Sepakbola: Perjalanan Seorang Pelatih

Sepakbola: Perjalanan Seorang Pelatih
24. Langkah Awal


__ADS_3

Di bawah sorot lampu terang para wartawan, William Carlton memimpin Daniel Ward ke ruang konferensi pers Crsytal Palace.


Penampilan Daniel mengejutkan banyak orang lokal Croydon, dan tidak ada yang tahu mengapa dia muncul di sini. karena William Carlton sendiri meminta agar terpilihnya Daniel sebagai pelatih pengganti Warnock dirahasiakan.


Daniel sendiri adalah anggota tim pelatih Neil Warnock, asisten pelatih baru ini pernah menarik perhatian media ketika Warnock memperkenalkan taktik baru yang menjadi kunci keberhasilan Palace awal musim, datang dari asisten pelatih berumur 30 tahun. Tapi sayang dia hanyalah asisten pelatih, dan antusiasmenya tidak bisa bertahan lama.


Semua fans sangat khawatir tentang arah Crystal Palace selanjutnya. William Carlton sepertinya terbiasa dengan sorotan. Dia menjawab pertanyaan wartawan dengan wajah santai, dan akhirnya sesi pertama wawancara selesai.


Setelah babak pertama yang membosankan, para wartawan samar-samar menebak bahwa orang di sebelah Carlton kemungkinan besar adalah pelatih baru Crystal Palace.


Daniel sebenarnya sudah mempersiapkan hatinya untuk ini, tetapi ketika Carlton berkata, "Ini adalah Daniel Ward pelatih kepala sementara yang ditunjuk." Banyak flash lampu yang menyala membutakan matanya.


Daniel yang berusia 31 tahun, bisa di bilang pelatih kepala termuda tim profesional dalam sejarah sepak bola , mengalahkan Andre Villas-Boas saat ditunjuk sebagai pelatih kepala FC Porto pada usia 32 tahun.


Banyak wartawan langsung mengajukan pertanyaan pada Daniel, terhitung sudah sepuluh pertanyaan di tanyakan dalam satu menit.


Daniel Ward menjawab dengan wajah kaku pertanyaan para wartawan, dia yang tidak terbiasa dengan banyak kamera yang menyorotinya. Hanya bisa menjawab dengan apa adanya.


William Carlton yang ada disampingnya melihat Daniel mulai kewalahan menjawab pertanyaan para wartawan, mulai bertindak.


"Tolong diam!. Harap diam. " Kata tegas keluar dari mulut pria tua ini ke mikrofon, langsung membungkam kerumunan wartawan, mereka secara bertahap duduk dan menjadi lebih tenang.


" Tolong satu persatu, kita tinggal di dunia beradap. Ada sopan santun yang harus di ikuti. " Kata tenang William Carlton.


Daniel keheranan melihat kata-kata Carlton langsung membuat para wartawan berperilaku.


***


1 jam bersama para wartawan, sudah seperti di interogasi oleh departemen keamanan negara. Banyak sekali yang ditanyakan, satu demi satu mulut mereka tidak pernah berhenti. Daniel yakin, jika di biarkan saja para wartawan ini akan tetap berbicara sampai larut malam.

__ADS_1


Setelah berpisah dengan Carlton, Daniel berjalan kembali ke lapangan latihan pemain Crsytal Palace.


Daniel yang sekarang sudah resmi menjadi pelatih Crsytal Palace, diharuskan membentuk tim kepelatihannya sendiri. Tim yang akan membantu semua keperluan kepelatihan Daniel.


Dimulai dari asisten pelatih, lalu pelatih penjaga gawang, ada juga pelatih kebugaran. Dan lazimnya setiap pelatih kepala tim divisi championship akan memiliki 4-5 orang yang membantu membangun tim.


Matthew Lawrence, bek tengah kawakan Crsytal Palace. Sudah bermain untuk tim selama 5 tahun, lumayan memiliki ketenaran di antara para pemain. Dengan umur yang mendekati pensiun, Lawrence adalah pilihan yang tepat untuk kandidat asisten pelatih dibawahnya.


Lawrence semakin tua, dan menjadi pelatih adalah jalan keluar yang baik. Sekarang di bawah Daniel, tidak ada salahnya menjadi pemain dan pelatih paruh waktu pada saat yang bersamaan. Jadi dia mengiyakan ajakan Daniel untuk menjadi asisten pelatih.


Kandidat kedua yang cocok sebenarnya adalah sepupunya, Joey Collins. Tapi Joey yang berusia 25 tahun terlalu muda untuk langsung bergabung dalam tim pelatih, dia juga tidak memiliki pengalaman sama sekali dalam melatih.


Jadi Daniel menugaskannya dengan tugas awal yang sama yang dia lakukan di bawah Warnock, tapi hanya untuk meneliti kekuatan lawan dan mensetting video pertandingan musuh yang nantinya dari video itu Daniel bisa mempelajari bagaimana lawan bermain.


Tidak hanya itu tugas Joey, Karena dia yang sering keluar Croydon untuk memata-matai lawan. Daniel juga memintanya untuk merekut pemain yang ditunjuk oleh Daniel sendiri.


