Sepakbola: Perjalanan Seorang Pelatih

Sepakbola: Perjalanan Seorang Pelatih
34. Melawan Aston Villa


__ADS_3

Setelah kepergian Neil Warnock di pertengahan musim, Daniel Ward adalah objek Crystal Palace yang paling kontroversial.


Daniel di anggap terlalu muda dan tidak berpengalaman untuk memimpin tim championship, tetapi seiring berjalannya waktu, jika ada wartawan yang mengatakan bahwa Daniel tidak memenuhi syarat untuk menjadi pelatih kepala Crystal Palace, akan ada orang yang berpendapat berbeda.


Orang-orang berbakat muncul dari generasi ke generasi, masing-masing memimpin selama ratusan tahun.


Daniel tidak lagi menjadi sasaran para fans, tetapi target masih akan muncul. Semua fans Crsytal Palace beserta para wartawan dan tabloid beralih ke target biasa mereka, sang pemilik Simon Jordan.


Setelah menjual pemain muda andalan Victor Moses ke Everton dengan harga 5 juta poundsterling, nama Simon Jordan kembali naik dikalangan para pengamat Crsytal Palace. Sang pemilik dinilai terlalu serakah karena sudah menjual klub masih saja mencari keuntungan lain.


    


Segala macam keluhan aneh yang sangat menarik muncul, tapi tidak peduli seberapa menariknya itu. Tidak berpengaruh sama sekali terhadap Daniel, karena dia tidak pernah terlalu peduli dengan urusan di luar kepelatihan.


Tapi wartawan yang mencari berita segar tidak akan membiarkan sang pelatih kepala, jadi dia tidak tahu kapan itu dimulai. Para wartawan sangat ingin bertanya kepada Daniel tentang kontroversi sang pemilik pada konferensi pers sebelum pertandingan.


"Saya yakin tuan ketua memiliki pertimbangan tersendiri, kenapa dia menjual Moses saat Palace sedang membutuhkan" . Jawab Daniel samar.


" Sekarang semua orang mengatakan bahwa dia adalah ketua terburuk Crsytal Palace. Daniel, apa pendapatmu tentang pernyataan ini?." Seorang reporter mengangkat tangannya dan bertanya.


" Pernyataan seperti ini benar-benar menggelikan. Kita semua tahu bahwa tuan Jordan menyelamatkan Crsytal Palace dari kebangkrutan beberapa tahun lalu, jadi atas dasar apa anda melabeli seseorang dengan yang terburuk. " Daniel bertanya dengan datar, reporter seperti ini sebaiknya tidak pernah di beri kesempatan.


" Eh.." . Reporter itu gelagapan mendengar pertanyaan Daniel.


Reporter lain hanya menggelengkan kepala pelan melihat rekannya di buat tidak bisa berkata-kata oleh Daniel Ward. Walaupun baru sebentar menjabat sebagai pelatih Crsytal Palace, mereka sudah menebak bahwa pelatih muda ini adalah orang yang sulit.


" Jika anda tidak bisa membuktikan secara kredibel, sebaiknya anda tidak langsung menuding seseorang. " Daniel berbicara lagi setelah puas membuat reporter itu terdiam.


" Lalu bagaimana anda menilai tuan Simon Jordan selama ini, apakah beliau sudah termasuk kredibel. " Tanya reporter wanita berkacamata dengan tajam, bernama Kelly Cates. Wanita cantik ini sebenarnya adalah anak dari legenda Liverpool Kenny Dalglish, sekarang setelah menikah dua tahun lalu dia memakai nama suaminya.


Lalu kenapa Daniel yang notabene hanyalah pelatih mengetahui riwayat Kelly, karena dia tahu dari ingatan masa depan bahwa reporter ini tidak mudah dipusingkan. Bahkan manajer sekelas Alex Ferguson saja di buat repot olehnya.


" Bisakah Anda memberi tahu kami ?. " Melihat Daniel tutup mulut setelah berbicara, Kelly Cates segera melanjutkan bertanya.


