Seribu Luka

Seribu Luka
012


__ADS_3

Setelah kejadian malam itu, Fahri berusaha bangkit dari keterpurukannya. Ia berusaha merangkai serpihan hatinya yang sedang terluka. Ia berusaha mengobati luka yang menusk hatinya itu. Namun, semua itu tidak mudah baginya. Kehilangan wanita yang ia cintai merupakan pukulan yang sangat berat dalam hidupnya. Rasa galau dan frustasi mengisi relung-relung hatinya.


Fahri lebih banyak menghabiskan waktunya dengan menyendiri di dalam kamarnya. Ia seolah tidak ingin mengenal kehidupan dunia lagi. Ia merasa tidak ingin mengenal wanita lagi.


Siang itu ketika ia sedang berada di dalam kamarnya, telpon genggamnya berdering.


"Kring, Kring, kring. ..."


Fahri bangkit dari tempat tidurnya. Lalu melangkah menuju meja kecil yang berada di pojok kamarnya untuk mengambil telpon gengamnya.


"Halo, Assalamualaikum," suara Fahri menjawab panggilan yang ada di telpon genggamnya.


"Walaikumussalam," terdengar suara wanita paruh baya menjawab salam dari Fahri.


"Fahri, bisa gak kamu pulang? Ada yang perlu Umi dan Abi bicarakan,"lanjut wanita paruh baya yang tidak lain adalah uminya Fahri.


"Ya ... umi, InsyaAllah nanti malam Fahri akan pulang,"ucap Fahri.


Jam dinding menunjukan pukul 08.00 malam. Selepas salat isya dan makan malam, Fahri bersama orang tuanya duduk di depan teras rumah mereka. Abi mulai membuka pembicaraan.


"Fahri, anakku, kini usiamu sudah cukup untuk berumah tangga. Abi dan umi sudah rindu untuk menggendong cucu,"ucap Abi.


"Apakah kamu sudah ada calonnya?tanya Umi melanjutkan ucapan Abi.


"Maaf Abi, Umi, sebenarnya kemarin Fahri sudah mempunyai calon. Tetapi..."Fahri tidak melanjutkan ucapannya.

__ADS_1


"Tetapi apa, nak?"tanya umi.


" Tetapi, sekarang, dia sudah dihitbah oleh laki-laki lain,"jawab Fahri sambil meneteskan air matanya.


"Sabar nak, InsyaAllah Allah telah menyiapkan jodoh terbaik untukmu,"ucap Abi sambil merangkul putranya itu.


"Fahri anakku, Abi dan Umi besok berencana mengajakmu ke tempat kediaman Kiayi Maimun. Kami ingin menghitbah putri Kiayi Maimun untuk dirimu,"ucap umi sambil mengelus pundak putranya itu.


"Tapi, umi . .."ucap Fahri.


"sssstttt, tidak Pakai tapi. Pokoknya besok kita berangkat ke rumah Kiayi Maimun,"jawab umi.


****


"Maaf kak, kakak kenapa?Kenapa kakak terlihat murung?"tanya Hafiza.


"Mmmm, mmm, gak apa-apa kok dek."jawab Husna sambil berusaha menutupi perasaannya.


"Ayolah kak! Aku tahu kakak sedang menyembunyikan sesuatu dariku. Ayolah kak, cerita1"Hafiza berusaha untuk membujuk kakaknya itu.


"Mmm, emm, tapi janji ya, kamu tidak akan bilang sama Abi dan Umi!pinta Husna.


"Ya, Kak. Hafiza janji,"ucap Hafiza.


"Dik, sebenarnya, sampai saat ini kakak masih ragu dengan keputusan kakak untuk menikah dengan Raka, tapi .... ,"Husna tidak melanjutkan ucapannya.

__ADS_1


"Tapi kenapa kak?"tanya Hafiza dengan penuh rasa penasaran.


"Tapi, kakak kasihan pada ibunya Raka. Kakak gak tega menolak permintaannya,"jawab Husna dengan wajah sedih.


Sesaat mereka tampak terdiam


"Mmm, maaf kak ... kenapa kakak harus mengorbankan diri kakak? kenapa kakak tidak memikirkan kebahagian kakak? Aku gak ingin kakak menderita dengan keputusan yang kakak ambil,"ucap Hafiza.


"Sudahlah dik, mungkin ini sudah takdir Allah yang harus kakak jalani. Kakak harus ikhlas menjalani semua ini,"ucap Husna.


"Lalu bagaimana dengan perasaan kakak pada Fahri? Aku tahu, selama ini kakak menunggu dia kan?"tanya Hafiza.


Wajah Husna tampak pucat ketika adiknya menyebut nama laki-laki yang selama ini ia harapkan.


"Aaaa ...apa, Fahri?Husna tampak kaku dan pikirannya entah melayang kemana.


"Iya, Fahri, kak,"suara Hafiza membuyarkan pikiran Husna.


"Memang kakak selama ini menunggu kehadirannya. Namun, Allah berkehendak lain,"ucap Husna.


"Kak, kejarlah cinta kakak! Batalkan saja rencana pernikahan kakak! Raihlah kebahagiaan kakak,"ucap Hafiza.


Bagaimanakah kisah cinta Fahri selanjutnya?Apakah Fahri akan membuka hati pada wanita yang dijodohkan orang tuanya?


Lalu bagaimana dengan Husna?Apakah keputusannya untuk menikah dengan Raka akan goyah?

__ADS_1


__ADS_2