
Wanita sholehah calon peghuni syurga itu bernama Ilma Husna Humairo.
Husna sapaan akrabnya. Ia baru saja kembali ke Indonesia,setelah beberapa tahun sempat menetap di Mesir untuk menyelesaikan pendidikan S2 jurusan Tafsir Al-Qur'an di Universitas
Al-Azhar, kairo, Mesir. Seperti doa yang terukir indah pada namanya, kini Husna tumbuh menjadi wanita sholehah yang berilmu. Di dalam keindahan balutan cadarnya, ia memilih untuk menutup rapat wajah cantiknya. Entahlah ... Disaat wanita lain bangga dan berlomba untuk memperlihatkan paras cantik yang mereka miliki, Husna justru memilih untuk menutupinya.
Sore itu Husna tengah berada di dalam kamar dengan mushaf Al-Qur'an di tangannya. Ia begitu khusuk membaca setiap ayat yang tertulis indah di dalam kitab suci tersebut. Tak lama kemudian, ketukan pintu menghentikan bacaan Husna.
"Tok...tok..tok,"suara pintu di ketuk
" Husna ini umi nak, Umi boleh masuk gak?" suara umi terdengar dari balik pintu kamar.
" Ohhh...iya umi masuk aja pintu gak Husna kunci.." jawabnya.
Ceklek...
__ADS_1
suara pintu kamar yang terbuka. Umi terlihat masuk dan berjalan menghampiri Husna yang masih duduk di meja belajarnya. Kini umi tengah berdiri di samping Husna. Kemudian Umi mengelus pucuk kepala Husna dengan lembut. Sesaat umi terlihat ragu untuk memulai berbicara. Entah apa yang ingin disampaikan umi pada Husna.
" Maaf umi, apa ada yang mau umi bicarakan sama Husna?" tanya Husna mencoba untuk memulai percakapan.
"mmmm...umi mau menyampaikan pesan abi. Nanti ba'da magrib keluarga tante Dewi dan om Aditya mau berkunjung ke rumah kita nak" jawab umi dengan nada sedikit ragu.
" Maaf umi kalau Husna boleh tau mereka itu siapa ya umi?"tanya Husna.
" Itu lho sayang, orang tua dari nak Raka. Alumni santri di pondok pesantren kita ini. Santri dari Jakarta itu lho sayang. Inget gak?"ucap umi mencoba mengingatkan.
" Husss...gak boleh berbicara seperti itu nak. Ya, memang benar Raka yang itu orangnya. Tapi, mungkin saja kan sekarang dia sudah berubah," jelas umi.
" Diaminkan saja umi. Semoga saja dia benar-benar sudah berubah," balas Husna.
"Iya amin .... Nanti malam Husna siap-siap ya sayang buat nyambut kedatangan mereka!" pinta umi.
__ADS_1
" Insyaallah, umi " jawab Husna dengan tersenyum manis.
" Nak, mereka datang bermaksud untuk mengkhitbahmu. Karna om Aditya pernah meminta pada abi untuk menjodohkan kalian," ucap umi menjelaskan maksud dari kedatangan tamu mereka malam ini.
" Tapi umi ... Apa abi sudah menerima lamaran mereka? " tanya Husna dengan nada ragu.
" Sayang, umi dan abi menyerahkan segala keputusan padamu. Kamu bisa menerima atau menolak lamaran itu," jawab umi .
" Baiklah umi. mungkin nanti Husna akan meminta waktu sebelum Husna mengambil keputusan. Husna butuh waktu untuk istikharah. Semoga Allah akan membimbing Husna dalam menentukan pilihan,"ucap Husna.
" Amin .... InsyaAllah umi akan selalu mendoakan yang terbaik untuk Husna. bagi umi dan abi yang terpenting adalah kebahagiaan Husna,"ucap umi.
" Terimakasih ya umi."
" Sama-sama sayang. ya udah umi keluar dulu ya nak. Umi mau mempersiapkan makanan untuk tamu kita malam ini."
__ADS_1
Husna hanya mengangguk pelan. Kemudian Umi melangkah keluar dari kamar Husna. Lalu ia menutup kembali pintu kamar Husna.