Seribu Luka

Seribu Luka
24


__ADS_3

"Abi,Umi minta maaf jika umi yang harus terpilih menjadi pendamping abi. Maaf untuk ketidak sempurnaan umi sebagai seorang istri. Hari ini dokter memfonis jika di rahim umi terdapat beberapa penyakit yang mungkin akan menyebabkan kita sulit untuk memiliki keturunan," ucap Husna sembari menggenggam tangan suaminya.


Saat ini Raka hanya bisa terdiam. Ia benar-benar pusing karna permasalahan yang tengah dihadapinya itu. Disatu sisi, hati kecilnya mengatakan jika ia mulai merasa nyaman dengan kehadiran Husna. Namun disisi lain Raka tidak menampik jika ia merasa kecewa dengan keadaan Husna yang tidak akan bisa memberikannya keturunan. Bagi Raka apa artinya mempertahankan rumah tangga jika diantara mereka tidak akan pernah hadir seorang anak yang akan menyempurnakan kehidupan


pernikahan mereka. Sedangkan jauh disana Casandra sudah memberikannya seorang putra yang pastinya akan memberikannya kebahagiaan.


"Abi kok diem aja?" tanya Husna ketika melihat suaminya itu tidak memberikan respon sedikitpun mengenai hal yang baru saja ia katakan.


"Umi, berikan abi waktu sendiri untuk memikirkan semuanya,"pinta Raka pada Husna.


Husna yang mendengar permintaan suaminya itu hanya bisa mengangguk pelan. Ia memahami perasaan Raka saat ini. Tidak mudah baginya untuk menerima kenyataan pahit ini. Mungkin dengan memberikan Raka waktu untuk sendiri merupakan keputusan terbaik untuk saat ini.


"Kalau begitu umi istirahat duluan ya bi," ucap Husna.


Raka hanya menganggukkan kepala. Husnapun kemudian membaringkan tubuhnya di samping Raka. Suasana malam itu kembali seperti malam-malam di awal pernikahan mereka. Tidak ada lagi tawa canda yang menghiasi ruangan besar itu. Tidak ada lagi kecupan kening ataupun ucapan selamat malam dari Raka untuk istrinya itu. Namun lagi-lagi Husna berusaha untuk memahami perubahan sikap yang ditujukan Raka padanya. Sembari berdoa dalam hati agar Allah memberikan mereka jalan keluar yang terbaik untuk setiap ujian yang saat ini tengah mereka hadapi.


Malam kian larut namun kantuk belum juga hadir menyapa Raka. Ia seakan terjaga malam ini. Fikirannya terbagi pada dua wanita yang telah berhasil mengisi relung hatinya.


Perlahan-lahan Raka memutar tubuhnya menghadapi istrinya. Ia menatap wajah wanita yang telah dihalalkannya itu. Hati kecilnya mengatakan jika dirinya terlalu egois kalau sampai ia memutuskan untuk mengakhiri bahtera rumah tangganya bersama Husna hanya karena alasan anak.


Bukankah ia dan Husna masih bisa berikhtiar untuk menyembuhkan penyakit itu melalalui jalan operasi. Bahkan sepenuhnya ia menyadari jika istrinya itupun tidak pernah menginginkan hal-hal seperti itu akan menimpa-Nya.

__ADS_1


Begitupun sebaliknya, Seandainya penyakit itu Allah titipkan pada dirinya sudah pasti ia tidak akan pernah bisa menerima kenyataan jika pasangannya akan meninggalkan dirinya dengan alasan ketidak sempurnaan yang ia miliki.


