tim, serta siapa yang akan pergi dan siapa yang akan bertahan.
Tidak terasa waktu berlalu bagi Daniel yang memikirkan masalah tim, waktu pertandingan sudah berjalan dua puluh menit. Dan skor masih 0-0, Aston Villa kesulitan menyerang pertahanan rapi Crsytal Palace.
Dengan seluruh tim yang bertahan di area sendiri, menyisakan Alan Lee di depan, pertahanan Crsytal Palace tidak tertembus.
Daniel mendengar sorakan marah dari fans tuan rumah melihat pertahanan Crsytal Palace sulit ditembus seperti cangkang kura-kura. Sejak awal kepelatihan, Daniel sudah memfokuskan untuk menggunakan sistem bertahan pressing tinggi.
Mungkin tidak setinggi era gigant pressing Jurgen Klopp saat melatih Borussia Dortmund, tapi untuk level championship ini sudah cukup untuk membuat lawan kewalahan. Dengan tekanan dari dua atau tiga pemain, serta ditutupnya ruang antar teman, Akan membuat tim lawan melakukan banyak kesalahan.
Seperti saat ini di menit ke-27, James Milner dibawah tekanan sporadis N'golo Kante dan Joe Allen. Kehilangan bola, bola yang direbut oleh Allen selanjutnya dia bawa kedepan dengan cepat. Dibawah umpan satu dua dengan Derry, Joe Allen membawa bola langsung menuju area kotak penalti.
__ADS_1
Martin O'Neill di pinggir lapangan Aston Villa terkejut, walaupun dia sudah menonton video serangan balik Crsytal Palace, tapi merasakan langsung di lapangan benar-benar berbeda.
Dengan hanya satu atau dua sentuhan, pemain Crsytal Palace sudah ada di depan kotak pinalti timnya. O'Neill melihat pemainnya masih linglung di lapangan karena serangan balik lawan, membuatnya berteriak mengingatkan mereka.
Joe Allen melihat banyak ruang yang bisa di ekploitasi olehnya, dengan naiknya Clyne membantu serangan. Ruang gerak Crsytal Palace semakin terbuka lebar, setelah menipu gelandang bertahan Villa. Allen memberikan umpan terukur ke sisi kanan lapangan area Clyne naik membantu.
Nathan Clyne dengan terampil menerima bola dari Joe Allen dan berlari melintasi sisi kanan Aston Villa, bek kiri Villa terlihat susah payah mengikuti kecepatan Clyne.
Setelah itu dia memberikan umpan ke tengah area pinalti, Alan Lee sudah yang mengamati dengan cermat sudah menunggu di sana. Sayang bola terlambat datang dan dia sudah terlanjur maju.
Tapi siapa sangka, dibelakang Alan Lee ada Jamie Vardy yang menerima bola dengan satu sentuhan sempurna, sebelum menendang dengan keras menggunakan kaki kanannya.
Bola meluncur deras melewati hadangan penjaga gawang Aston Villa, Brad Guzan.
Crsytal Palace unggul satu gol dari tim tuan rumah, Jamie Vardy yang mencetak gol sudah merayakan dengan gila di sisi tribun pendukung Crsytal Palace.
" Gila, sungguh gila. Serangan balik yang mungkin tidak ada dari tiga menit, langsung menjebol gawang Villa. " Joey berbicara tidak jelas, saking tidak percaya.
" Sudah cukup perayaannya, kita baru unggul satu gol, bukan sudah memenangkan pertandingan. Tidak usah terlalu gembira dulu. " Kata Lawrence, sebagai pemain dia tentu tahu bahwa unggul satu gol belum tentu menjamin kemenangan.
" Lawrence benar, satu gol belum bisa membuat kita memenangkan laga. " Daniel menimpali perkataan Lawrence.
Setelah itu dia menugaskan para staf pelatihnya untuk mengingatkan para pemain agar tidak terlena, dan tetap berkonsentrasi pada pertandingan.
