Seribu Luka

Seribu Luka
008


__ADS_3

****


Shalat berjamaah di Mushola terlihat sudah selesai di tunaikan,di lanjutkan dengan zhikir dan doa bersama para santri yang di pimpin langsung oleh pak Irwan.


Riko yang meminta izin untuk kembali ke rumah Husna terlebih dahulu,kini tengah berjalan menyusuri halaman pondok pesantren,ia tengah menghirup udara malam yang terasa begitu segar di tempat itu,untuk pertama kalinya ia merasakan ketenangan dalam batinnya,kehidupan sederhana di pondok pesantren itu benar-benar menghipnotis seorang Riko Adityatama,ia jatuh cinta pada tempat ini sekaligus pada pemilik tempat ini,kini bayang-bayang wanita sholehah yang bercadar itu berputar dengan sendirinya pada memory otaknya,ia mengingat bagaimana untuk pertama kali dirinya jatuh cinta hanya pada menik mata yang berwarna hitam itu,bulu mata lentik dan panjang seolah menjadi pelengkap keindahan mata yang dimiliki oleh Husna,Riko sedikit menyesal kenapa dulu ia lebih memilih untuk bersekolah di jakarta,seandainya dulu ia ikut dengan abangnya bersekolah di pondok pesantren,tentu ia juga akan bertemu Husna lebih awal dan ia pasti punya kesempatan untuk mengenal Husna lebih jauh,dan mungkin saja ia yang akan lebih dulu meminta orang tuanya untuk melamar Husna untuk dirinya dan bukan untuk Raka,meski ia tahu usia Husna dua tahun lebih tua dari dirinya,namun hal itu bukan masalah bagi Riko,karna baginya cinta tak memandang usia,ia hadir tanpa diminta,ia datang tanpa diundang,dan ia menetap pada hati yang dipilihnya sendiri.


" Husna...loe itu benar-benar bidadari tak bersayap yang allah kirimkan ke dunia ini,entah hati loe terbuat dari apa sampai loe begitu sabar dan terlihat begitu tenang menghadapi bang Raka yang udah ngehina dan ngerendahin loe dengan sangat kasar ,bahkan hal itu dilakukannya di depan nyokap ma bokap loe,tapi gue gak ngeliat loe marah sedikitpun pada bang Raka,gue bener-bener salut dan kagum sama kepribadian loe itu,tapi bagi gue, semua kesabaran loe itu wajar ada dalam diri loe,secara bokap ma nyokap loe aja begitu sabar ngelihat anaknya dikatain dengan kasar sama Bang Raka,gue yakin banget Bang Raka bakalan nyesel udah nolak loe jadi istrinya,seandainya keputusan ayah dan bunda bisa di rubah, gue bener-bener pengen banget elo yang bakalan jadi istri gue,sekaligus ibu dari anak-anak gue nantinya.


mungkin bagi sebagian orang laki-laki yang akan ngebimbing istrinya untuk ke jannahnya Allah, tapi bagi gue mungkin loe yang akan ngebimbing gue buat mengenal Allah,mencintai Allah,dan loe juga yang bakalan narik tangan gue ke jannahnya Allah itu,secara loe bener-bener wanita sholehah yang dirindukan syurga" ucap Riko dalam batin."


sesaat Riko benar-benar hanyut dalam fikirannya,hingga pandangan menik Riko tertuju pada sosok perempuan yang tengah terduduk sendiri di sudut taman pondok pesantren,tubuhnya tampak samar karna ditutupi tanaman hias yang mengitari taman mini yang tampak nyaman itu,dengan bantuan pencahayaan dari lampu hias berbentuk bulat yang berdiri tegak menyendiri seakan melengkapi kehangatan tempat itu.

__ADS_1


Riko berjalan kearah taman,rasa penasaran seakan mendorong langkahnya untuk mendekati perempuan itu,langkah demi langkah kaki Riko kini menghantarkan dirinya berdiri tepat di belakang kursi yang diduduki perempuan itu,ia mencoba untuk menyapa perempuan itu dengan mengucapkan salam.


" Assalamualaikum...ukhti." ucapnya.


saat ini perempuan itu benar-benar terkejut mendengar seseorang yang tengah memberi salam kepadanya,ia merasa begitu familiar dengan suara khas yang dimiliki orang tersebut,sesaat ia merasa apakah suara itu hanyalah bagian dari halusinasinya saja, karna saat ini fikirannya memang tengah dipenuhi oleh sosok rupawan dari laki-laki yang memiliki suara yang sangat mirip dengan sang pemberi salam.


" Assalamualaikum...ukhti maaf, apakah kedatangan saya mengganggu.? Tanya Riko kembali, karna sedari tadi perempuan itu tak kunjung menjawab salam darinya, bahkan perempuan itu tidak menoleh sedikitpun ke arah dirinya.


Hafiza yang mendengar pertanyaan dari laki-laki itu kini mencoba untuk memutar tubuhnya,ia saat ini yakin jika memang ada orang lain di taman ini selain dirinya.kini menik Hafiza menangkap sosok laki-laki yang tengah berdiri di belakang kursinya itu,ia bisa melihat senyum indah yang terukir pada wajah tampannya,sesaat tubuh Hafiza mendadak lemas,degupan jantungnya kini tengah berpacu pada irama yang tak mampu terkontrol lagi,mata Hafiza tercetak bulat sempurna menatap ke arah Riko.


" Iya gak papa,kebetulan tadi saya melihat kearah tempat ini dan melihat ada seorang yang tengah duduk sendiri,jadi saya penasaran barangkali yang duduk menyendiri itu adalah bidadari yang tengah galau karna masih belum menemukan tulang rusuk yang dicarinya" ungkap Riko sambil tersenyum.

__ADS_1


" Mas Riko bisa aja,mana ada bidadari tinggal di bumi,yang ada bidadari itu tinggal di syurga mas."jawab Hafiza sambil membalas senyuman Riko.


" siapa bilang bidadari cuma ada di syurga,buktinya saat ini bidadari tak bersayap ada di depan aku,ucap Riko dengan nada menggombal yang memang merupakan keahlian yang telah dipatenkan oleh kaum adam itu."


Hafiza tersenyum dalam tunduknya,meski ia benar-benar menyadari jika ucapan laki-laki itu hanya sebatas gurauan basa-basi yang sudah sering didengarnya, namun entah mengapa hatinya seolah terbuai pada ucapan kepalsuan itu,mungkin sudah kodrati seorang wanita yang memang dengan mudah terkontaminasi pada ucapan manis yang penuh manipulasi dan kepura-puraan itu.


Ucapan Riko benar-benar sukses menambah kadar cinta Hafiza untuk dirinya,namun semakin Hafiza menyadari perasaannya untuk Riko,semakin sesak rasa sakit didadanya.


" Mas Riko..apakah untuk mencintaimu itu harus merasakan rasa sesakit ini,apakah aku harus menyerah untuk rasa yang bahkan aku sendiri belum mulai untuk memperjuangkannya.? apakah terlalu egois rasanya karna hati ini berharap mbak Husna akan lebih memilih untuk menikah dengan Mas Raka dan bukan dengan Mas Riko"


batin Hafiza.

__ADS_1


BERSAMBUNG..


Happy reading untuk para pembaca kesayanganku..author berharap kalian tetep setia ya sama ceritanya..author minta maaf jika masih banyak kekurangan,karna ini karya pertamaku.mohon untuk memberikan dukungan dan komentarnya agar ceritanya lebih baik lagi.


__ADS_2