
Alan Lee yang mencetak dua gol melawan Barnsley, memuji Daniel dalam sebuah wawancara.
" Kami bermain baik hari ini, tim melakukan dengan tepat arahan dari pelatih Daniel. Dia pilihan tepat untuk memimpin Crsytal Palace setelah di tinggal pelatih Warnock."
Daniel sendiri lebih memilih untuk mengirim Lawrence untuk menggantikannya wawancara setelah pertandingan. Dia tidak terlalu ingin banyak berurusan dengan para wartawan.
Secara umum, selama wawancara pasca-pertandingan. Para reporter kali ini tidak menimbulkan banyak masalah bagi Daniel maupun Crsytal Palace sendiri.
Para penggemar Crystal Palace sebenarnya memiliki persyaratan yang sangat rendah. Mereka bukan tim yang sangat kaya sebelumnya. Mereka tahu bobot timnya, selama Palace konsisten serta memenangkan pertandingan. Fans akan diam saja.
Banyak arus utama pengamatan maupun media sepakbola kali ini, memiliki sikap menunggu dan melihat terlebih dahulu. Jika Daniel memang bisa meneruskan Warnock, mereka akan memujinya tapi jika Crsytal Palace mengalami hasil buruk. Orang-orang yang menyebut diri mereka sendiri ahli ini, tidak akan segan-segan menghancurkannya.
" Mengapa dia tidak menggunakan taktik menyerang Warnock. Ini adalah sistem yang digunakan selama ini, pelatih baru memilih menunggu di kandang sendiri. Crystal Palace memang menang, tetapi mereka harus benar-benar berterima kasih kepada Alan Lee dan Victor Moses". Kolumnis olahraga Sun. Oliver Kay jelas tidak puas dengan permainan ini, dia merasa sebagai tim tuan rumah membiarkan lawan menguasai pertandingan di Selhurst park, sangat tidak layak. Walaupun Crsytal Palace akhirnya menang 4-1, Oliver Kay tidak senang.
" Permainan indah yang di peragakan Crsytal Palace pada pertandingan kemarin melawan Barnsley, mungkin permain paling terorganisir mereka di separuh musim ini. Para pemain Palace layaknya robot, bermain begitu sistematis dan terarah. Dan serangan balik mereka begitu cepat, bak panah yang menghujam jantung Barnsley. Daniel Ward melakukan debut pertamanya dengan baik." Tulis pakar The Times, Isaac Spoff. Dia memuji sistem permainan Crsytal Palace, Isaac melihat taktik yang diterapkan Daniel untuk menjebak Barnsley sangatlah cerdik.
Ada banyak perang argumen di luar sana, ada yamg mengkritik taktik Bertahan di kandang Crsytal Palace. Ada juga yang memujinya sebagai hal yang pintar.
Daniel tidak terlalu peduli dengan laporan ini, dia hanya melihat sekilas apa yang di katakan para ahli ini. Yang bahkan belum pernah sekalipun melatih tim sepakbola, tapi berbicara sudah seperti master yang setiap tahunnya mendapatkan piala.
Daniel mungkin akan sedikit peduli jika yang mengatakan adalah nama-nama terkenal macam Alex Ferguson atau Bobby Robson. Jika mereka benar-benar mengkritik, itu tandanya ada yang salah dengan Crsytal Palace. Tapi jika pengkritik itu hanyalah tabloid hiburan, Daniel lebih baik menghabiskan waktunya memperbaiki sistem permainan Crsytal Palace.
Di hari pertandingan berakhir, Daniel memutuskan untuk meliburkan tim selama dua hari. Karena laga Boxing day semakin dekat, Daniel ingin timnya berkumpul dengan keluarga masing-masing sebelum menghadapi jadwal berat.
Liga profesional Inggris berbeda dari liga Eropa lainnya, tidak ada liburan musim dingin di sini. Bukan berita baru untuk tim bermain pada hari Natal, hal ini sudah menjadi tradisi di sini. Karena mundurnya Warnock, tim belum libur pada hari natal kemarin. baru bisa libur setelah pertandingan melawan Barnsley.
Para pemain Crsytal Palace akan berkumpul kembali tanggal 31 Desember, tim hanya memiliki satu hari latihan sebelum melawan Ipswich town pada tanggal 1 Januari 2010.
" Tapi sebelum liburan, kami harus berlatih keras. Pertandingan memang dimenangkan, dan performa kami banyak meningkat. Tapi itu belum cukup untuk tiket ke liga premier, kita masih harus banyak berlatih." Kata terakhir Daniel sebelum membubarkan tim.
Kenapa Daniel berani memberi mereka hari libur, padahal tiga hari lagi mereka harus menjamu lawan di Selhurst park. Itu karena untuk menstabilkan hati dan pikiran mereka, para pemain bukanlah robot yang bisa bergerak tanpa henti.
__ADS_1
Pemain sepakbola masih lah manusia, dan permain mereka tergantung suasana hati. Jika pemain sedang mengalami bad mood, Permainan mereka di lapangan akan otomatis terpengaruh.
Selain ini juga merupakan pertandingan kandang, yang merupakan alasan mendasar mengapa Daniel dapat memeras waktu bagi setiap orang untuk berlibur. Jika itu pertandingan tandang, mungkin hanya ada makan malam bersama di ruang taktik.
