
Setelah umi meninggalkan kamarnya,Husna melamun memikirkan tentang perjodohan dirinya dengan Raka. Laki-laki yang kurang lebih sudah enam tahun ia tidak pernah melihatnya.
Raka hanya tinggal satu tahun di pondok pesantren. Ia tidak betah tinggal di sana. Beberapa kali ia membuat masalah di pondok.
Mulai dari melanggar aturan pondok, hingga berkelahi dengan santri lain.
Husna pun pernah dibuatnya menangis.
flasback..
Husna yang saat itu berjalan dengan terburu-buru karna takut tertinggal salat berjamaah di mushola pondok. Tanpa sengaja ia menabrak Raka. Tak pelak laki-laki itu langsung emosi dan menghujani Husna dengan kata-kata kasar.
" Ehhh...loe cewek aneh. Kalau jalan itu pake mata ...jangan pake bokong."
"kalau loe pake mata loe pasti liat orang yang ada di depan loe jadi loe gak bakalan nabrak."
"b*d*h," ucap Raka dengan nada tinggi.
__ADS_1
"Maaf, saya buru-buru,jadi tidak sengaja menabrak kamu."
"Oh... ya, saya ingetin, orang jalan pake kaki. Bukan pake mata."
"Oke ... saya perjelas lagi mata itu fungsinya untuk melihat sedangkan kaki untuk berjalan. Jadi kamu fikir aja yang bodoh itu saya atau kamu?" ucap Husna dengan nada tegas.
" Perempuan br*ngs*k!"
" Jangan mentang-mentang loe anak yang punya pesantren, loe fikir gue bakalan takut sama loe!"
"Coba aja loe cowok, udah gue tabok tu b*c*t loe!" teriak Raka dengan emosi yang sudah memuncak.
Ia memilih untuk meninggalkan Raka menuju mushola tanpa sepatah katapun. Raka yang melihat Husna pergi, semakin tersulut emosi karna ia merasa diabaikan.
Ia sangat marah
kemudian berteriak
__ADS_1
" Dasar loe perempuan si buruk rupa!"
"Pantes aja punya muka ditutupin, loe pasti takut kan ngeliatin muka loe ke orang-orang karna loe itu jelek."
"Secara nih ya mana ada orang cantik mukanya ditutup, yang ada tu orang cantik mukanya dipamerin biar orang ngeliat."
Husna yang tadinya terus berjalan kini menghentikan langkahnya. Lalu membalikkan badan melihat Raka.
" Kamu benar, saya memang takut orang yang bukan mahram saya akan melihat wajah saya. Kamu tau kenapa? karna saya tidak pernah ingin mengundang syahwat laki-laki. Saya malu,risih dan tidak nyaman jika wajah saya akan menjadi konsumsi gratis dari laki-laki yang tidak mampu menjaga pandangan mata mereka," tegas Husna kemudian berbalik dan melanjutkan kembali langkahnya yang sempat tertunda. Sementara Raka masih setia berdiri di tempatnya. Dengan kepalan tangan yang seolah dari tadi menuntut dirinya untuk melayangkan sebuah pukulan ke arah wanita yang barusan menabraknya.
"Seandainya loe bukan perempuan, gue pastiin hari ini adalah hari terakhir buat loe bisa nyerocos,"ucap Raka dalam batin.
Sesekali Husna menyeka air mata yang jatuh di pipinya. Ia benar-benar merasa sakit hati dengan ucapan
laki-laki itu, karna untuk pertama kalinya ada orang lain yang berbicara sekasar itu padanya. Padahal ia benar-benar tidak sengaja menabrak Raka.
Sementara itu, Raka masih bergelut dengan emosinya. Ia terlihat belum mampu berdamai dengan emosinya. Bahkan emosi Raka belum berkurang sama sekali. Ini pertama kalinya ia merasa dihina oleh perempuan. Raka benar-benar kalah telak dari perempuan itu ketika beradu argumen.
__ADS_1
flasback off.
Husna berfikir rasanya ia tak akan pernah sanggup jika harus menikah dengan laki-laki sekasar dan seangkuh Raka.