
Entahlah setiap orang punya hak untuk berekspetasi mengenai gaya pacaran seperti apa yang mereka anggap romantis. Pacaran yang bagaimana yang bisa membuat jantung mereka berdegup kencang. Setiap orang memiliki pandangan masing-masing tentang indahnya sebuah hubungan. Mungkin ada yang menganggap saat pasangan kita membawa setangkai bunga mawar lengkap dengan coklat di tangannya,
itu yang dinamakan romantis. Atau ada juga yang menganggap kalau romantis itu saat pasangan berinisiatif ngajak dinner di sebuah restoran yang terletak di tepi pantai. Dimana kita disuguhkan dengan panorma laut yang sangat menawan dengan diterangi cahaya lilin dan dilengkapi dengan setangkai bunga mawar yang sengaja diletakkan di atas meja makan. Tentunya masih banyak lagi cara-cara lain yang dipilih oleh setiap pasangan agar bisa mereguk kenikmatan romantisme saat menjalin kasih.
Namun tidak dengan pasangan halal satu ini. Siapa lagi kalau bukan Husna dan Raka. Mereka berkomitmen untuk berpacaran setelah menikah. Dimana mereka mengawali hubungan mereka dengan kebencian kemudian bermuara pada bahtera pernikahan. Seakan-akan menjadi sebuah story yang mengagumkan. Seperti layaknya sebuah cerita di dalam novel yang mula-mula benci kini menjadi rindu.
"Dek, mas Raka mau minta izin, boleh gak?"ucap Raka.
"
Minta izin untuk apa mas? balas Husna.
"Minta izin untuk menggenggam tanganmu dek?" Jawab Raka yang kini tertunduk malu. Ia seakan seperti sang pujangga yang baru saja beranjak remaja.
Bagi Raka, Husna bukan wanita pertama yang mengisi tiap ruang dalam hatinya. Namun, ada satu sosok wanita yang kurang lebih selama tiga tahun menemaninya. Tetapi, sayang wanita itu meninggalkannya disaat Raka sedang terpuruk dalam hidupnya. Raka pernah mengalami kecelakaan tunggal yang membuatnya harus menggantungkan hidupnya pada selang-selang rumah sakit dan berada pada situasi koma. Saat itu, Raka benar-benar berjuang antara hidup dan mati. Beruntungnya, Allah menurunkan mukjizatNya pada Raka. Allah memberikan kesempatan kedua pada Raka untuk hidup normal kembali setelah berhasil melewati tidur panjangnya selama kurang lebih satu tahun lamanya.
Flasback..
" Casandra...tante mohon nak,jangan tinggalkan Raka sendirian saat ini! Dia butuh suport dari kita semua untuk terus berjuang agar bisa sembuh," pinta ibu Dewi sembari memohon pada gadis blasteran Indo-Australia itu.
" Maaf tante, tapi aku gak bisa. Aku gak mungkin mempertaruhkan masa depanku yang masih bersinar hanya untuk laki-laki yang saat ini seperti mayat hidup,"jawab Casandra dengan nada ketus.
" Tapi, bukankah selama ini kamu mencintai anak tante? jadi apa salahnya nak,kalau kamu mengorbankan sedikit saja waktumu untuk anak tante," balas ibu Dewi masih dalam posisi memohon. Berharap akan belas kasih dari gadis itu agar tidak meninggalkan Raka dengan kondisi seperti saat ini.
" Cinta tante bilang, heh?" Casandra membuang mukanya dari tatapan wanita paruh baya itu.
"Cinta itu akan bertahan kalau keduanya masih hidup normal tante. Tapi coba tante lihat anak tante sekarang! Bahkan bisa dikatkatakan Raka saat ini tidak hidup. Dia tidak bisa membuka matanya. Tidak juga bisa berbicara. Bahkan lebih parahnya, dia tidak bisa bergerak sama sekali. Lalu Sampai kapan aku harus mengabdikan hidupku untuk mengurus laki-laki yang hanya bisa berbaring lemah tak berdaya? Atau mungkin saja dia akan berbaring untuk selamanya," ucap Casandra dengan nada semakin meninggi.
Kini gadis itu seakan tengah membuka topeng di wajahnya. Sikap sopan dan tutur lembut bahasa yang selama ini diperlihatkan pada keluarga Raka, Seakan tidak lebih dari sebuah drama pertunjukan yang diperankannya secara apik dan teramat sempurna. Membuat Raka dan keluarganya begitu terpukau pada sosok Casandra. Mereka begitu mengagumi gadis itu.
Tapi malam ini, ia benar-benar menunjukkan sifat aslinya. Ia tidak lebih dari iblis betina yang tengah menjelma menjadi bidadari bermata intan.
Flasback off.
" Mas Raka...kini Husna seutuhnya milik mas Raka. Lakukanlah apapun yang ingin mas lakukan terhadapku. Asalkan mas Ridho kepadaku,"jawab Husna dengan suara yang begitu lembut.
Sungguh jantung Raka saat ini seakan tengah bertransmigrasi dari tubuhnya. Ia seolah tak percaya dengan jawaban yang dilontarkan istrinya itu. Ia menyerahkan diri seutuhnya tanpa ragu pada laki-laki yang sudah menyakiti hatinya itu. Husna melakukan itu semua hanya untuk mengharapkan ridho dari dirinya."
" Dek...kamu benar-benar bidadari surga yang Allah kirimkan untuk mas. Betapa butanya mata mas ini yang tidak bisa melihat wanita solehah seperti dirimu," Ucap Raka dengan linangan air mata penyesalan.
LIRIK.
~ Bidadari syurga ~
__ADS_1
byk : Uje
Setiap manusia, punya rasa cinta.
Yang mesti dijaga kesuciannya.
Namun ada kala insan tak berdaya.
Saat dusta mampir bertahta.
Kuinginkan dia,yang punya setia.
Dan mampu menjaga,Kemurniannya.
Saat ku tak ada, kujauh darinya.
Amanah pun jadi penjaganya.
Hatimu tempat berlindungku.
Dari kejahatan syahwatku.
Tuhanku merestui itu.
Dijadikan engkau istriku.
Tiada yang memahami, segala kekuranganku.
Kecuali kamu, Bidadariku.
Maafkanlah aku, dengan kebodohanku.
Yang tak bisa membimbing dirimu.
" Engkaulah " BIDADARI SYURGA " Ku.
Robbana Hablanaa min azwaajinaa
Wa Dzurriytinaa Qurrota a' yun
Waj'alnaa lil Muttqina imamaa.
♡Assalamualaikum.
__ADS_1
Alhamdulillah Putri bisa up lagi ceritanya. Putri berharap cerita putri ini bisa diterima dan disukai ya kak. Putri doakan semoga semua selalu diberikan kesehatan. Dan mudah-mudahan masih tetap setia membaca tulisan putri. Dibawah putri udah munculin Visual para pemainnya ya kak. Mohon maaf kalau kurang pas. Dan jangan lupa berikan komentar dan dukungannya ya kak.Terimakasih.
Visual tokoh "SERIBU LUKA"
~ Ilma Husna Humairo
~ Hafiza putri
o
~ Raka Aditama
~ Riko Aditama
~ Fahri
~ Casandra
~ Mutia
__ADS_1