***
Martin O'Neill samar-samar seperti melihat serangan Crsytal Palace mirip dengan saat Manchester United melakukan serangan balik pada saat masih ada trio Cristiano Ronaldo, Wayne Rooney dan Carlos Tevez.
__ADS_1
Serangan balik kedua tim sama-sama sangat cepat, dan hanya butuh beberapa sentuhan untuk mencetak gol. Tapi dia masih bisa sedikit membedakan kedua serangan itu, serangan balik Manchester murni karena skill individu para pemain, sedangkan untuk Palace itu seperti sebuah kerjasama yang sudah dilatih ratusan kali.
Inilah perbedaan kedua serangan, Martin O'Neill melirik pelatih muda di sebelahnya Daniel Ward. Untuk diumur semuda itu sudah bisa membuat sistem permainan, walaupun masih banyak yang perlu diperbaiki lagi, dia merasa itu saja sudah sangat hebat.
Dengan Martin O'Neill yang terkesan, Daniel sudah membuat dua pelatih mengakui kehebatannya dalam menyusun sistem. Yang pertama adalah Neil Warnock, pelatih tua ini sudah dibuat terkesan dengan taktik yang di ciptakan oleh Daniel.
Daniel yang tidak tahu bahwa dia meninggalkan kesan mendalam di dua pelatih, hanya terus menyempurnakan sistem gigant pressing. Dengan Jurgen Klopp yang masih berjuang di liga Jerman, kejayaan formasi ini masih belum banyak diketahui banyak pelatih.
Walaupun sedikit memalukan, Daniel bisa dikatakan sebagai pionir pertama yang memakai taktik ini di Inggris, dengan lebih banyak waktu untuk menyempurnakan sistem ini, Daniel yakin ini bisa mengantarkannya untuk masuk jajaran pelatih kelas dunia.
Dengan peluit dari wasit, pertandingan kembali berjalan, Aston Villa yang di kejutkan oleh gol serangan balik Palace, kini bermain lebih berhati-hati.
Martin O'Neill juga sudah meneriaki timnya untuk lebih fokus lagi di lapangan.
Dengan Aston Villa yang bermain lebih tenang, tekanan para pemain Palace juga makin meningkat, berkali-kali Daniel melihat Kante berlari mengelilingi pertahanan tim.
Tanpa lelah terus berusaha menggangu ritme permainan Aston Villa, Derry sebagai metronom lini tengah sepertinya mulai kesulitan menghadapi gempuran pemain berbakat lawan.
Lalu Joe Allen, setelah berperan penting dalam gol Crsytal Palace, dia dijaga ketat oleh pemain Bertahan Villa. Di sinilah kurangnya jam terbang bermain mulai terlihat, dibawah tekanan ganda pertahanan lawan, Joe Allen kesulitan mengatur arah Serangan tim.
Walaupun Palace mendapatkan beberapa peluang setelah mencuri bola dari kaki pemain Aston Villa, serangan itu selalu berakhir saat bola dikuasainya. Tubuhnya yang kecil berusia belum genap dua puluh tahun, kalah melawan tubuh gelandang lawan, bahkan James Milner yang berjarak 3 tahun dari umurnya saja memiliki tubuh kuat dan berotot.
Di bawah penindasan tim tuan rumah, pertahananCrsytal Palace akhirnya harus jebol di menit ke-41. Lewat aksi individu Ashley Young, bintang muda itu berhasil mengelabui Nathan Clyne yang menjaganya. Setelah itu Ashley dengan terampil memberikan umpan ke crossing jauh ke striker Villa, Agbonlahor.
Agbonlahor dengan tendangan setengah voli melesakkan bola ke pojok bawah gawang yang di jaga Speroni, Aston Villa menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Sampai akhirnya babak pertama kedua tim tetap tidak bisa menambah gol, Aston Villa dan Crsytal Palace akan melanjutkan pertandingan setelah istirahat lima belas menit.
__ADS_1