Seribu Luka

Seribu Luka
006


__ADS_3

"Nak Husna, om minta maaf atas kelakuan kedua putra om. Kamu jangan marah ya nak! Mereka memang keterlaluan,"ucap om Aditya dengan nada penyesalan.


"Gak papa kok om,Husna mengerti. Raka punya hak untuk mengutarakan keinginannya. Mungkin Raka sudah mempunyai pilihan pendamping hidupnya. Mungkin bagi om dan tante, Husna adalah pilihan terbaik,tapi tidak bagi Raka."


"Om,tante ... kita tidak bisa memaksakan keputusan kita secara sepihak pada Raka. Terlebih yang akan menjalani pernikahan adalah Raka," balas Husna dengan sangat bijak.


" Loe itu ya,"Raka menunjuk ke arah Husna.


Dari tadi gue udah muak lihat sikap loe yang sok polos. Sok bijak dan sok alim itu. Loe munafik tau gak!"


"Gue yakin banget, saat ini loe bersorak gembira kan atas kesuksesan akting loe!"

__ADS_1


"Loe memang pinter banget ngambil simpati orang tya gue biar mereka tetep ngejodohin loe sama gue. Ngaku aja loe perempuan aneh," Raka mengeluarkan semua isi hatinya dengan nada tinggi penuh emosi.


Husna masih dengan sikap tenangnya. Ia mendengarkan setiap kalimat yang terlontar dari lisan Raka. Marah, kecewa, sedih sudah pasti dirasakan oleh Husna. Terlalu naif rasanya jika saat ini ia baik-baik saja mendengar tuduhan Raka.


"Maaf, bisakah kamu memberikan alasan mengapa saya harus merasa gembira atas kesepakatan perjodohan kita ini! Apakah hal ini memberikan keuntungan bagi saya?" tanya Husna masih dengan nada sopan.


" Asli, gue bener-bener gak nyangka ya,akting loe bener-bener bravo,"ucap Raka sambil bertepuk tangan.


"Baru kali ini gue nemuin perempuan sepicik loe. Jelas banget alesan loe buat nerima perjodohan ini apalagi kalau bukan karena kesuksesan dan kekayaan yang gue dan keluarga gue miliki. Pasti loe udah ngehalu kan? Loe ngebayangin diri loe bakalan jadi nyonya **Raka Aditama. CEO muda dari perusahaan televisi swasta yang kekayaannya gak perlu diragukan lagi. Gue yakin banget loe ngincer harta kekayaan gue iya kan? Ngaku aja loe,cewek aneh," Raka melanjutkan ucapannya dengan penuh emosi dan penekanan pada setiap kata-kata yang diucapkannya.


"Loe itu b*g*k atau pura-pura b*g*k hahhh? Jelas banget kekayaan yang gue miliki bahkan mampu ngebeli loe dan semua yang ada di dunia ini,ngerti loe!"jawab Raka.

__ADS_1


"Kalau saya meminta kamu membelikan saya satu tiket khusus untuk saya apa kamu bisa?"Husna bertanya kembali.


" Loe mau tiket apa? Pesawat? Ya, loe gak perlu minta tiketnya, pesawatnya sekalian gue mampu beliin. Asal loe mau membatalkan perjodohan ini!"ucap Raka.


"Saya mau kamu membelikan saya satu tiket yang bisa menjamin kebahagiaan hakiki yang selama ini saya dambakan,"ucap Husna.


"Maksud loe?"Raka kembali bertanya.


"Iya, Kamu belikan saya satu tiket khusus yang menjamin saya bisa bahagia selamanya di jannahnya Allah. Tempat yang bisa memberikan kebahagiaan yang hakiki bagi mereka yang memperoleh RidhoNya,"ucap Husna dengan nada mematikan.


Tante Dewi, om Aditya, Raka, Riko, Umi, dan Abi terdiam seribu bahasa. Tak ada satupun dari mereka yang mampu bersuara untuk menanggapi ucapan Husna. Husna mengalahkan Raka untuk kedua kalinya.

__ADS_1


Raka semakin marah. Wajahnya merah padam. Ia murka dengan perempuan yang bernama Husna itu. Rasanya ia ingin melenyapkan Husna dari muka bumi ini.


Lalu bagaimana dengan Riko? Apakah ia juga memberikan reaksi yang sama seperti abangnya?


__ADS_2