***
Pada saat para pemain liburan dua hari bersama keluarga mereka, Daniel dan Joey sibuk meneliti dan menonton video pertandingan Ipswich town vs Newcastle United. Kebanyakan Daniel sih yang menonton, Joey yang jauh-jauh merekam ke stadion Ipswich. Sekarang sedang tiduran di sofa, kelelahan karena harus bolak-balik dari Ipswich ke Croydon.
Daniel menonton Ipswich town yang di latih oleh legenda Manchester United, Roy Keane.
Ipswich town saat ini sedang dalam performa buruk, 5 laga terakhir tanpa kemenangan membuat anak asuh Keane bermain dengan terburu-buru.
Dan permainan Ipswich cenderung kasar dan militan, berbanding terbalik dengan Newcastle yang bermain kompak. Daniel sudah bisa menebak ini akan berakhir buruk bagi tim tuan rumah.
Benar saja, pertandingan berakhir dengan kemenangan Newcastle United. Ipswich town takluk dengan skor lumayan telak 0-3 dari gol yang di cetak oleh pemain bintang lawan, Alan Smith.
" Tring... tring--tring."
Saat sedang fokusnya menonton pertandingan, telepon Daniel berbunyi.
" Daniel, ini aku Warnock". Terdengar suara santai pelatih Crsytal Palace sebelumnya, Neil Warnock.
Daniel mendengar yang meneleponnya adalah Neil Warnock, membuatnya sedikit kaget. Setelah Warnock merekomendasikan dirinya sebagai pelatih Crsytal Palace, Daniel belum sama sekali berbicara dengannya lagi. Dia juga ingin berterimakasih karena sudah percaya padanya.
" Tuan Warnock, sebelumnya aku ingin berterimakasih. Jika bukan atas kepercayaan anda, saya tidak akan menjadi pelatih Crsytal Palace. " Daniel sadar bahwa orang yang benar-benar percaya dia bisa menjadi pelatih hebat hanyalah pamannya Wayne Collins dan Neil Warnock, dia akan selalu berterima kasih.
" Hahahaha, tidak perlu dibesar-besarkan Daniel. Cepat atau lambat kamu juga akan melatih, aku hanya sekedar mempercepat hari itu." Tawa ramah dari Neil Warnock.
" Kamu melakukannya dengan baik pertandingan melawan Barnsley, dan bukan karena ini aku menelepon mu malam-malam Daniel. " Sambungnya.
" Lalu apa itu tuan. " Daniel sebenarnya sedikit penasaran kenapa Warnock meneleponnya.
__ADS_1
" Aku menginginkan N'golo Kante dan Ryan Shawcross. " Kata Neil Warnock.
" HAH!, itu tidak mungkin. " Daniel tanpa sadar berteriak, membangun Joey yang sedang tidur.
" A...apa.., ada apa Daniel. " Joey bangun dan bertanya dengan kaget ke Daniel.
"Hahahaha".
Di sisi lain telepon, terdengar tawa keras dari Warnock. Sialan pria tua ini, kupikir ada apa.
Teryata dia tanpa malu-malu ingin menggali pemain Crsytal Palace, dan yang di minta adalah Kante dan Shawcross. Dua pemain andalan tim, ini sama saja dengan melubangi pertahanan Palace.
" Haha, aku sudah tahu seperti inilah jawabanmu. Pelatih mana yang ingin menjual pemainnya di transfer musim dingin. "
" Lalu, tidak mungkin hanya untuk bercanda denganku saja kan. Tuan Warnock. " Daniel waspada.
" Ya..., karena Kante dan Ryan sulit. Aku ingin meminjam Morgan Schneiderlin setengah musim ini, dengan opsi pembelian di musim baru". Warnock berkata soal opsi pembelian, arti dari itu adalah saat klub di rasa puas dengan kinerja sementara Morgan. Bukan tidak mungkin, pada akhir musim Hull City akan membelinya secara penuh.
" Mungkin saya akan setuju. Tapi, tuan Warnock. Transfer Januari saja belum di buka, sekarang baru tanggal 30 Desember. Kurang dua hari lagi. "
" Daniel, tanggal berapa itu tidak penting. Yang penting adalah kesepakatan. Saat kedua belah pihak sudah sepakat, soal tanggal itu bisa di atur. Lalu klub mana sekarang yang harus menunggu tanggal untuk mendapatkan pemain incaran mereka, bisa-bisa pemain itu sudah di buru oleh tim klub lain. " Nasihat Warnock.
" Jadi begitu. "
Daniel sekali lagi mendapatkan pelajaran penting soal transfer pemain, tidak melulu harus menunggu tepat di bukanya bursa transfer. Tim transfer bisa langsung untuk bernegosiasi dengan pemain incaran, baru setelah di buka secara resmi.
Mereka akan mengajukan ke klub pemain itu, ini biasanya di lakukan oleh klub besar. Untuk tim kecil sekelas Hull City dan Crsytal Palace, koneksi lah yang penting. Jadi Neil Warnock langsung menelpon Daniel soal transfer pemain begitu juga sebaliknya, karena bisa di bilang ini sudah semacam koneksi mereka berdua.
" Jika Morgan, sendiri ingin pergi. Saya tidak akan menghalanginya" Kata Daniel.
" Terimakasih, Daniel. "
__ADS_1
Ini juga semacam kesopanan dari Neil Warnock untuknya, dengan menghubungi Daniel terlebih dahulu. Mencegah rasa kesalahpahaman dan bisa merusak hubungan mereka berdua, karena Daniel sekarang adalah pelatih Crsytal Palace.