
Jenis permainan seperti ini adalah yang paling memacu adrenalin. Para suporter di stadion Selhurst park bertepuk tangan dengan penuh semangat terhadap tekel dan intersepsi Crystal Palace, dan akan menghina dan mencemooh para pemain Ipswich Town.
Tensi sama sekali tidak mereda di babak kedua, Daniel memutuskan menarik kembali playmaker Crsytal Palace Nick Corle, yang kembali gagal saat di beri kesempatan bermain olehnya.
Morgan Schneiderlin masuk di menit ke-55 mengantikan Corle, dengan masuknya Morgan. Daniel merubah strategi menjadi 4-3-3 dengan Derry sebagai gelandang metronom, di topang dua gelandang bertahan Kante dan Schneiderlin.
Dengan dua Winger Moses, serta Ambrose untuk maju sedikit ke depan menemani Alan Lee. Memanfaatkan kecepatan dan umpan-umpan yang menjadikan para Winger. Striker utama Crsytal Palace itu akan menjadi finisher murni.
Dengan sistem tekanan tinggi seperti ini Ipswich Town terkepung dan kesulitan mengembangkan permainan.
Pada menit ke-71, Crsytal Palace akhirnya memperbesar keunggulan. Ambrose dilanggar pemain belakang lawan di sisi kiri kotak penalti, Setelah Tandukan dari Ryan Shawcross menyambut bola mati yang di lepaskan oleh Derry, menghujam pojok kanan gawang Ipswich Town.
Crsytal Palace unggul 2-0 dari lawannya.
Tapi sayang Palace yang kelelahan karena menggunakan sistem full pressing, mulai menurun. Yang di manfaatkan oleh gelandang Ipswich, Tony Tissue. Pada menit ke-88, Tony melepaskan tendangan jarak jauh dari lini kedua dengan tiba-tiba. Speroni sama sekali tidak berdaya menghentikan bola masuk ke gawangnya.
Ipswich memperkecil ketertinggalan dengan Crsytal Palace 1-2. Gol itu seperti titik balik kebangkitan bagi Ipswich Town, mereka memborbardir pertahanan Palace yang kelelahan.
Daniel yang melihat timnya di serang habis-habisan, melakukan pergantian pemain untuk meremajakan stamina Palace. Pada menit ke-90, McCarthy yang paling kelelahan keluar. Digantikan oleh Chris Hill, bek berpengalaman berusia 30 tahun. Berharap pengalamannya akan membantu pertahanan tim.
Tapi sepertinya Dewi keberuntungan berkata lain, Chris Hill yang baru masuk melakukan pelanggaran fatal di kotak penalti Palace. Hill yang melihat bek muda N. Clyne di lewati striker lawan, melakukan tekel terlambat yang berakibat wasit menunjuk titik putih dan menghadiahi Hill kartu merah.
Jika di nilai ini kesalahan siapa, jelas bahwa tekel terlambat Hill yang paling fatal. Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa kehilangan fokus Clyne yang memulai semua ini. Jadi ini bukan sepenuhnya salah Hill, Clyne juga turut ambil bagian.
Melihat Chris Hill tertunduk lesu keluar lapangan, Daniel menunggu dia keluar, lalu merangkul lehernya dan berkata, " Jangan terlalu banyak di pikirkan. Istirahatlah. " Lalu menepuk punggungnya.
Setelah menghibur Hill, Daniel akhirnya teringat kenapa Warnock memutuskan untuk membeli Ryan Shawcross dia awal musim, padahal Crsytal Palace memiliki tiga center bek pada usia produktif. Ditambah Lawrence jadi Palace memiliki empat bek, pada saat Daniel bertanya langsung ke Warnock. Pelatih tua itu hanya berkata, " Pertahanan mereka seperti kertas, mudah di tembus ".
__ADS_1
" Sial, sepertinya aku butuh satu center bek lagi ". Kata Daniel dalam hati
Pada menit ke-93, striker Ipswich Town menyelesaikan tugasnya dengan baik. Julian Speroni menebak arah yang salah dari tendangan penalti lawan.
Ipswich menyamakan kedudukan menjadi 2-2
Di penghujung pertandingan, para fans Crystal Palace merasa sedikit bingung, tim mereka unggul 2-0 sampai 80 menit. Fans sudah menyanyi bergembira memikirkan kemenangan ini akan menggeser Cardiff City yang di posisi keempat.
Tapi 20 menit kemudian bagaikan tersiram air hujan, mereka hanya bisa terdiam melihat tim kesayangan kemasukan dua gol. Pada saat wasit menunjuk titik pinalti, seruan marah bercampur ludah memenuhi seluruh sudut Selhurst park. Fans hanya bisa menerima kenyataan ini dengan terpaksa.