Akan tetapi bagaimana hubungannya bersama Casandra. Kenyataannya saat ini wanita itu merupakan ibu kandung dari putranya. Ia sendiri juga tidak bisa menutupi perasaannya sendiri bahwa ia belum sepenuhnya bisa move on dari kenangan indah masa lalunya itu. Terlebih hadirnya Tama menjadi bukti akan kekuatan cinta diantara mereka. Ia tidak mungkin bisa menikah dengan Casandra selama ia dan Husna masih berstatus sebagai pasangan suami istri. Karena sebelum pernikahannya bersama Husna dilangsungkan ia pernah berjanji tidak akan pernah mengkhianati pernikahan mereka dengan perselingkuhan dan kalau hal itu sampai terjadi maka akan jatuh talaknya terhadap Husna.


Cukup lama Raka berkutat dengan pikiran-pikirannya. Hingga tanpa ia sadari rasa kantuk menghantarkan dirinya pada tidur lelapnya.


Dert...Dert...Dert...Suara getar dari handphone Raka berbunyi.


Husna terbangun dari tidurnya ketika ia mendengar suara getaran dari handphone Raka.


"Siapa yang menghubungi mas Raka selarut ini? batin Husna."


Awalnya Husna berniat untuk membangunkan suaminya. Namun ia urungkan keinginannya itu karena ia melihat suaminya tengah tertidur lelap.


Husna kemudian membuka pesan singkat di handphone suaminya itu.


" Mamy boy, siapa dia? ucap Husna dalam batin setelah melihat isi percakapan antara suaminya dengan seseorang yang di beri nama


" MAMY BOY" Itu.


Dalam percakapan singkat via WA itu Husna mengetahui bahwa Raka berjanji akan menjemput mamy boy itu di bandara dan Raka juga memberi tahu bahwa ia sudah menyiapkan sebuah apartemen yang bisa di tempati Mamy boy bersama anaknya setelah tiba di Indonesia.

__ADS_1


Meskipun saat ini Husna sangat penasaran dengan wanita itu,namun ia berusaha untuk tetap berprasangka baik pada suaminya. Ia tidak akan pernah bertanya siapa sesungguhnya Mamy boy itu pada suaminya. Ia yakin bahwa suaminya tidak akan pernah menutupi apapun darinya.


Husnapun kembali meletakkan handphone Raka ke atas nakas. Ia kemudian menuruni tempat tidurnya dan berjalan ke arah kamar mandi. Husna ingin melaksanakan shalat tahajud di sepertiga malam.


Kini dalam balutan mukenah putih wanita sholehah itu terlihat bagaikan bidadari yang tengah mengepakkan sayapnya. Dihadapannya tergelar sajadah cinta yang akan menjadi alas ketika ia bersujud pasrah dalam kerendahan diri di hadapan


Tuhan-Nya. Saat ini ia benar-benar tengah menikmati keheningan dan kesunyian malam dengan terus berdzikir dan berdoa kepada Tuhan sang pengatur kehidupan.


Sungguh betapa Allah telah memberikan pujian kepada


hamba-Nya yang shalihah yang senantiasa melaksanakan shalat malam. Pujian Allah itu terdapat pada firman-Nya yang berbunyi " Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam,dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun


(kepada Allah ).


"[ Adz-Dzaariyaat/51:17-18].


***Assalamualaikum...sahabat putri semuanya doa putri semoga Allah selalu memberikan kita semua kesehatan. Dan semoga Allah selalu membimbing hati ini untuk terus tergerak menjalankan setiap perintah-Nya. Mudah-mudhan kita bisa selalu Istiqomah dalam beribadah.


Sedikit berbagi ilmu yang putri tahu atau bahkan mungkin sahabat-sahabat lain sudah banyak yang tahu. Tapi putri coba untuk menuliskannya ya...InsyaAllah semoga bermanfaat.


Shalat tahajud itu merupakan shalat sunnah Muakad,yakni ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk di amalkan.

__ADS_1


Perintah Allah mengenai shalat Tahajud dijelaskan pada firman Allah Swt pada Q.S. Al-Isra ayat 79.


Artinya: Dan pada sebagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu,Mudah-mudahan tuhanmu mengangkat kamu ketempat yang terpuji***."


__ADS_2