Daniel hanya menatap reporter wanita itu dengan datar lalu berkata. "Tidak ada komentar ".

__ADS_1


Setelah itu dia berdiri dan meninggalkan konferensi pers.


***


Menghadiri konferensi pers reguler sebelum dan sesudah pertandingan adalah suatu keharusan, dan itu adalah peraturan ketat FA. Pelatih tidak harus pergi, tapi akan ada denda yang menanti. Setelah pertama kali Daniel melewatkannya, dia di denda 100.000 Pounds untuk itu.


Daniel yang gajinya naik menjadi 5000 Pounds perminggu setelah menjadi pelatih Crsytal Palace, tidak ingin gajinya habis karena denda besar FA.


    


Meninjau kembali strategi baru 4-3-3 dengan Joe Allen sebagai pengatur serangan, Daniel telah melupakan konferensi pers.


Setelah formasi 4-2-3-1 mulai tumpul dikarenakan Nick Corle playmaker Crsytal Palace bermain buruk dan kepergian Winger cepat Victor Moses, Daniel berencana mengatur ulang sistem permainan Crsytal Palace. Dan kebetulan laga piala liga selanjutnya akan menjadi ajang eksperimen Daniel untuk Strategi baru.


14 Januari, segera hadir.


Piala liga mungkin tidak memiliki pengaruh besar seperti piala FA, FA Cup adalah acara tradisional dalam sepak bola Inggris. Ini memiliki sejarah lebih dari 100 tahun dan dapat dianggap sebagai hari bersejarah terbentuknya olahraga paling bergengsi di dunia. FA Cup selalu sangat populer di kalangan penggemar lokal di Inggris.


Juara Piala FA bisa langsung masuk babak grup Liga Europa musim depan, sedangkan juara Piala Liga hanya bisa masuk babak kedua play-off Liga Europa. Dari segi pengaruh, Piala Liga juga jauh lebih lemah dibanding Piala FA.


Walaupun tidak terlalu populer dibanding FA Cup, piala liga masih sangat populer untuk klub kalangan bawah macam Crsytal Palace. Inilah alasan kenapa para veteran tim ingin berjuang keras di piala liga, karena mereka tahu bahwa hanya piala ini saja kemungkinan tim bisa menjadi juara.


Pada dasarnya suporter Aston Villa sudah tidak mengharapkan tim menjadi juara premier league, sekarang harapan mereka hanyalah FA Cup dan piala liga.


Martin O'Neill baru saja berjabat tangan dengan Daniel di pintu masuk lorong pemain. Mereka berdua mengucapkan beberapa kata sopan, lalu kembali ke tempat duduknya.


Martin O'Neill bukanlah pelatih yang mudah dihadapi, ​​pelatih berusia 50-an ini telah melatih Aston Villa sejak 2006 silam. Setelah mendulang kesuksesan di tim Skotlandia Celtic FC, dia didatangkan ke Villa Park dengan harapan membawa lagi kejayaan Aston Villa.


   


Tapi Liga Premier bukanlah liga yang mudah macam liga Skotlandia, setelah menjabat selama tiga tahun. Aston Villa konsisten di peringkat menengah klasemen, Jika bukan karena banyak pemain andalannya di buru oleh tim papan atas liga.


Aston Villa mungkin masih bisa berbuat banyak, tapi mau apa lagi. Memang inilah nasib tim-tim kelas menengah liga premier. Mereka hanya di jadikan batu loncatan oleh para pemain untuk bermain di klub yang lebih besar.


Seperti yang diprediksi Daniel sebelum laga, Aston Villa menurunkan susunan terbaik mereka saat ini. Karena harapan untuk juta liga premier sudah musnah, mereka hanya mengincar piala liga dan FA Cup.

__ADS_1


Pelatih Aston Villa sadar bahwa meremehkan lawan hanya akan berdampak buruk baginya, jadi dia tidak ingin tersingkir di laga ini. Karena pemenang pertandingan akan bermain di perempat final piala liga.


