Sepakbola: Perjalanan Seorang Pelatih

Sepakbola: Perjalanan Seorang Pelatih
54. Harry Redknapp


__ADS_3

Sedangkan line up Tottenham Hotspur, datang dengan formasi lengkap 4-4-2.


Kiper: C. Cudicini


Bek: B. Assou-Ekotto, Ledley King (C), V. Corluka, A. Hutton.


Gelandang: A. Lennon, T. Huddlestone, L. Modric, D. Bentley.


Penyerang: P. Crouch, J. Defoe.


Pelatih Tottenham Hotspur, Harry Redknapp memasang skuat utama untuk semifinal piala liga melawan Crsytal Palace.


Dipikiran Harry Redknapp, karena tim sudah mampu masuk ke semifinal. Tentu saja harus berjuang semaksimal mungkin untuk masuk ke final, tidak peduli lawan mereka hanya tim dari divisi championship.


Daniel yang mendapatkan draf pick Tottenham Hotspur yang berisi para pemain ternama, macam Lennon dan kapten mereka Ledley King, hanya bisa meringis. Dua nama itu adalah langganan timnas Inggris, Daniel sudah bisa merasakan tekad dari Tottenham Hotspur untuk melaju ke final.


Dari belakang sampai depan, skuat Tottenham di isi oleh para pemain berkualitas liga premier. Sedangkan skuatnya sendiri hanya ada Deco saja yang memiliki nama besar, itupun karena Deco sudah dalam masa menurun.


Sedangkan sisa para pemain Palace, seperti membandingkan mobil Ferrari baru dengan mobil bekas buatan Asia, jauh dari kata seimbang.


Daniel hanya bisa berharap para pemainnya akan bermain sesuai instruksi, dia masih yakin dengan sistem taktik yang di gunakan kali ini.


Setelah banyak berpikir, Daniel keluar dari lorong pemain. Dan baru saja keluar, dia sudah di sambut oleh pelatih Tottenham Hotspur untuk berjabat tangan.


Tanpa pikir panjang Daniel menghampiri Harry Redknapp, pelatih kawakan Inggris.


" Daniel Ward!. Aku sudah banyak mendengar tentang dirimu, akhirnya kita bertemu disini. " Harry Redknapp dengan ramah berkata pada Daniel, setelah mereka berdua berjabat tangan.


" Kuharap hal yang anda dengar, hal yang baik tuan Redknapp!. " Daniel dengan sopan menjawab.


" Hahahaha, tentu saja. Hal yang baik, pelatih kepala termuda di Inggris. " Dengan tawa ramah, Harry Redknapp memberikan kesan kakek yang baik.


" Lanjutkan kerja baikmu anak muda!. "


Dengan satu kalimat itu, Harry Redknapp dan Daniel berpisah menuju tempat mereka masing-masing.

__ADS_1


Harry Redknapp yang lahir pada tahun 1947, mengawali karir di sepakbola sebagai seorang pemain. Ayah dari mantan bintang Liverpool Jamie Redknapp, mengawali karirnya di west ham United. Sebelum malang melintang membela Bournemouth dan Leimington, sempat berkarir di luar Inggris dengan Settle Sounders. Akhirnya Redknapp kembali ke Inggris dan mengakhiri karirnya di klub yang sempat dibelanya, Bournemouth.


Setelah selesai berkarir sebagai pemain, Harry Redknapp kembali ke dunia sepakbola sebagai seorang pelatih. Teryata bakatnya dalam melatih sangat bagus, terbukti dengan deretan tim besar Inggris pernah merasakan kehebatannya.


Seperti West Ham United, Portsmouth, Southampton dan saat ini Tottenham Hotspur.


Dengan Tottenham Hotspur, tahun ini dibawanya masuk ke empat besar liga premier. Bersaing dengan Chelsea, Arsenal dan Manchester United, bahkan mampu menggeser tim tradisional Inggris lainnya Liverpool.


Pokoknya musim ini Tottenham Hotspur bersama Harry Redknapp sedang dalam performa yang baik, inilah kenapa Daniel sangat berhati-hati dalam pertandingan ini.


" Prittttttttt. "......... " Pritttttttttttttttttt. "


Peluit wasit berbunyi, menandakan dimulainya pertandingan leg pertama semifinal piala liga.


Mempertemukan Crsytal Palace sebagai tuan rumah, melawan Tottenham Hotspur tim liga premier.


Alan Lee membuka pertandingan dengan mengoper bola kepada Jamie Vardy, setelah itu Vardy memberikan bola ke lapangan tengah, tempat Deco berdiri.


