Sepakbola: Perjalanan Seorang Pelatih

Sepakbola: Perjalanan Seorang Pelatih
36. Sang Pembeda


__ADS_3

Babak kedua melawan Aston Villa dimulai dengan iringan peluit panjang wasit, tim tuan rumah mulai mengebrak pertahanan Crsytal Palace dari awal pertandingan.


Sean Derry dan N'golo Kante yang di pasang sebagai pembantu Joe Allen di lini tengah, kini dengan terpaksa bermain lebih ke dalam pertahanan.


Aston Villa mulai dengan mengurung para pemain Crsytal Palace, pada menit awal ke-49, gelandang tengah Villa memanfaatkan penguasaan bola dengan mengirimkan bola lewat samping lapangan, dengan kedua Winger Villa melakukan crossing ke area pinalti. Tapi sayang striker pusat mereka, Emile Heskey melewatkan peluang dengan menyundul bola jauh dari area gawang.


Pada menit ke-53, Aston Villa kembali memenangkan perebutan lini tengah dengan gelandang Crsytal Palace. Menekan dari sisi kanan, mengirimkan umpan terukur ke Agbonlahor, hampir saja menjebol gawang Julian Speroni jika dia tidak dengan jeli memblok upaya striker Aston Villa.


Para gelandang Villa menekan dua pemain muda Palace, memanfaatkan kurangnya pengalaman serta usia tubuh yang belum mencapai puncaknya, walaupun Joe Allen dan N'golo Kante memiliki bakat besar, masih terlalu dini bagi mereka berdua untuk menopang lini tengah Palace. Dan Sean Derry yang sendirian, benar-benar tidak bisa berbuat banyak.


Aston Villa menekan di area yang di jaga oleh Nathan Clyne, Martin O'Neill sepertinya sudah mengetahui kelemahan pertahanan Crsytal Palace.


Walaupun Aston Villa menekan Crsytal Palace dari awal pertandingan, tim tuan rumah masih belum bisa menjebol gawang yang dikawal oleh Julian Speroni. Sepertinya Aston Villa juga memiliki masalah tersendiri, seperti tumpulnya lini serang mereka. Berkali-kali serangan dari bola atas gagal di konversi menjadi gol oleh Emile Heskey, Striker Pusat dari Villa.


Daniel melihat timnya di tekan habis-habisan oleh Aston Villa melirik susunan pemain pengganti yang dibawanya ke Villa Park, ada tujuh pemain yang duduk di bangku cadangan Crsytal Palace.


Di mulai dengan D. Flahavan penjaga gawang jangkung berusia 30 tahun, pelapis Speroni itu didatangkan oleh Neil Warnock secara gratis dari Birmingham City. Flahavan baru bermain 7 kali selama setengah musim ini, akibat dari Speroni yang tetap konsisten.


Di pertahanan, Daniel membawa C. Davis bek kawakan 30 tahun, lalu bek kiri hasil promosi Warnock di awal musim Lee Hills 19 tahun. Karena kartu larangan pertandingan setelah terkena kartu merah C. Hill tidak dibawa, dan Lawrance yang juga notabene seorang bek tengah, masih sibuk mengarahkan para pemain di lapangan. Melihat kekuatan lini pertahanan Crsytal Palace musim ini, membuat satu mata kirinya berdenyut Nyeri.


Lalu posisi gelandang, ada tiga pemain yang dibawa Daniel kali ini. A N'diaye gelandang bertahan berusia 19 tahun di plot oleh Daniel sebagai pengganti Kante, setelah kepergian Morgan Schneiderlin ke Hull City, hanya N'diaye saja yang berposisi sebagai gelandang bertahan. Melihat kekuatan gelandang Palace sekarang, Daniel mulai merasa menyesal menyetujui permintaan Warnock untuk meminjam Schneiderlin.


Selanjutnya ada Rockin Smith 22 tahun, gelandang sayap pengganti Ambrose. Di bawa Daniel sebagai jaga-jaga jika ada masalah di lini tengah Palace.


Terakhir ada pemain yang sudah masuk daftar jual pada transfer Januari, Nick Corle. Playmaker asal Australia itu gagal mengesankan Daniel, dan karena masih berusia 27 tahun, harga pasaran Corle masih di angka 1-2 juta pounds. Cukup untuk menambah dana Daniel merombak skuat pada transfer kali ini.

__ADS_1


Penyerang Daniel hanya membawa pemain promosi di bawah Warnock, striker muda 19 tahun, Fried Sears. Dilihat dari statistik awal musim, di bawah Warnock Sears sudah bermain sebagai pengganti Alan Lee. Sama-sama bertipe striker bola atas, kekuatan Sears dalam menjaga bola masih jauh dari Alan Lee, begitu juga kecepatannya Vardy dua kali lebih cepat dari dirinya.


Jadi Daniel tidak segan-segan langsung menempatkannya di bangku cadangan untuk memberi Vardy lebih banyak waktu bermain, dan dengan dua gol dalam dua pertandingan yang di cetak Vardy, Sears hanya bisa dengan patuh duduk di bangku cadangan.


Hmm, sepertinya aku bisa mendapatkan tambahan dana lagi dari Sears, jika menjualnya di transfer Januari ini. pikir Daniel sambil menggosok janggut kecil yang mulai tumbuh di dagunya.


Fried Sears yang sebelumnya di gadang-gadang sebagai pengganti Alan Lee oleh fans Crsytal Palace, dan sudah mencetak 3 gol sebagai pengganti, sepertinya memiliki nilai jual sekitar 2-3 juta pounds.


Karena sudah ada Jamie Vardy dan Alan Lee, Daniel hanya perlu menambahkan striker bertipe kecepatan untuk melengkapi skema tiga penyerang dalam sistemnya.