Maka dari itu dia menurunkan skuat terbaiknya, dan menggunakan formasi 4-3-1-2.


penjaga gawang : B. Guzan (GK)


Pertahanan : A. Young (RB), C. Cuellar (CB), R. Dunne (CB), S. Warnock (LB).


Gelandang : J. Milner (RM), N. Reo-Croker (DM), S. Downing (LM).


Penyerang : G. Agbonlahor (CF), Emil Heskey (CF), J. Carey (AM).


O'Neill menggunakan taktik andalan mereka di liga premier, dengan dua penyerang di tengah, satu tinggi dan satu cepat. Agbonlahor dan Heskey serta satu second striker Carey, formasi ini sempat membuat repot tim papan atas liga Inggris.


Ketinggian tidak serta merta menentukan bahwa pemain berguna di area penalti, ketika terjadi konfrontasi sengit di lapangan, sedikit gangguan akan berdampak besar pada penerima. Selain itu, tinggi badannya juga akan membatasi kelenturannya, dan kemampuan larinya tidak akan terlalu bagus.


Untuk itulah O'Neill memasangkan Heskey yang bertubuh besar dengan Agbonlahor yang bertubuh kecil. Dalam sejarah sepak bola dunia modern, banyak pemain bertubuh kecil yang memiliki peran penting dalam tim.


Tentunya dengan formasi penyerang Aston Villa saat ini, akan menjadi ujian bagi lini pertahanan Crystal Palace.


Setelah melihat susunan pemain sang tuan rumah, Daniel memutuskan untuk tetep menggunakan formasi baru 4-3-3. Para pemain Palace sudah seminggu terakhir berlatih mengunakan sistem baru dengan Joe Allen sebagai pusatnya. Sekarang saatnya untuk menguji hasil dari latihan yang di lakukan para pemain.


Untuk membatasi serangan awal Aston Villa, Daniel mengutus Derry dan Kante membantu duet pertahanan Shawcross dan McCarthy.


Dengan Kante akan menggangu dan menempel ketat James Milner sebagai otak serangan Villa, lalu Derry yang banyak berkorban dalam sistem baru akan membantu Joe Allen untuk mengatur serangan Crsytal Palace.


Dengan Alan Lee ditengah sebagai seorang finisher, Jamie Vardy dan D. Ambrose di sisi kanan dan kiri akan membatu menyuplai bola serta menciptakan peluang bagi Lee untuk mencetak gol.


Permainan akan segera dimulai, dan Akhirnya wasit meniup peluit tanda jalannya pertandingan, para fans bergemuruh menandakan awal di mulainya babak pertama.


Seperti sebelumnya, pemain Crystal Palace menguasai garis pertahanan dalam area 40 meter dan bertahan dengan tenang dan sabar. Aston Villa pada awal-awal mencoba beberapa umpan silang dari sayap. Namun efeknya kurang memuaskan, bola berhasil dimentahkan oleh pertahanan Palace.


Daniel membiarkan Lawrence mengarahkan pada awal pertandingan, sementara dia mengamati dan mencari kelemahan dari formasi musuh maupun formasinya sendiri.


Sebelum pertandingan, Martin O'Neill sudah menonton beberapa pertandingan Crsytal Palace musim ini. Dia memperkirakan gaya pelatih muda Daniel seperti ini, timnya akan menunggu dan melakukan pressing ketat pemain yang memegang bola.

__ADS_1


Dengan tekanan dari dua atau tiga pemain lawan, pemegang bola biasanya akan melakukan kesalahan saat mengoper ke temannya. Pada saat itulah pemain Palace akan melakukan serangan cepat dari kesalahan kecil itu, dan dia harus mengakui bahwa serangan balik tim dari divisi championship ini sedikit membuatnya takut.


Berbeda dengan pelatih mereka yang was-was melawan Crsytal Palace, para pemain Aston Villa berada dalam suasana hati yang berbeda. Mereka merasa lawan kali ini mudah karena mereka berasal dari championship, walaupun pelatih O'Neill sudah mengingatkan di awal pertandingan untuk tidak meremehkan lawan. mereka merasa pelatih itu hanya paranoid saja.


__ADS_2