Deco memutuskan untuk menguasai bola, menunggu teman satu timnya menyesuaikan posisi.


Inilah yang membingungkan Daniel, kenapa Tottenham Hotspur tidak mencoba merebut penguasaan bola. Secara mereka sudah dipandang sebagai sisi yang lebih kuat dalam pertandingan ini, dan sebagai tim dari liga premier, apakah mereka tidak ingin menunjukkan kehebatannya dari awal pertandingan.


Dengan kedua tim bermain menunggu, awal menit pertama serasa membosankan bagi kedua suporter, mau itu fans tuan rumah sendiri atau fans Tottenham yang memutuskan mengikuti tim kesayangan mereka.


Tapi akhirnya kebosanan itu buyar, setelah pada menit ke-16, Sean Derry yang menguasai bola memberikan umpan terukur ke sisi kiri serangan Palace.


Wilfried Bony menerima dengan baik, dengan kecepatannya dan keistimewaan dalam menggiring bola. Bony menipu bek kanan Tottenham, Assou-Ekotto.


Dengan kaki kirinya, Bony memilih untuk menendang langsung ke gawang. Tapi sayangnya, bola sedikit di atas pojok gawang Cudicini. Serangan pertama Crsytal Palace, berhasil membuat Harry Redknapp sedikit membasahi bibirnya.


Kini giliran untuk Tottenham Hotspur menyerang, pada menit ke-22. Lewat kombinasi lini tengah antara Modric dan Lennon.


Tottenham Hotspur mendapatkan crossing terarah yang menuju pemain setinggi tiang, Peter Crouch.


Lewat tandukannya, bola berhasil mengarah ke gawang yang di jaga oleh kiper Crsytal Palace, Julian Speroni.

__ADS_1


Untungnya, kiper berumur 32 tahun itu berhasil menghalau bola tandukan dari striker timnas Inggris.


Menggagalkan serangan Tottenham, sekaligus membuat wasit memberikan lawan tendangan pojok.


" Konsentrasi!!!. Jaga pemain yang bergerak tanpa bola. " Daniel berteriak dari pinggir lapangan, mengingat para pemain Crsytal Palace.


Tendangan pojok dilakukan oleh Tottenham Hotspur, tapi sayang sekali pertahanan Crsytal Palace masih sulit untuk ditembus.


Bola dibuang oleh McCarthy, untuk sementara menghentikan serangan berbahaya dari tim tamu.


Walaupun kelihatannya Crsytal Palace saat ini mampu mengimbangi permainan Tottenham Hotspur, tapi Daniel merasa ada yang tidak beres.


Seperti kenapa Harry Redknapp sebagai pelatih Tottenham, memilih mengintruksikan para pemainnya untuk mengikuti ritme permainan Crsytal Palace.


Apa yang diincar oleh pelatih berusia 50-an ini, dan apa yang membuat perasaan tidak enak dihatinya tidak kunjung pergi, malah semakin menguat melihat kedua tim bermain berimbang.


Daniel berfikir keras dipinggir lapangan, melihat para pemainnya bertarung melawan para pemain berpengalaman dari liga premier, liga teratas Inggris.


Melihat Luca Modric menguasai bola, Daniel sempat merasa apakah ini penyebabnya?. Karena Daniel yang memiliki ingatan akan masa depan, tentu saja tahu pemain asal Kroasia ini nanti akan menjadi apa kedepannya.


Ditebus bersama bintang Wales, Gareth Bale. Real Madrid mengeluarkan dana besar 150 Juta Euro hanya untuk memboyong mereka berdua ke Stadion Bernabeu.


Oh ya, omong-omong tentang Gareth Bale, kenapa Daniel tidak melihatnya bermain kali ini.


Daniel yang sedikit penasaran kenapa bintang Wales masa depan itu tidak ada di lapangan, sedikit melirik bangku cadangan Tottenham Hotspur.


Pandanganya melewati Harry Redknapp, langsung tertuju pada pemain jangkung yang sedang duduk di area bangku cadangan.


Daniel menemukan Gareth Bale ada di sana, duduk melihat pertandingan berlangsung. Dia akhirnya ingat bahwa bintang berharga 100 juta Euro itu sekarang baru berusia 19 tahun.


Masih belum mendekati bintang besar masa depan.


Saat Daniel sedang melirik Gareth Bale, dia tidak sengaja bertatap mata dengan Harry Redknapp.


Pelatih Tottenham Hotspur itu hanya tersenyum melihatnya memata-matai para pemainnya.

__ADS_1


Daniel tanpa malu langsung menganggukkan kepalanya, tanpa sama sekali malu telah kepergok memata-matai lawan.


__ADS_2