Tenggelam dalam pikirannya, Waktu pertandingan sudah berjalan enam puluh menit.


Aston Villa masih belum bisa menembus pertahanan Crsytal Palace, para pemain Palace sudah turun di setengah lapangan, bahkan Alan Lee turun jauh dari posnya untuk membantu pertahanan tim.


Atas perintah Daniel, pertahanan Crsytal Palace sudah benar-benar bertahan total, yang lebih dikenal sebagai pertahanan bus oleh dunia sepakbola.


Begitu juga Sean Derry, kapten Crsytal Palace saat ini begitu tersiksa melawan kekuatan gelandang tengah Aston Villa, di pimpin oleh gelandang muda harapan Inggris James Milner, Derry sekarang merasakan apa itu kekuatan dari tim liga premier.


Hilang sudah rasa percaya diri pada saat meyakinkan Daniel untuk tidak menyerah di Piala liga, rasa jumawa itu lenyap bersamaan dengan derasnya keringat yang mengalir dari pria yang seumuran dengan sang pelatih.


Tapi walaupun menghadapi banyak tekanan, Derry tidak pernah sekalipun melambatkan kedua kakinya, berlari ke sana kemari menutup ruang yang di tinggalkan oleh Kante yang membantu pertahanan Clyne. Untuk ini saja dia sudah mendapatkan rasa hormat di hati Daniel, pemain seperti ini lah yang dibutuhkannya sekarang.


Pemain gila yang tidak pernah mengenal kata lelah, terus berlari di lapangan sekuat tubuhnya masih memungkinkan.


Matthew Lawrence dan Joey Collins, dua asisten pelatih Palace, berdiri di pinggir lapangan meneriaki para pemain agar fokus dan tidak mengendurkan pertahanan.

__ADS_1


Pada menit ke-72, Aston Villa mendapat kesempatan emas untuk pertama kalinya. Setelah James Milner lepas dari penjagaan ketat N'golo Kante, gelandang harapan Inggris itu menunjukkan keunggulannya dengan mengirimkan umpan terobosan ke tengah area Palace, umpan yang merobek pertahanan tim tamu itu dengan mulus di terima oleh Agbonlahor yang lolos dari jebakan offside, dikarenakan butterfield yang terlambat naik bersama rekannya.


Agbonlahor yang berhadapan satu lawan satu dengan Speroni, menembak dengan kaki bagian dalam ke kanan gawang Crsytal Palace. Tapi sayang, tembakannya sedikit melenceng karena sempat tersentuh oleh tangan kiper kawakan Julian Speroni.


Striker Aston Villa yang gagal memasukkan bola ke gawang, hanya menatap langit biru di atas Villa Park, menyesali kegagalannya untuk membuat timnya unggul dari Crsytal Palace.


Setelah satu serangan emas yang gagal, serangan Aston Villa semakin sporadis. Satu demi satu peluang tim tuan rumah berhasil dimentahkan oleh pertahanan Crsytal Palace, dalam babak kedua ini Villa benar-benar menguasai jalannya pertandingan.


Dengan 14 tembakan dilepaskan oleh pemain Aston Villa, berbanding terbalik dengan tim tamu yang hanya mampu membuat 3 tembakan selama jalannya pertandingan.


Waktu semakin mendekati akhir pertandingan, para pemain Villa mulai cemas dan frustrasi karena tidak bisa menjebol gawang Crsytal Palace.


Martin O'Neill juga sudah mencoba berbagai cara, termasuk Menganti Emile Heskey yang mandul dengan pemain lain, tapi tetap saja pertahanan baja Palace tidak bisa ditembus.


Para pemain Crsytal Palace yang sejak awal babak kedua di paksa bertahan oleh Aston Villa, melihat ada celah yang ditinggalkan pemain bertahan lawan yang malah ikut membantu penyerangan timnya. Mereka sepertinya sudah lupa apa yang terjadi di babak pertama.


Jadi pada menit ke-88, Shawcross yang mematahkan serangan bola atas Villa dengan sundulan, mengarahkan bola ke kaki Sean Derry. Sang kapten yang sudah kehabisan stamina hanya memberikan umpan pendek pada Joe Allen, yang tidak di sangka olehnya adalah gelandang muda Palace itu tiba-tiba menendang bola ke area kosong lawan.


Saat Derry akan memarahi gelandang muda ini yang membuang kesempatan Crsytal Palace untuk menyerang, mendengar suara terkejut penonton, dia melihat lagi area kosong di mana Joe Allen membuang bola.


Ternyata dia area yang dia kira kosong itu ada sesosok pemain berjersey Palace berlalu dengan cepatnya, Derry sekilas melihat nama di belakang jerseynya yang bertuliskan Jamie Vardy.


Joe Allen ternyata melihat Vardy yang berlari dari belakang menuju area kosong Aston Villa, mengirimkan umpan terukur menuju padanya. Derry benar-benar tidak mengetahui bagaimana dia bisa melihat lari dari Vardy yang jauh dibelakang, apakah ini yang dimaksud dengan bakat, sesuatu yang tidak dia miliki?.


Sang kapten hanya melihat Jamie Vardy mengecoh kiper Aston Villa, dan memasukkan bola ke gawang yang kosong. Saat seluruh stadion dibuat terdiam gol Vardy, dan rekan timnya mengejar striker gila yang berlarian dengan tangan terentang merayakan golnya, Sean Derry hanya bisa tertawa sendiri di tengah lapangan sambil menyisir rambutnya yang basah ke belakang.

__ADS_1


" Gila, ini benar-benar gila. Hahahaha " . Tawa pelan dari sang kapten, terdengar keras di stadion Villa Park.


__ADS_2