 


Jadi dia hanya bisa bekerja dengan Lawrence saja di tim, dan sepupunya Joey Collins akan mencari para pemain bagus di luar sana untuknya, menggunakan informasi masa depan.


***


Daniel Ward membentuk tim pelatih sendiri dalam waktu yang sangat singkat dan terburu-buru, hanya dengan tiga orang dia merasa ini sudah cukup untuk saat ini.


Setelah pelatihan pagi tim Crsytal Palace, Daniel mengadakan pertemuan pertama antara tim pelatih sementara. Pertemuan itu di isi oleh dirinya, lalu Matthew Lawrence dan terakhir Joey Collins yang sudah menyetujui ajakannya untuk bergabung dengannya. Joey yang memutuskan keluar dari supermarket tempat ia bekerja, dikontrak satu tahun oleh Crsytal Palace dengan gaji 1.000 Pounds per-bulan.


Waktu semakin dekat untuk pelatih baru beradaptasi. Pada tanggal 28 Desember, tepatnya 3 hari lagi. Crystal Palace akan menyambut Barnsley di rumah.


Di pangkalan pelatihan Beckenham, Daniel memutuskan menggunakan kantor Neil Warnock terdahulu. Kantor sekarang sedang dalam keadaan kosong, karena Warnock pergi membawa semua hal yang penting baginya. Dan karena semua tim pelatihan Warnock mengikutinya ke Hull City, di kantor itu hanya ada tigi orang saja.

__ADS_1


Dapat dikatakan dengan pasti bahwa sebagian besar pemain mengenali Daniel, tetapi hanya pengakuan pemain saja tidak cukup. Dilema terbesar bagi Crystal Palace adalah para pemain akan berubah. Perubahan semacam ini merupakan kesulitan terbesar yang dihadapi tim saat ini, Daniel akan berusaha mencegah Simon Jordan untuk menjual pemain.


“ Biarkan aku membicarakan situasinya terlebih dahulu.” Setelah Lawrence dan Joey mengenal satu sama lain, Daniel memulai topik pertemuan.


 " Tuan Warnock merekomendasikan saya untuk menggantikannya memimpin Crsytal Palace. Beliau tidak ingin tim yang sudah dibangun sejak awal musim tercerai-berai dikarenakan kepentingan orang lain. Jadi saya di sini menggantikannya." Kata Daniel.


Joey mengangguk, dia pasti akan membantu sepupunya dengan baik. Itu juga pesan dari ayahnya, di samping gaji di Crsytal Palace melebihi gajinya bekerja di supermarket.


" Aku ingin tim ini mampu untuk naik ke liga premier Inggris, kita hanya perlu meningkatkan performa baik kita untuk sisa pertandingan. Dengan tim saat ini di posisi lima besar klasemen, kita hanya perlu menjaganya." sambung Daniel.


Semua orang mengangguk, kebenarannya sudah jelas, bahkan Joey yang amatir pun memahaminya.


" Aku akan berbicara dengan William Carlton untuk mempertahankan pemain di transfer musim dingin ini. Dan kalau keberuntungan bersama kita, aku juga ingin menambah kekuatan Palace."


    


Beberapa klub besar sudah banyak yang tertarik dengan pemain andalan Palace, dan Simon Jordan masih ingin menguangkannya secepat mungkin, sebelum tim terjual.


Misalnya, Victor Moses, Winger muda yang diproduksi oleh pelatihan Crystal Palace ini. Banyak klub sudah memulai perburuan. Seperti Wigan Atletik, Everton, Manchester United, Manchester City, dan Arsenal. Semuanya sangat tertarik padanya.


Di paruh pertama musim, Victor Moses melanjutkan pertumbuhannya di bawah taktik 4-2-3-1 Neil Warnock. Dia mencetak tujuh gol di paruh pertama musim dengan sembilan assist. Di usianya yang baru 18 tahun Moses memiliki perkembangan yang menjanjikan. Tentunya dengan statistik mentereng itu akan membangkitkan minat besar dari para klub besar tersebut.


Ketika berbicara tentang perburuan pemain muda, sebagai penikmat sepakbola. Daniel tentu saja senang, apalagi jika tim favoritnya di masa depan Liverpool merekrut pemain muda dan membesarkannya menjadi bintang. Itu akan sangat membuatnya senang.


Tapi sekarang Daniel yang ada di posisi tim kecil yang diburu oleh tim besar, serasa seperti aja. meledak-ledak. Bagaimana tidak, kita yang merawatnya saat muda dan siap memetik hasilnya. Lalu tiba-tiba datang orang lain mengambil hasil jerih payah kita dengan uang yang tidak seberapa.


Tahun lalu, tetangga jahat Tottenham Hotspur memburu anak muda Jude Bostock dari Crystal Palace, merupakan pemain yang diproduksi oleh pelatihan Crystal Palace. Akibatnya, Tottenham hanya membayar hanya 700.000 pound sebagai kompensasi atas transfer Jude Bostock.


Simon Jordan hampir menjadi gila, tapi tidak ada yang bisa dia lakukan. Dia hanya bisa merajuk sendirian di sudut tembok Palace.

__ADS_1


    


__ADS_2