Daniel melihat skor akhir menunjukkan 2-2 terkejut, dia sebenarnya tidak menyangka bahwa Ipswich Town akan menyamakan kedudukan.
Setelah pertandingan sebelumnya melawan Barnsley, Daniel bersembunyi dan membiarkan Matthew Lawrence yang di wawancara. Namun kali ini berbeda, Daniel sendiri yang hadir di wawancara setelah pertandingan.
" Kami bermain bagus, tidak memberi mereka terlalu banyak peluang dan saya senang karena kami selalu meningkat. Secara ofensif tim juga meningkat, tim menyerang bersama. Bertahan pun juga bersama."
" Saat tensi pertandingan meningkatkan, emosi juga akan semakin naik. Ada kalanya orang akan kehilangan sedikit kendali, tapi itu semua sudah berakhir. Sama seperti pertandingan yang juga pada akhirnya akan selesai. "
" Kesalahan di menit terakhir, itu hal yang tidak bisa kita hindari. semua pasti akan membuat kesalahan, ini semua murni kesalahan saya. Jika ada yang merasa ingin menyalahkan, salahkan saya. " Daniel sengaja menarik fokus para wartawan pada kesalahannya, dengan mengunakan dirinya sendiri Para wartawan ini akan meninggalkan para pemainnya dari sorot yang tidak benar.
***
" Chris Hill sang kambing hitam ". Hill, yang membuat kesalahan, menjadi headline halaman depan surat kabar lokal.
Melihat isi koran pagi, Daniel hanya bisa menghela nafas. Setelah semalaman mencari di mana kesalahan Crsytal Palace, akhirnya dia sadar bahwa kehilangan dua gol juga termasuk kesalahannya.
Jika Daniel tidak terlalu memaksa bermain dengan tekanan tinggi, jika dia bisa lebih tenang dan tidak terpengaruh emosi Roy Keane. Permainan kemarin akan berbeda hasilnya, Daniel sadar akan hal ini. Jalannya masih panjang untuk menjadi pelatih yang hebat.
__ADS_1
Daniel cukup khawatir tentang dampaknya pada tim ketika hal semacam ini terjadi di luar lapangan, untungnya para pemain tidak terpengaruh oleh faktor di luar lapangan.
Crsytal Palace yang kehilangan dua poin tetap di tempat kelima, Cardiff City semakin menjauh dengan selisih 5 poin akibat di tahan imbang oleh Ipswich. Dan di bawahnya Nottingham forest membuntuti dengan ketat, forest yang mengalahkan lawannya memperkecil poin menjadi 2 poin di belakang Palace.
Setelah bersiap, Daniel berangkat menuju pangkalan latihan Crsytal Palace. Pada saat perjalanan ke lapangan latihan, dia dicegat oleh pamannya Wayne Collins. Wayne meminta keponakannya untuk mengikuti ke kantor manajer Crsytal Palace.
Teryata selama Daniel sibuk menjadi pelatih, Wayne ditunjuk atas kesepakatan bersama William Carlton dan Simon Jordan untuk menjadi manajer Crsytal Palace sementara.
Semenjak Simon Jordan menunjuk Neil Warnock untuk menjadi pelatih, Warnock bekerja sebagai pelatih merangkap manajer. Jadi sudah setengah musim posisi manajer Palace kosong, sekarang pamannya membawa kesini. Daniel sudah bisa sedikit menebak, pasti berkaitan dengan di bukanya transfer Januari.
Setelah mereka duduk, Daniel melihat-lihat kantor manajer Palace. Sangat sederhana, sedikit mirip dengan kantornya sendiri dan sangat simpel. Hanya ada sofa untuk menyambut tamu dan meja kantor di seberangnya.
Daniel dan pamannya duduk di sofa berhadap-hadapan, setelah menyajikan kopi sekretaris seksi blonde keluar dari kantor.
" Terima kasih, Alice ." Kata pamannya.
" Tidak masalah tuan, jika ada hal yang lain, panggil saya saja. " Alice, sang sekretaris menjawab dengan senyuman. Lalu keluar dengan mengayunkan pinggul besarnya.
Daniel baru sadar bahwa pamannya sudah memperkerjakan sekretaris saja, apalagi yang muda dan seksi seperti ini.
" Kamu bisa memandanginya nanti Daniel, sekarang ada hal penting. "
" Oh, ada apa memangnya paman. "
" Baru hari pertama bursa transfer Januari di buka, sudah banyak klub yang mengincar pemain kita. "
" Apakah Hull City yang ingin meminjam Morgan, bukankah aku sudah memberitahukan sebelumnya. bahwa Warnock menelpon langsung kepadaku ".
" Tidak hanya Hull City, klub yang lain sudah mulai bergerak. "
__ADS_1